SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agama
Home » Mekanisme Baru Pilketum PBNU Disepakati, AHWA Saring Lima Nama Jadi Tiga Kandidat

Mekanisme Baru Pilketum PBNU Disepakati, AHWA Saring Lima Nama Jadi Tiga Kandidat

JOMBANG | UBN Newsroom — Ahad, 18 Rabiulawal 1448 H / 30 Agustus 2026 M.

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan mekanisme baru dalam pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031. Ketua umum tidak lagi dipilih langsung melalui mekanisme one man one vote, tetapi melalui tahapan yang melibatkan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dan Rais Aam terpilih.

Keputusan tersebut merupakan hasil Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026) dini hari.

Perubahan Mekanisme Pemilihan Ketua Umum

Sebelumnya, para muktamirin melakukan pemungutan suara untuk menentukan apakah mekanisme pemilihan Ketum PBNU tetap menggunakan sistem lama atau diubah. Dari 552 suara yang masuk, sebanyak 401 peserta memilih perubahan mekanisme, sedangkan 150 suara mempertahankan sistem one man one vote. Satu suara dinyatakan tidak sah.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Dengan keputusan tersebut, proses pemilihan Ketum PBNU kini dilakukan secara berjenjang. Tahap awal dimulai dari penjaringan lima nama calon Ketua Umum yang diusulkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

Kelima nama yang telah dihimpun dari PCNU tersebut selanjutnya diserahkan kepada AHWA. Forum yang beranggotakan para ulama itu kemudian melakukan proses seleksi untuk menentukan tiga nama yang dinilai memenuhi kriteria sebagai calon Ketua Umum PBNU.

Setelah tiga nama ditetapkan, AHWA menyerahkannya kepada Rais Aam PBNU yang telah terpilih. Rais Aam terpilih selanjutnya memiliki kewenangan untuk menentukan satu dari tiga nama tersebut sebagai Ketua Umum PBNU.

Dengan demikian, keputusan akhir mengenai siapa yang akan menduduki posisi Ketua Umum PBNU tidak lagi berada pada seluruh peserta Muktamar melalui pemungutan suara langsung. Prosesnya berlangsung melalui tahapan usulan dari PCNU, penyaringan oleh AHWA, kemudian penetapan oleh Rais Aam terpilih.

Perubahan mekanisme ini menjadi salah satu keputusan penting Muktamar ke-35 NU karena mengubah pola pemilihan pimpinan tertinggi PBNU dari sistem pemungutan suara langsung menjadi mekanisme yang melibatkan AHWA dan Rais Aam terpilih.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Yenny Wahid Dorong Persatuan Internal NU

Sementara itu Yenny Wahid, putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengharapkan agar momentum Muktamar ke-35 NU menjadi momentum untuk mengakhiri ketegangan dan menyatukan kembali berbagai kelompok di internal NU.

Yenny mengingatkan agar Muktamar NU tidak justru melahirkan faksi-faksi baru atau memperpanjang konflik internal. Ia berharap kepengurusan PBNU mendatang kembali berpegang pada Qanun Asasi dan Khittah NU sebagai prinsip dasar dalam menjalankan organisasi.

Menurut Yenny yang juga Direktur Wahid Foundation, siapa pun yang nantinya terpilih memimpin PBNU memiliki tanggung jawab besar untuk merangkul seluruh kelompok yang selama ini terlibat dalam dinamika internal organisasi.

«”Siapa pun yang akan memenangkan, akan terpilih, maka kewajiban utamanya adalah menyatukan seluruh faksi yang sekarang terlibat dalam pertikaian. Mengembalikan NU kembali ke khittah-nya, lalu menjadikan Qanun Asasi sebagai prinsip dasar menjalankan NU ke depannya,” katanya.»

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Selain persoalan internal organisasi, Yenny juga menyoroti kondisi ekonomi Indonesia. Menurutnya, kepemimpinan NU ke depan perlu ikut berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu membangun dan memperkuat perekonomian Indonesia.

Perspektif UBN Newsroom

Musyawarah dan Persatuan sebagai Jalan Khidmah

Perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU menjadi salah satu keputusan penting dalam Muktamar ke-35 NU. Mekanisme tersebut menunjukkan adanya perubahan pola dalam menentukan kepemimpinan organisasi.

Pada saat yang sama, pesan mengenai persatuan menjadi bagian penting dari dinamika Muktamar. Siapa pun yang nantinya memimpin PBNU memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan organisasi dan memastikan perbedaan tidak berkembang menjadi perpecahan.

Dalam perspektif peradaban, organisasi besar tidak hanya membutuhkan mekanisme kepemimpinan, tetapi juga kemampuan untuk merawat persatuan, menyelesaikan perbedaan, dan mengarahkan energi organisasi kepada kemaslahatan umat dan bangsa.

Berdiri di Atas Kebenaran dan Keadilan

Islam mengajarkan agar setiap keputusan dan amanah dijalankan dengan keadilan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

«يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

QS. Al-Ma’idah [5]: 8»

Prinsip keadilan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap proses kepemimpinan perlu dijalankan dengan amanah, kebijaksanaan, dan kepentingan kemaslahatan bersama.

Merekam Ikhtiar, Menjaga Harapan

Muktamar bukan hanya ruang untuk menentukan siapa yang memimpin, tetapi juga ruang untuk merumuskan arah organisasi dan menjaga persatuan umat.

UBN Newsroom memandang dinamika Muktamar ke-35 NU sebagai bagian dari perjalanan organisasi dalam menghadapi perubahan zaman. Perbedaan pandangan perlu dikelola sebagai bagian dari proses musyawarah, bukan menjadi alasan untuk memperpanjang perselisihan.

Dukungan Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang mengangkat kehidupan umat, kebangsaan, kemanusiaan, serta berbagai ikhtiar yang menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Dukungan terhadap operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kerja-kerja informasi yang menghadirkan kebenaran yang teruji dan narasi yang berakar pada wahyu.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091

a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, kemanusiaan, kebijakan publik, dan peradaban.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.

Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement