SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agama Nasional
Home » MUI Kritik Karnaval Maulid Bernuansa Satanik di Pekalongan

MUI Kritik Karnaval Maulid Bernuansa Satanik di Pekalongan

PEKALONGAN | UBN Newsroom — Selasa, 3 Rabiul Akhir 1448 H / 15 September 2026 M.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang viral karena menampilkan pertunjukan bernuansa mistik dan dinilai menyerupai ritual satanik.

Kegiatan yang digelar Kamis malam (10/9/2026) tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus khitanan massal ke-61. Kontroversi muncul setelah beredar video yang memperlihatkan kostum menyerupai sosok iblis, simbol-simbol menyeramkan, serta adegan penyembelihan kambing di hadapan penonton.

MUI: Karnaval Tidak Boleh Menyimpang dari Nilai Islam

Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menilai pertunjukan dengan simbol dan adegan tersebut bertentangan dengan semangat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

“Ini berlawanan dengan semangat haflah memperingati atau merayakan Maulid Nabi SAW,” ujar Kiai Cholil, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, kegembiraan dalam memperingati Maulid Nabi semestinya diwujudkan melalui kegiatan yang mendidik, menyejukkan, dan memperkuat keimanan, seperti membaca Al-Qur’an, bershalawat, menyampaikan mauizah hasanah, mengkaji kisah Rasulullah SAW, serta bersedekah.

Kiai Cholil menegaskan bahwa karnaval yang memiliki unsur edukasi tetap dapat dilakukan. Namun, ekspresi seni tidak semestinya berubah menjadi sesuatu yang menampilkan animisme, simbol-simbol menakutkan, atau praktik yang bertentangan dengan nilai Islam.

Peserta Mengaku Tidak Bermaksud Ritual Satanik

Di tengah kontroversi tersebut, salah satu peserta, M Akhid dari Tim Simone atau Simbang Gang One, mengatakan konsep penampilan mereka terinspirasi dari berbagai pertunjukan yang ditemukan di YouTube.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Menurut Akhid, kostum yang digunakan disewa dari Malang dan gerakannya dilatih bersama anggota tim. Ia mengaku menyesal karena kurang memahami konteks serta referensi yang digunakan dan menegaskan tidak bermaksud menampilkan ritual tertentu.

Perwakilan panitia SKNC, Ziyad Azizi, juga menyatakan pihak panitia tidak mengetahui secara detail pertunjukan tersebut. Ia menjelaskan SKNC merupakan bagian dari rangkaian kegiatan khitanan massal ke-61 yang diselenggarakan Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Simbang Kulon.

Maulid Semestinya Meneladani Rasulullah

Peringatan Maulid pada akhirnya bukan hanya persoalan bentuk acara, tetapi juga pesan yang hendak disampaikan kepada masyarakat. Kegembiraan menyambut Rasulullah SAW semestinya diarahkan untuk mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak beliau.

Perspektif UBN Newsroom | Ketika Kegembiraan Harus Tetap Beradab

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya:

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari Kiamat dan dia banyak mengingat Allah.”

(QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Ayat ini mengingatkan bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak berhenti pada perayaan, tetapi harus bermuara pada keteladanan. Karena itu, setiap ekspresi budaya yang ditempatkan dalam rangkaian Maulid perlu mempertimbangkan pesan, simbol, dampak terhadap masyarakat, dan kesesuaiannya dengan nilai Islam.

Kreativitas dalam berkesenian dapat menjadi sarana dakwah apabila menghadirkan pendidikan, keindahan, dan kebaikan. Namun, ketika sebuah pertunjukan justru menghadirkan simbol yang membingungkan akidah, kekerasan yang tidak mendidik, atau tontonan yang menakutkan, evaluasi menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.

Kasus SKNC 2026 juga menjadi pengingat penting bagi penyelenggara, peserta, dan pemerintah daerah agar melakukan kurasi yang lebih matang sebelum mengaitkan suatu pertunjukan dengan momentum keagamaan. Semangat Maulid hendaknya menghadirkan cahaya keteladanan Rasulullah SAW, bukan menghadirkan simbol yang justru menjauhkan masyarakat dari pesan tersebut.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement