SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Internasional Pendidikan
Home » GIHES 2026 Soroti Pendidikan Holistik Pesantren sebagai Model Pembentukan Manusia Utuh

GIHES 2026 Soroti Pendidikan Holistik Pesantren sebagai Model Pembentukan Manusia Utuh

JAKARTA | UBN Newsroom — Senin, 25 Rabiul Awal 1448 H / 7 September 2026 M.

Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 resmi digelar di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, pada Sabtu (5/9/2026). Forum pendidikan Islam bertema “Exploring and Revealing the Pesantren Education System” tersebut mempertemukan tokoh pendidikan, ulama, akademisi, praktisi, serta peserta dari dalam dan luar negeri untuk membahas arah pendidikan Islam dan masa depan pesantren.

GIHES 2026 mengangkat pendidikan holistik sebagai pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, spiritualitas, keterampilan, dan kemampuan peserta didik dalam menjalani kehidupan.

PESANTREN SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN HOLISTIK

Pembukaan GIHES 2026 diawali dengan sambutan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Drs. KH. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Dalam sambutannya, KH. Akrim Mariyat menegaskan bahwa sistem pendidikan pesantren memiliki karakter pendidikan yang menyeluruh karena seluruh kehidupan di dalam pesantren menjadi bagian dari proses pendidikan.

“Di Gontor ada ungkapan, ‘Ke Gontor, apa yang kau cari?’ yang merupakan pengingat bagi para santri untuk selalu menyadari apa yang ia cari di Gontor: pendidikan lahir, batin, mental, dan seluruh nilai kehidupan yang ada. Oleh karenanya, seluruh kehidupan yang ada di pesantren adalah pendidikan, dan itulah yang menjadikan kurikulum Gontor sebagai kurikulum kehidupan yang holistik.”

Melalui pendekatan tersebut, pendidikan tidak dibatasi pada kegiatan belajar mengajar di ruang kelas, tetapi berlangsung melalui seluruh aktivitas kehidupan peserta didik.

GIHES 2026 diikuti 283 peserta dari 209 lembaga, yang terdiri dari 160 pesantren, 15 perguruan tinggi, 22 sekolah, dan 7 organisasi. Peserta berasal dari berbagai wilayah Indonesia serta sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Tiongkok, Turki, Mesir, dan Amerika Serikat.

DARI INDONESIA UNTUK DUNIA

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

GIHES 2026 menjadi ruang pertemuan para pemikir, pendidik, praktisi, akademisi, dan pemimpin pendidikan dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman serta membangun kolaborasi dalam pengembangan pendidikan Islam.

Sejumlah delegasi dan pembicara internasional turut hadir, di antaranya dari Turki, India, Malaysia, dan Jepang. Forum tersebut diarahkan untuk memperluas pembahasan pendidikan holistik dari pengalaman berbagai sistem pendidikan sekaligus melihat pengalaman pesantren Indonesia dalam perspektif global.

PEMBICARA INTERNASIONAL DARI EMPAT NEGARA

GIHES 2026 juga menghadirkan empat pembicara internasional dari Turki, India, Malaysia, dan Jepang untuk memperkaya perspektif mengenai pendidikan holistik dari berbagai sistem pendidikan.

Prof. Dr. Nuri Tinaz dari Marmara University, Turki, Dr. Mahamood Shihab K.M. dari Anshar Training College for Women, India, Prof. Dato’ Ts. Dr. Norazah Mohd. Nordin dari Universiti Kebangsaan Malaysia, serta Prof. Dr. Ryoko Tsuneyoshi dari Bunkyo Gakuin University, Jepang menjadi bagian dari jajaran pakar yang dihadirkan dalam forum tersebut.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Prof. Ryoko Tsuneyoshi secara khusus membahas perbandingan konsep Tokkatsu dalam sistem pendidikan Jepang dengan sistem pendidikan asrama Islam. Sementara kehadiran para pembicara dari Turki, India, dan Malaysia memperluas perspektif GIHES mengenai penerapan pendidikan holistik di berbagai konteks pendidikan.

Ketua Peringatan 100 Tahun Gontor sekaligus Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi, menyebut para pembicara tersebut membawa satu gagasan penting mengenai pendidikan yang menyentuh manusia secara utuh.

“Kita membutuhkan sistem pendidikan yang menyentuh kepala, hati, dan tangan secara bersamaan.”

Menurut Hamid, pendidikan tidak semestinya hanya diarahkan untuk mencetak tenaga kerja, tetapi harus membentuk manusia seutuhnya. Perspektif lintas negara yang dihadirkan melalui GIHES diharapkan dapat memperkuat pembahasan mengenai model pendidikan yang mengintegrasikan intelektual, moral, spiritual, karakter, dan keterampilan.

PENDIDIKAN BUKAN SEKADAR TRANSFER ILMU

Dalam salah satu keynote address, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. menjelaskan pentingnya pendidikan yang mengembangkan manusia secara utuh.

Pendidikan holistik tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran formal, tetapi juga melalui pengalaman kehidupan. Dalam konteks pesantren, proses tersebut berlangsung melalui pembelajaran, pengasuhan, aktivitas keagamaan, kehidupan bersama, serta pembentukan kebiasaan dan karakter.

Ia juga menjelaskan empat pilar pendidikan yang menjadi bagian penting dalam pendekatan holistik, yaitu learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be.

Empat pilar tersebut menempatkan pendidikan bukan hanya sebagai proses memperoleh pengetahuan, tetapi juga membentuk kemampuan melakukan sesuatu, hidup bersama orang lain, serta menjadi manusia yang memiliki keutuhan pribadi.

Sistem pendidikan pesantren mengintegrasikan berbagai unsur tersebut melalui kehidupan santri yang berlangsung dalam lingkungan pendidikan secara menyeluruh.

LIMA ELEMEN KEHIDUPAN PESANTREN

Dalam pemaparannya mengenai hubungan pendidikan holistik dengan pesantren, Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi menjelaskan bahwa pesantren merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki unsur kehidupan yang saling terhubung.

Ia menguraikan unsur pesantren yang mencakup keberadaan kiai atau ulama, santri, kajian keislaman, serta sistem asrama dan kehidupan bersama.

Sistem tersebut menjadikan proses pendidikan berlangsung lebih menyeluruh karena peserta didik tidak hanya menerima materi pembelajaran, tetapi juga menjalani kehidupan bersama dalam lingkungan yang memiliki nilai, aturan, kebiasaan, dan pembinaan karakter.

PEMBENTUKAN HEAD, HEART, AND HAND

Konsep pendidikan holistik juga menjadi perhatian dalam Special Address pada rangkaian GIHES 2026.

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, H.E. Dr. (H.C.) H. Muhammad Jusuf Kalla, menjelaskan bahwa pendidikan holistik pada dasarnya adalah pendidikan yang membentuk manusia secara utuh.

“Kalau kita berbicara holistik, itu artinya adalah mendidik orang dengan seutuhnya. Seutuhnya itu dalam pendidikan adalah mendidik head, heart, and hand.”

Gagasan tersebut menempatkan pendidikan bukan hanya pada pengembangan kemampuan berpikir, tetapi juga pembentukan hati dan kemampuan untuk berkarya serta menjalankan kehidupan secara nyata.

KETERLIBATAN TOKOH NASIONAL

Rangkaian GIHES 2026 juga mempertemukan sejumlah tokoh nasional dalam Gala Dinner pada Sabtu (5/9/2026), di antaranya H. Jusuf Kalla, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal, Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A., Ph.D., serta sejumlah tokoh dan pemimpin lembaga pendidikan Islam.

K.H. Hasan Abdullah Sahal dan Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A., Ph.D. turut menyampaikan sambutan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Keterlibatan keduanya memperkuat dimensi keumatan, kebangsaan, dan pendidikan Islam dalam pembahasan masa depan pesantren.

K.H. Hasan Abdullah Sahal merupakan salah satu Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, sedangkan Prof. Dr. Din Syamsuddin merupakan salah satu Anggota Badan Wakaf Gontor. Kehadiran keduanya dalam GIHES menjadi bagian dari keterlibatan unsur pimpinan dan tokoh pendidikan Islam dalam forum tersebut.

TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA PERUBAHAN

GIHES 2026 juga membahas berbagai tantangan pendidikan Islam di tengah perubahan teknologi dan kehidupan sosial yang semakin cepat.

Perhatian forum diarahkan pada penguatan kurikulum holistik, tata kelola kepemimpinan, pengembangan kelembagaan, kesehatan mental di lingkungan pesantren, serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan.

Perkembangan teknologi menghadirkan peluang besar bagi dunia pendidikan, tetapi pada saat yang sama menuntut sistem pendidikan untuk tetap mampu membentuk karakter dan arah hidup peserta didik.

Karena itu, pendidikan masa depan tidak cukup hanya menghasilkan manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga manusia yang memiliki nilai, karakter, spiritualitas, dan kemampuan hidup bersama.

GIHES SEBAGAI FORUM PENDIDIKAN ISLAM GLOBAL

GIHES 2026 menjadi ruang pertemuan berbagai lembaga pendidikan Islam untuk berbagi pengalaman, gagasan, dan membangun kolaborasi.

Forum tersebut tidak hanya membicarakan masa depan pesantren, tetapi juga menempatkan pengalaman pendidikan pesantren sebagai salah satu sumber pembelajaran bagi pengembangan pendidikan Islam secara lebih luas.

Rangkaian GIHES 2026 kemudian berlanjut dengan berbagai sesi diskusi dan special address hingga ditutup pada Ahad (6/9/2026).

Forum ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan pengalaman sistem pendidikan pesantren Indonesia kepada peserta dan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai negara.

PERSPEKTIF UBN NEWSROOM

PENDIDIKAN UNTUK MEMBENTUK MANUSIA, BUKAN SEKADAR MENGISI PENGETAHUAN

Pendidikan memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas generasi dan arah sebuah peradaban. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya mengejar kemampuan akademik, tetapi harus membentuk manusia yang memiliki ilmu, karakter, keterampilan, tanggung jawab, dan kesadaran spiritual.

Konsep pendidikan holistik yang dibahas dalam GIHES 2026 menunjukkan bahwa manusia tidak dapat dipisahkan antara akal, hati, jasmani, keterampilan, dan kehidupan sosialnya.

Model pendidikan pesantren memiliki pengalaman panjang dalam mengintegrasikan berbagai unsur tersebut melalui kehidupan pendidikan yang berlangsung secara menyeluruh.

ILMU DAN KEDUDUKAN ORANG BERILMU

Islam menempatkan ilmu sebagai bagian penting dalam pembentukan manusia. Namun ilmu bukan sekadar pengetahuan yang tersimpan dalam pikiran, melainkan harus melahirkan amal, akhlak, dan kemanfaatan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”

QS. Al-Mujadilah [58]: 11

Ayat tersebut menunjukkan kemuliaan iman dan ilmu sekaligus mengingatkan bahwa ilmu memiliki konsekuensi dalam kehidupan. Pendidikan yang baik bukan hanya membuat seseorang mengetahui lebih banyak, tetapi membentuk dirinya menjadi manusia yang lebih baik dan mampu memberikan manfaat.

CATATAN REDAKSI

Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 digelar di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, mulai Sabtu (5/9/2026) dan berlangsung hingga Ahad (6/9/2026).

Forum mengusung tema “Exploring and Revealing the Pesantren Education System” dan mempertemukan ratusan tokoh, akademisi, pendidik, serta peserta dari berbagai lembaga pendidikan Islam dalam dan luar negeri.

Informasi mengenai penyelenggaraan, peserta, tema forum, serta pemaparan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor mengacu pada publikasi resmi Pondok Modern Darussalam Gontor.

Informasi mengenai kehadiran K.H. Hasan Abdullah Sahal dan Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A., Ph.D. mengacu pada publikasi kegiatan GIHES. Redaksi tidak menambahkan kutipan langsung dari kedua tokoh tersebut karena transkrip lengkap sambutan mereka belum tersedia dalam sumber yang dapat diverifikasi.

DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban mengenai umat, bangsa, pendidikan, kebijakan publik, kemanusiaan, olahraga, dan dinamika global.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091

a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, pendidikan, kebijakan publik, hukum, kemanusiaan, olahraga, dan peradaban.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.

Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement