SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agama Nasional
Home » Panggilan K.H. Hasan Abdullah Sahal: “Pintu Pondok Kita Tidak Pernah Benar-Benar Tertutup”

Panggilan K.H. Hasan Abdullah Sahal: “Pintu Pondok Kita Tidak Pernah Benar-Benar Tertutup”

PONOROGO, UBN NEWSROOM — Ahad, 1 Rabiul Akhir 1448 H / 13 September 2026 M.

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersiap memasuki momentum bersejarah satu abad perjalanan pendidikan dan dakwah Islam. Menjelang puncak peringatan 100 Tahun Gontor, pimpinan pondok K.H. Hasan Abdullah Sahal mengajak seluruh alumni untuk kembali menginjakkan kaki di tempat yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.

Ajakan tersebut disampaikan melalui pesan yang kemudian dibagikan dalam unggahan akun 100 Tahun Gontor.

“Pintu pondok kita tidak pernah benar-benar tertutup untuk kalian. Dimana pun dan sejauh apa pun kalian berada hari ini, doa kiai selalu menyertai.”

K.H. Hasan juga mengajak seluruh alumni untuk kembali merajut kenangan, mempererat silaturahim, dan hadir dalam Reuni Akbar Alumni Gontor. Pesan tersebut menjadi bagian dari semangat menyambut satu abad perjalanan pondok yang telah melahirkan alumni dari berbagai bidang pengabdian.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

SATU ABAD GONTOR, DARI PENDIDIKAN MENUJU PERADABAN

Pondok Modern Darussalam Gontor berdiri pada 20 September 1926. Pondok ini didirikan oleh tiga bersaudara yang kemudian dikenal sebagai Trimurti Pendiri Gontor, yakni K.H. Ahmad Sahal, K.H. Zainuddin Fananie, dan K.H. Imam Zarkasyi.

Gontor kemudian berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan pesantren yang memiliki perhatian kuat terhadap pendidikan, penguasaan bahasa, pembentukan karakter, kemandirian, serta pengembangan wawasan santri.

Perjalanan tersebut menjadikan Gontor bukan hanya sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga sebagai tempat pembentukan kader umat dan pemimpin yang kemudian melanjutkan pengabdian di berbagai bidang.

Memasuki usia satu abad pada 2026, Gontor membawa perjalanan panjang tersebut sebagai bahan refleksi untuk melihat kembali perjuangan para pendiri sekaligus mempersiapkan kontribusi pendidikan pesantren pada masa mendatang.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

KH HASAN: 100 TAHUN GONTOR BUKAN SEKADAR PERAYAAN

K.H. Hasan Abdullah Sahal menegaskan bahwa peringatan satu abad Gontor bukan sekadar seremoni atau perayaan usia pondok.

“Kita seperti ini karena Allah, berubah karena Allah dan semua yang kita lakukan untuk Allah. Karena itu 100 tahun Gontor bukanlah perayaan, melainkan peringatan dan rasa syukur,” kata K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Menurutnya, rangkaian satu abad Gontor dirancang untuk mengenang perjuangan para Trimurti pendiri sekaligus meneguhkan nilai-nilai dasar Gontor, yaitu keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa usia satu abad tidak hanya dipandang sebagai pencapaian waktu, tetapi sebagai kesempatan untuk melakukan muhasabah terhadap perjalanan pendidikan dan dakwah yang telah ditempuh.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

RANGKAIAN SATU ABAD GONTOR

Rangkaian peringatan 100 Tahun Gontor telah berlangsung sepanjang 2026. Agenda yang disiapkan mencakup berbagai bidang, mulai dari olahraga, dakwah, ekonomi, sosial, seni, pendidikan, hingga kegiatan alumni.

Rangkaian tersebut antara lain diawali dengan Super Copa 100 Tahun Gontor yang berlangsung sejak akhir Mei hingga Juni 2026. Setelah itu terdapat pagelaran wayang kulit, Tabligh Akbar bersama sejumlah dai nasional, forum ekonomi alumni, Sarasehan Kiai Pesantren Nasional, serta kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Gontor juga menggelar Darussalam All Star Show (DASS) sebagai ruang kreativitas seni santri dan guru. Memasuki September, rangkaian dilanjutkan dengan Festival Kaligrafi Nasional yang dirangkai dengan peluncuran Museum Gontor dan Mushaf Gontor.

PUNCAK PERINGATAN 19–21 SEPTEMBER 2026

Puncak peringatan satu abad Gontor dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026 melalui Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor.

Sehari setelahnya, Ahad, 20 September 2026, ribuan alumni lintas generasi dijadwalkan kembali ke Gontor untuk mengikuti Reuni Akbar dan Dialog Tokoh Alumni. Agenda tersebut menjadi momentum mempertemukan kembali keluarga besar Gontor sekaligus memperkuat silaturahim alumni.

Untuk rangkaian kepulangan dan reuni alumni, sejumlah kelompok alumni menjadwalkan kebersamaan pada 19–21 September 2026. Namun, agenda puncak resmi yang dipublikasikan PMDG dan diberitakan ANTARA berpusat pada Resepsi Kesyukuran 19 September serta Reuni Akbar dan Dialog Tokoh Alumni pada 20 September.

PRESIDEN PRABOWO DIJADWALKAN HADIRI PUNCAK PERINGATAN

Puncak peringatan 100 Tahun Gontor pada 19 September 2026 juga dijadwalkan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Sejumlah pemberitaan pada Agustus 2026 menyebut Presiden Prabowo dijadwalkan hadir langsung dalam puncak peringatan satu abad Gontor di Ponorogo. Kehadiran kepala negara tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap perjalanan panjang pesantren dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam.

Kehadiran Presiden dalam momentum tersebut sekaligus menempatkan peringatan satu abad Gontor sebagai salah satu agenda penting dalam perjalanan pendidikan pesantren di Indonesia.

PANGGILAN UNTUK KEMBALI KE PONDOK

Pesan K.H. Hasan Abdullah Sahal kepada para alumni menjadi bagian penting dari momentum satu abad Gontor. Pintu pondok, sebagaimana disampaikan dalam pesan tersebut, tidak pernah benar-benar tertutup bagi mereka yang pernah menjadi bagian dari kehidupan pesantren.

Ajakan untuk kembali bukan hanya tentang bernostalgia dengan tempat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup. Lebih dari itu, reuni menjadi kesempatan untuk mempererat kembali ukhuwah, mengingat nilai-nilai yang pernah ditanamkan di pondok, dan melihat bagaimana nilai tersebut dapat terus dibawa dalam kehidupan serta pengabdian setelah menjadi alumni.

K.H. Hasan berharap seluruh rangkaian kegiatan satu abad Gontor dapat mempererat silaturahim keluarga besar Gontor sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dalam pembangunan bangsa.

PERSPEKTIF UBN NEWSROOM

SATU ABAD GONTOR DAN AMANAH MELANJUTKAN PERJUANGAN

Satu abad bukan hanya tentang panjangnya usia sebuah lembaga. Bagi sebuah pesantren, satu abad merupakan perjalanan panjang dalam mendidik manusia, menanamkan nilai, membentuk karakter, dan melahirkan generasi yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi umat.

Gontor telah melewati berbagai zaman. Dari generasi para pendiri, generasi santri yang datang dan pergi, hingga para alumni yang melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat. Setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai baik yang telah diwariskan sekaligus menghadirkan jawaban atas tantangan zaman.

Karena itu, pesan K.H. Hasan Abdullah Sahal bahwa 100 tahun Gontor bukan sekadar perayaan menjadi penting untuk direnungkan. Momentum satu abad seharusnya tidak berhenti pada kemeriahan acara, reuni, atau nostalgia, tetapi menjadi ruang untuk kembali bertanya: apa yang telah kita lakukan dengan ilmu yang pernah kita dapatkan, dan apa yang akan kita wariskan setelah kita meninggalkan dunia ini?

ILMU SEBAGAI JALAN MEMBANGUN PERADABAN

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Katakanlah, ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.”

QS. Az-Zumar [39]: 9.

Ayat tersebut mengingatkan tentang kedudukan ilmu dan orang-orang yang memiliki pengetahuan. Namun, ilmu tidak berhenti pada pengetahuan yang tersimpan dalam pikiran. Ilmu seharusnya melahirkan kesadaran, akhlak, amal, dan manfaat bagi kehidupan.

Inilah salah satu pesan penting yang dapat dibaca dari perjalanan panjang Gontor. Pendidikan bukan sekadar mencetak orang yang mengetahui banyak hal, tetapi membentuk manusia yang mampu menggunakan ilmu untuk berbuat baik, berdiri mandiri, menjaga ukhuwah, dan memberikan kontribusi bagi umat serta bangsa.

Maka, satu abad Gontor semestinya menjadi momentum bagi seluruh keluarga besarnya untuk kembali menguatkan niat. Bukan hanya kembali ke pondok untuk mengenang masa lalu, tetapi kembali membawa semangat pengabdian untuk melanjutkan perjuangan di tempat masing-masing.

CATATAN REDAKSI

Peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momentum penting bagi dunia pesantren Indonesia. Perjalanan panjang Gontor menunjukkan bahwa pendidikan pesantren memiliki ruang besar dalam membentuk generasi, menjaga nilai keislaman, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Semangat satu abad diharapkan tidak berhenti pada satu rangkaian acara, tetapi terus hidup dalam pengabdian para santri, guru, dan alumni di berbagai bidang kehidupan.

DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN

UBN Newsroom hadir sebagai bagian dari ikhtiar dakwah dan jurnalisme peradaban untuk menyampaikan informasi yang teruji, mencerdaskan umat, serta menghadirkan perspektif Islam dalam membaca berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dan dunia.

Keberlangsungan kerja dakwah dan jurnalisme membutuhkan dukungan bersama. Setiap dukungan yang diberikan menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga keberlanjutan produksi konten, peliputan, riset, verifikasi informasi, dan penyebaran narasi yang membawa kemaslahatan bagi umat.

Dukungan operasional dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement