SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Internasional
Home » Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Prioritas di Tengah Konflik Saudi-Houthi

Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Prioritas di Tengah Konflik Saudi-Houthi

JAKARTA | UBN Newsroom — Jumat, 7 Rabiul Akhir 1448 H / 18 September 2026 M.

Komnas Haji dan Umrah meminta keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Situasi tersebut dinilai berpotensi berdampak terhadap keamanan wilayah, jalur penerbangan, dan perjalanan ibadah umrah.

Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj mengatakan aspek keselamatan perlu menjadi pertimbangan dalam setiap keputusan mengenai keberangkatan, penundaan, perubahan rute, maupun pemulangan jemaah.

“Ibadah umrah harus dilaksanakan secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. Jika kondisi keamanan dinilai berisiko, penundaan sementara merupakan langkah pelindungan, bukan bentuk penghalangan terhadap pelaksanaan ibadah,” ujar Mustolih, Jumat (18/9/2026).

Pemerintah Diminta Perkuat Koordinasi

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Komnas Haji dan Umrah mendorong Kementerian Haji dan Umrah RI menjadi pusat koordinasi perlindungan jemaah bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, perwakilan Indonesia di Arab Saudi, maskapai, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), dan asosiasi terkait.

Pemerintah diminta menyediakan informasi melalui satu sumber yang terkoordinasi, melakukan pendataan jemaah secara waktu nyata, serta menyiapkan skenario penundaan, perubahan penerbangan, hingga pemulangan darurat.

Komnas Haji dan Umrah juga meminta travel umrah menyampaikan perkembangan situasi secara jujur dan berkala. Penyelenggara diharapkan memastikan kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, pendampingan, hingga kepulangan tetap terpenuhi.

“Keadaan konflik tidak boleh dijadikan alasan untuk menelantarkan jemaah atau membebankan biaya tambahan secara sepihak,” tegas Mustolih.

Lima Langkah Perlindungan Jemaah

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Komnas Haji dan Umrah merekomendasikan lima langkah, yaitu mengaktifkan pusat koordinasi krisis, melakukan pendataan jemaah secara waktu nyata, serta menerbitkan informasi keamanan secara berkala melalui kanal resmi.

Selain itu, pemerintah dan penyelenggara diminta menyiapkan skenario penundaan, perubahan rute, maupun evakuasi dengan menjamin akomodasi, konsumsi, layanan kesehatan, komunikasi, dan pemulangan. Hak jemaah juga perlu dipastikan melalui penjadwalan ulang atau pengembalian dana apabila perjalanan tidak dapat dilaksanakan.

Ketegangan keamanan meningkat setelah otoritas Arab Saudi melaporkan pencegatan pesawat nirawak yang disebut bergerak menuju arah Makkah pada 15 September 2026. Saudi mengaitkannya dengan Houthi, sementara pihak Houthi membantah bertanggung jawab, sehingga atribusi tersebut tetap perlu disampaikan berdasarkan keterangan masing-masing pihak.

Komnas Haji dan Umrah menegaskan jemaah berhak memperoleh informasi yang benar, perlindungan keamanan, kepastian pelayanan, dan penyelesaian yang adil apabila perjalanan mengalami penundaan atau pembatalan. Di sisi lain, jemaah diminta mengikuti arahan pemerintah, otoritas Arab Saudi, dan petugas PPIU serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Perspektif UBN Newsroom | Menjaga Jiwa dalam Menunaikan Ibadah

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Keselamatan merupakan bagian penting dalam menjaga kemaslahatan manusia. Dalam situasi yang belum pasti, ikhtiar untuk menghindari risiko bukan berarti mengurangi semangat beribadah, melainkan bagian dari tanggung jawab seorang Muslim dalam menjaga jiwa.

Allah SWT berfirman:

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya:

“Dan infakkanlah hartamu di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan dengan tanganmu sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

(QS. Al-Baqarah [2]: 195)

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah perlu ditempuh dengan ikhtiar yang bertanggung jawab. Ketika kondisi keamanan berubah, keputusan mengenai perjalanan juga perlu mempertimbangkan keselamatan, informasi yang terverifikasi, serta arahan otoritas yang berwenang.

Bagi jemaah yang telah merencanakan umrah, ketenangan dan kehati-hatian menjadi penting. Jangan sampai kekhawatiran memunculkan kepanikan, tetapi jangan pula keinginan beribadah membuat risiko keselamatan diabaikan.

Pada akhirnya, keselamatan jemaah, kepastian pelayanan, keterbukaan informasi, dan koordinasi seluruh pihak menjadi bagian dari amanah dalam menjaga perjalanan menuju Tanah Suci.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement