MEKKAH–JEDDAH | UBN Newsroom — Rabu, 5 Rabiul Akhir 1448 H / 16 September 2026 M.
Mekkah dan Jeddah sempat berada dalam status siaga setelah Arab Saudi mengaktifkan peringatan darurat atas potensi bahaya pada Selasa (15/9/2026). Peringatan melalui Platform Peringatan Dini Nasional itu mencakup Mekkah, Jeddah, dan Taif, sebelum dinyatakan berakhir setelah otoritas memastikan ancaman telah berlalu.
Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan rudal dan drone yang dikaitkan Arab Saudi dengan kelompok Houthi di Yaman. Masyarakat diminta tetap tenang, menuju tempat aman, berada di dalam bangunan dan menjauhi jendela hingga situasi dinyatakan aman.
Drone Dicegat di Selatan Mekkah
Perkembangan terbaru terjadi pada Selasa malam ketika pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone di sebelah selatan Mekkah pada pukul 18.50 waktu setempat. Menurut juru bicara Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, drone tersebut dihancurkan sebelum memasuki wilayah udara terlarang Kota Suci Mekkah.
Pihak koalisi menyatakan drone tersebut diluncurkan oleh Houthi dan menyebut insiden itu sebagai upaya kedua yang mereka klaim menargetkan Mekkah, setelah peluncuran rudal balistik pada 27 Juli 2017. Pernyataan tersebut merupakan klaim pihak Saudi, sementara Houthi membantah bahwa mereka mengancam atau menargetkan Mekkah maupun situs-situs suci Islam di Arab Saudi.
Alarm Jeddah dan Taif Juga Dicabut
Selain Mekkah, peringatan serupa sempat diberlakukan di wilayah Jeddah dan Taif. Pertahanan Sipil Saudi kemudian menyatakan bahwa kondisi bahaya di ketiga wilayah tersebut telah berlalu dan meminta masyarakat tetap mengikuti instruksi keselamatan serta tidak berkumpul untuk mengambil gambar.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena Mekkah merupakan lokasi Masjidil Haram dan Ka’bah, sedangkan Jeddah menjadi salah satu pintu utama perjalanan jamaah internasional menuju Mekkah. Setiap perkembangan keamanan di kawasan tersebut memiliki dampak langsung terhadap warga, jamaah umrah, dan mobilitas masyarakat internasional.
Ketegangan Meluas di Kawasan
Pencegatan drone terjadi ketika konflik di kawasan semakin meningkatkan tekanan terhadap keamanan Arab Saudi. Serangkaian serangan yang dikaitkan dengan Houthi dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah kerajaan, sementara Saudi menyatakan pertahanan terhadap ancaman tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah dan masyarakat.
Di sisi lain, bantahan Houthi menunjukkan bahwa atribusi serangan menuju Mekkah masih menjadi bagian dari perselisihan klaim antara kedua pihak. Karena itu, informasi mengenai pelaku, sasaran, dan jenis ancaman perlu dibedakan antara keterangan resmi Saudi dan bantahan dari pihak Houthi.
Perspektif UBN Newsroom | Menjaga Kesucian, Menjaga Ketenangan
Mekkah bukan sekadar sebuah kota. Ia adalah tanah suci yang memiliki kedudukan istimewa dalam syariat Islam dan menjadi kiblat umat Muslim di seluruh dunia.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang kafir dan yang menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di sana maupun yang datang dari luar, dan siapa saja yang bermaksud melakukan kejahatan secara zalim di dalamnya, niscaya akan Kami rasakan kepadanya siksa yang pedih.”
(QS. Al-Hajj [22]: 25)
Keselamatan tanah suci dan jamaah merupakan perkara yang sangat penting. Karena itu, menghadapi situasi keamanan seperti ini membutuhkan ikhtiar, kewaspadaan, doa, serta informasi yang benar.
Di tengah ancaman yang dapat memicu kepanikan, umat juga perlu menjaga tatsabbut dan tabayyun. Klaim mengenai pelaku dan sasaran serangan harus dibedakan antara keterangan resmi, laporan lapangan, dan bantahan dari pihak yang dituduh.
Bagi masyarakat Indonesia yang memiliki keluarga atau jamaah di Arab Saudi, mengikuti arahan otoritas setempat merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keselamatan. Ketenangan bukan berarti mengabaikan ancaman, melainkan menghadapi keadaan dengan kewaspadaan, doa, dan langkah yang bertanggung jawab.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment