SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agama
Home » Gus Kikin Terpilih Sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026–2031

Gus Kikin Terpilih Sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026–2031

JOMBANG | UBN Newsroom — Senin, 18 Rabiul Awal 1448 H / 31 Agustus 2026 M.

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU

Seperti sudah banyak diperkirakan banyak kalangan, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ke-8, KH Abdul Hakim Mahfudz—yang akrab disapa Gus Kikin—resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026–2031.

Ulama sekaligus pebisnis berusia 68 tahun asal Jombang ini berhasil mengantongi dukungan mayoritas peserta Muktamar NU dalam agenda pemilihan jajaran kepengurusan baru.

Rekam Jejak Kepemimpinan Gus Kikin

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Rekam jejak kepemimpinan Gus Kikin di struktur NU terbilang amat solid.
Sebelum didapuk memimpin PBNU, ia pernah dipercaya sebagai salah satu Ketua PBNU untuk masa khidmat 2022–2027. Kiprah kepemimpinannya makin menguat ketika pada 10 Januari 2024 ia ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggantikan KH Marzuqi Mustamar.

Selain aktif di organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut, cicit dari pendiri NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari ini menakhodai Pondok Pesantren Tebuireng sejak tahun 2020 menggantikan almarhum KH Salahuddin Wahid (Gus Soliq/Gus Sholah).

Perkuat Keulamaan dan Kemandirian Ekonomi

Dalam pidato perdananya usai ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin menegaskan komitmennya untuk memperkuat keulamaan, kemandirian ekonomi warga nahdliyin, serta tata kelola organisasi yang profesional.

Gus Kikin berjanji akan melanjutkan warisan nilai-nilai pendiri Nahdlatul Ulama dalam menjaga tradisi keislaman ahlussunnah wal jamaah. Dia juga akan memanfaatkan pengalaman profesionalnya di dunia bisnis untuk menggerakkan potensi ekonomi umat berbasis komunitas dan pesantren.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Mempererat Jaringan NU

Gus Kikin juga akan mempererat jaringan NU dari tingkat ranting hingga kepengurusan wilayah demi merespons tantangan zaman.
Terpilihnya Gus Kikin disambut hangat oleh berbagai elemen NU yang berharap kombinasi pengalaman kepemimpinan pesantren dan wawasan manajerialnya mampu membawa PBNU semakin solid dalam membina umat dan bangsa.

Perspektif UBN Newsroom

Kepemimpinan Adalah Amanah


Terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat 2026–2031 bukan hanya tentang pergantian seorang pemimpin. Jabatan yang diberikan melalui forum Muktamar merupakan amanah yang membawa tanggung jawab besar untuk menjaga organisasi, melayani umat, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Allah SWT berfirman:


إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ


Artinya:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil.”
(QS. An-Nisa’ [4]: 58)

Ayat tersebut menempatkan kepemimpinan dalam kerangka amanah dan keadilan. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu menjalankan organisasi, tetapi juga menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Hal ini sejalan dengan komitmen Gus Kikin untuk memperkuat keulamaan, kemandirian ekonomi warga nahdliyin, tata kelola organisasi, serta jaringan NU dari tingkat ranting hingga wilayah. Tantangan tersebut membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya memiliki pengalaman, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai keislaman ke dalam kerja nyata.

Rasulullah SAW bersabda:


كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ


Artinya:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Pesan ini menjadi penting dalam melihat kepemimpinan PBNU ke depan. Besarnya organisasi berarti luas pula amanah yang harus dijaga, mulai dari persoalan keumatan, pendidikan, pesantren, ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat.

Kepemimpinan juga tidak seharusnya berhenti pada sosok yang berada di pucuk organisasi. Setiap pengurus memiliki peran untuk menjaga persatuan, menjalankan amanah sesuai tanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Dengan demikian, terpilihnya Gus Kikin menjadi momentum untuk memperkuat kembali orientasi pelayanan dan kemaslahatan dalam tubuh organisasi. Pengalaman kepemimpinan pesantren, organisasi, dan dunia profesional diharapkan dapat menjadi bekal untuk membawa PBNU menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan akar tradisi keulamaannya.

Sebab jabatan adalah amanah yang memiliki batas waktu, sementara pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT tidak mengenal masa khidmat.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement