JOMBANG | UBN Newsroom — Ahad 18 Rabiul awal 1448 H / 30 Agustus 2026 M.
Bayangkan Nahdlatul Ulama (NU) sedang punya hajatan besar. Ribuan warga datang ke Kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menghadiri Muktamar NU ke-35 yang digelar 27-31 Agustus 2026.
Tapi ada satu hal yang membuat banyak orang tersenyum. Di tengah ramainya Muktamar NU, Muhammadiyah juga membuka posko. Namun hal itu bukan untuk membuat acara tandingan, bukan pula untuk menunjukkan siapa yang lebih besar, tapi justru untuk melayani para tamu yang datang ke hajatan NU tersebut.
Makanan ringan disiapkan berupa bakso gratis, juga layanan kesehatan plus mobil ambulan disediakan untuk melayani muktamirin, relawan pun ikut membantu. Sebuah pemandangan sederhana, tapi pesannya besar.

Berbeda Organisasi, Saling Membantu
Selama ini NU dan Muhammadiyah sering dilihat dari perbedaannya—cara beribadahnya, tradisinya, organisasinya. Bahkan kadang perbedaan itu dibuat seolah-olah menjadi jarak. Padahal di Jombang hari ini, kita melihat sesuatu yang jauh lebih penting: ketika saudaramu punya hajatan, kamu datang untuk membantu.
NU punya muktamar, Muhammadiyah ikut membuka posko. Mungkin inilah wajah Islam Indonesia yang sebenarnya. Boleh berbeda organisasi, boleh berbeda tradisi, tapi ketika persaudaraan dipanggil, kita tetap datang, duduk bersama, dan saling membantu.
Karena pada akhirnya, NU dan Muhammadiyah mungkin berbeda rumah, tapi kita masih berada di halaman yang sama yakni Indonesia.
Haedar Nasir Hadir di Pembukaan Muktamar NU
Sebagai bukti penghormatan dan wujud dekatnya hubungan kedua Ormas Islam ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nasir Msi, juga hadir pada saat pembukaan Muktamar NU di Jombang ini. Sedangkan yang membuka Muktamar NU ke-35 di Jombang adalah Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum perhelatan akbar para Nahdliyin ini digelar, Prof Haedar Nasir telah menyampaikan ucapan selamat disertai pesan dan harapan besar pada pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Kabupaten Jombang Jatim.
Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ia mendoakan agar seluruh rangkaian muktamar berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi NU, umat, bangsa, dan kemanusiaan, sekaligus mengapresiasi tema “Menjaga Muruah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.”
Momen ini juga diharapkan menjadi ajang memperkokoh ukhuwah antara NU dengan seluruh organisasi Islam dan komponen bangsa.
Perspektif UBN Newsroom
Ukhuwah di Tengah Perbedaan
Kehadiran Muhammadiyah di Muktamar NU memperlihatkan bahwa perbedaan organisasi tidak harus menjadi jarak. Ketika saudara memiliki hajatan, hadir untuk membantu menjadi bentuk sederhana dari ukhuwah yang memiliki makna besar.
Posko pelayanan, makanan gratis, layanan kesehatan, ambulans, hingga kehadiran Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam pembukaan Muktamar menjadi gambaran bahwa persaudaraan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.
NU dan Muhammadiyah mungkin berbeda rumah, tetapi keduanya tetap berada di halaman yang sama, yakni Indonesia.
Menjaga Persaudaraan dan Kemaslahatan
Islam mengajarkan umat untuk saling menolong dalam kebaikan dan menjaga persaudaraan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
«وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
QS. Al-Ma’idah [5]: 2»
Perbedaan tradisi dan organisasi tidak seharusnya menghilangkan semangat untuk bekerja sama dalam kebaikan.
Merekam Ikhtiar, Menjaga Harapan
UBN Newsroom memandang momen Muhammadiyah membuka posko di tengah Muktamar NU sebagai bagian dari kisah penting tentang wajah Islam Indonesia.
Jurnalisme peradaban tidak hanya merekam perbedaan, tetapi juga menghadirkan ruang-ruang persaudaraan, gotong royong, dan kemaslahatan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Pemandangan di Jombang menjadi pengingat bahwa persaudaraan tidak selalu membutuhkan kesamaan. Terkadang, ia cukup diwujudkan dengan hadir ketika saudara membutuhkan.
Dukungan Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang mengangkat kehidupan umat, kebangsaan, kemanusiaan, serta berbagai ikhtiar yang menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Dukungan terhadap operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kerja-kerja informasi yang menghadirkan kebenaran yang teruji dan narasi yang berakar pada wahyu.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, kemanusiaan, dan peradaban.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment