JOMBANG | UBN Newsroom — Senin,19 Rabiul awal 1448 H/ 1 September 2026 M.
Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memastikan tidak ada intervensi dalam proses pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031.
Hal itu disampaikan Gus Ipul saat ditanya wartawan soal beredarnya isu Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang disebut-sebut merupakan paket pasangan dari Istana.
“Ah, itu isu-isu aja. Banyak isu di luar sana ya. Banyak sekali, dulu tahu sendiri kan isunya kayak apa ini. Tapi ternyata kita lihat semua berjalan lancar, ya,” ujar Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8).
Gus Ipul menilai isu yang beredar mengenai proses Muktamar ke-35 NU tidak seluruhnya sesuai dengan kenyataan. la pun menegaskan bahwa tidak ada intervensi dalam proses pemilihan Ketua Umum maupun Rais Aam PBNU.
Menurut Gus Ipul yang juga Mensos ini, Muktamar ke-35 NU telah berlangsung dengan lancar. Dia bersyukur seluruh rangkaian muktamar, termasuk target yang ditetapkan, dapat tercapai.
Gus Kikin: NU Bukan Tempat untuk Berpolitik
Di tempat terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menegaskan bahwa NU itu bukan tempat untuk berpolitik. Pesan tersebut diungkapkan Gus Kikin setelah resmi dipilih sebagai Ketum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Gus Kikin menjelaskan, NU merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang memiliki jalan atau kompas yang harus dijalankan. la juga menekankan untuk mendahulukan pembangunan manusia.

Prediksi Program Bocor Alus Tempo Banyak Dibicarakan
Sebelumnya sempat ramai dibicarakan tentang program analisis Bocor Alus Politik Tempo yang membongkar adanya skenario “Paket Istana” untuk memuluskan figur tertentu dalam bursa pimpinan tertinggi di Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Poin Utama dalam analisis “Bocor Alus” Tempo itu menyebutkan tentang skenario dan pengondisian duet kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.
Program Bocor Alus Tempo menyebut terdapat indikasi pertemuan-pertemuan yang melibatkan orang dekat/pembantu Presiden di lingkar kekuasaan untuk mengamankan sistem paket pencalonan pucuk pimpinan PBNU itu.
Meskipun pihak Istana dan Presiden Prabowo Subianto menyatakan tidak ikut mengatur jalannya pemilihan di muktamar, hasil akhir pemilihan ini dinilai banyak pihak sejalan dengan prediksi awal skenario lingkar kekuasaan yang dikupas tuntas oleh Tempo Media.
Perspektif UBN Newsroom
Menjaga Kemandirian Organisasi
Muktamar NU merupakan forum penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan perjalanan organisasi. Karena itu, proses pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU perlu berlangsung sesuai mekanisme organisasi dan tetap menjaga marwah serta kemandirian NU.
Pernyataan Gus Ipul mengenai tidak adanya intervensi menjadi bagian dari keterangan yang perlu dicatat dalam membaca dinamika Muktamar ke-35 NU. Di sisi lain, berbagai isu dan analisis yang berkembang di ruang publik juga perlu ditempatkan secara proporsional.
Tabayyun dalam Membaca Informasi
Islam mengajarkan agar setiap informasi diperiksa sebelum menjadi dasar penilaian.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
«يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”
QS. Al-Hujurat [49]: 6»
Prinsip tabayyun penting dalam membaca isu mengenai Muktamar NU agar pernyataan, analisis, dugaan, dan fakta tidak tercampur menjadi satu kesimpulan.
Merekam Ikhtiar, Menjaga Amanah
Jurnalisme peradaban tidak hanya mencatat siapa yang terpilih, tetapi juga menjaga agar proses organisasi dibaca secara jernih.
Perbedaan pendapat, kritik, dan analisis tetap diperlukan. Namun, semuanya perlu disampaikan dengan verifikasi, atribusi yang jelas, dan tanggung jawab terhadap kebenaran informasi.
Catatan Redaksi
Pemberitaan mengenai “Paket Istana” dalam berita ini merupakan informasi yang dikaitkan dengan analisis program Bocor Alus Politik Tempo sebagaimana disebutkan dalam bahan berita.
Pernyataan Gus Ipul mengenai tidak adanya intervensi juga disampaikan sebagai keterangan dari pihak yang bersangkutan.
UBN Newsroom tidak menyimpulkan bahwa telah terjadi intervensi atau pengondisian dalam Muktamar ke-35 NU tanpa adanya bukti dan verifikasi lebih lanjut.
Dukungan Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban mengenai umat, bangsa, organisasi kemasyarakatan, kebijakan publik, dan berbagai dinamika masyarakat.
Dukungan terhadap operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kerja informasi yang menghadirkan kebenaran yang teruji dan narasi yang berakar pada wahyu.
Dukungan operasional dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, politik, kebijakan publik, dakwah, dan peradaban.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment