SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Internasional
Home » Prabowo Temui Putin di Vladivostok, Sampaikan Permintaan Maaf Tak Hadiri Agenda Rusia

Prabowo Temui Putin di Vladivostok, Sampaikan Permintaan Maaf Tak Hadiri Agenda Rusia

VLADIVOSTOK | UBN Newsroom — Kamis, 22 Rabiul Awal 1448 H / 3 September 2026 M.Presiden

Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap siang bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela penyelenggaraan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 dan menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia-Rusia.

Dalam kesempatan tersebut, Putin menyambut kedatangan Prabowo dan menyebut pertemuan itu sebagai pertemuan kedua kedua pemimpin sepanjang 2026.

Menurut Putin, hubungan pribadi keduanya mencerminkan sifat strategis hubungan bilateral Rusia dan Indonesia.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Putin juga menyampaikan terima kasih atas kesediaan Prabowo berkunjung ke Vladivostok dan menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama.

Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keramahan pemerintah Rusia selama kunjungannya.

Prabowo Minta Maaf kepada Putin

Prabowo turut menyampaikan permintaan maaf kepada Putin karena tidak dapat menghadiri peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada 12 Juni 2026 dan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026.Prabowo mengatakan ketidakhadirannya saat itu disebabkan adanya persoalan dalam negeri yang tidak dapat ditinggalkan. Ia kemudian menyebut kunjungannya ke Vladivostok sebagai bentuk untuk memenuhi komitmen tersebut.

Perdagangan Indonesia-Rusia Naik 12 Persen

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Putin menilai Indonesia merupakan salah satu mitra kunci Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Ia menyebut kedua negara telah memiliki hubungan persahabatan selama bertahun-tahun dan kerja sama perdagangan terus berkembang.

Menurut Putin, volume perdagangan Rusia dan Indonesia meningkat 12 persen pada tahun lalu. Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis juga terus bekerja untuk memperkuat hubungan kedua negara.

Kerja Sama Meluas ke Pertanian hingga Energi Nuklir

Putin mengatakan Rusia memberikan perhatian terhadap pengembangan kerja sama bilateral dengan Indonesia di berbagai sektor. Bidang tersebut mencakup pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, serta energi, khususnya energi nuklir.Selain itu, Putin menyoroti perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia serta kerja sama kedua negara dalam berbagai platform internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Indonesia-Rusia Perkuat Kemitraan Strategis

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Prabowo menilai Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam selama lebih dari lima dasawarsa. Menurutnya, Rusia merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia.Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Rusia di berbagai bidang demi memberikan keuntungan bagi kedua negara.Putin berharap pertemuan tersebut dapat memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral Indonesia dan Rusia yang telah berkembang di berbagai bidang.

Perspektif UBN Newsroom | Menjaga Komitmen dalam Hubungan Antarbangsa

Hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui kepentingan ekonomi dan politik, tetapi juga melalui kepercayaan, penghormatan, dan komitmen yang dijaga secara berkelanjutan.

Pertemuan Prabowo dan Putin menunjukkan bahwa hubungan bilateral dapat terus dikembangkan melalui komunikasi, kerja sama, serta komitmen yang saling menguntungkan.Islam mengajarkan pentingnya memenuhi amanah dan menjaga tanggung jawab dalam setiap hubungan.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”(QS. An-Nisa [4]: 58)

Dalam konteks hubungan antarbangsa, komitmen perlu berjalan bersama dengan keadilan dan kemaslahatan. Kerja sama di bidang perdagangan, teknologi, energi, maupun sektor lainnya perlu diarahkan pada manfaat yang nyata bagi masyarakat serta tetap mempertimbangkan kepentingan nasional.

Menjaga hubungan baik dengan berbagai negara juga merupakan bagian dari ikhtiar membangun kemitraan yang saling menghormati. Diplomasi yang dilakukan dengan prinsip amanah, keadilan, dan kemaslahatan dapat menjadi jalan untuk memperkuat kerja sama tanpa mengabaikan kepentingan bangsa.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme

PeradabanUBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban IslamDukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement