JAKARTA, UBN NEWSROOM — Sabtu, 7 Rabiul Akhir 1448 H / 19 September 2026 M.
NGAWI — Peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tidak hanya menjadi pertemuan besar santri dan alumni. Momentum satu abad tersebut juga menghadirkan wajah diplomasi pendidikan ketika sembilan duta besar negara sahabat mengunjungi PMDG Putri Kampus 1 di Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, Jumat (18/9/2026).
Kesembilan duta besar tersebut mewakili Mesir, Qatar, Turki, Sudan, Kuwait, Oman, Yaman, Suriah, dan Palestina. Selain mereka, hadir pula perwakilan diplomatik dari Yordania dan Jepang. Kunjungan dilakukan sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kampus Pusat Gontor di Mlarak, Ponorogo, untuk mengikuti puncak Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor.
DIPLOMAT NEGARA SAHABAT HADIR DI MANTINGAN
Di antara diplomat yang hadir adalah Duta Besar Mesir Yasser Hassan Farag Elshemy, Duta Besar Qatar Dr Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, Duta Besar Turki Prof Dr Talip Küçükcan, Duta Besar Sudan Dr Yassir Mohamed Ali Mohamed, Duta Besar Oman Mohamed Ahmed Salim Alshanfari, Duta Besar Yaman Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, Duta Besar Suriah Abdulmonem Annan, serta Duta Besar Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari.

Sejumlah nama tersebut juga tercatat dalam sumber diplomatik resmi. Kementerian Luar Negeri Qatar mencatat Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari sebagai Duta Besar Qatar untuk Indonesia sejak menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2026. Sementara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI menyebut Talip Küçükcan sebagai Duta Besar Turki untuk Indonesia.
Duta Besar Yaman Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh juga tercatat secara resmi menjabat sejak 2025. Sedangkan Abdulmonem Annan masih tercatat sebagai Duta Besar Suriah untuk Indonesia dalam daftar diplomatik ASEAN pada Maret 2026.
Rombongan tiba melalui Bandar Udara Adi Soemarmo, Solo, sebelum bergerak menuju Mantingan. Di PMDG Putri Kampus 1, para diplomat disambut keluarga besar pondok dengan iringan marawis sebelum memasuki auditorium untuk mengikuti rangkaian pertemuan.
DIPLOMASI PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN HOLISTIK
Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi menyambut langsung rombongan. Kunjungan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari silaturahim Gontor dengan negara-negara sahabat sekaligus ruang untuk memperkenalkan secara langsung kehidupan pendidikan pesantren kepada para diplomat asing.
Pertemuan utama berlangsung sekitar pukul 14.30 hingga 16.00 WIB. Acara dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Alquran sebelum dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Gontor serta para duta besar.
Di hadapan para diplomat, Hamid menekankan karakter pendidikan Gontor sebagai pendidikan holistik. Santri tidak hanya menjalani pembelajaran formal di kelas, tetapi hidup dalam sebuah lingkungan pendidikan yang menggabungkan pembentukan intelektual, spiritual, karakter, bahasa, organisasi, disiplin, dan kepemimpinan.
Gagasan tersebut memang menjadi salah satu pesan yang dibawa Gontor dalam rangkaian peringatan satu abadnya. Dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) di Jakarta pada Sabtu, 5 September 2026, Hamid mengatakan sistem pesantren merupakan bentuk pendidikan holistik yang dapat ditawarkan Indonesia kepada masyarakat internasional.
“Sistem pendidikan di pesantren benar-benar holistik dan dapat kita tawarkan kepada dunia internasional sebagai alternatif pendidikan manusia seutuhnya, demi menciptakan perdamaian global,” kata Hamid dalam forum tersebut.
Pesan itu memperoleh konteks berbeda ketika para diplomat melihat sendiri kehidupan pesantren di Mantingan. Para tamu tidak hanya mengikuti acara formal, tetapi juga berkeliling kawasan pondok, melihat aktivitas pendidikan santriwati, melaksanakan shalat berjamaah, dan mengikuti jamuan bersama sebelum meninggalkan kampus.
JEJAK INTERNASIONAL DI KAMPUS PUTRI
Pemilihan PMDG Putri Kampus 1 sebagai tempat persinggahan para duta besar memiliki dimensi sejarah tersendiri. Kampus di Sambirejo, Mantingan tersebut merupakan realisasi cita-cita Gontor untuk menyediakan sistem pendidikan modern bagi santriwati.
Gontor Putri Kampus 1 dibuka pada 1990 setelah gagasan mengenai pendidikan putri tersimpan selama puluhan tahun. Situs resmi Gontor mencatat kampus tersebut berdiri di atas tanah wakaf keluarga H Anwar Shodiq di Mantingan.
Pembukaan resminya pada 31 Mei 1990 dilakukan Menteri Agama Munawir Sjadzali. Menariknya, Duta Besar Mesir untuk Indonesia ketika itu ikut mendampingi acara peresmian. Dengan demikian, kehadiran diplomat asing di Mantingan pada peringatan satu abad Gontor pada 2026 mempunyai jejak historis yang dapat ditarik hingga kelahiran kampus putri tersebut lebih dari tiga dekade sebelumnya.
Sistem pendidikan Gontor Putri kemudian mengacu kepada Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) yang diterapkan di Gontor putra. Pada kampus putri, sistem tersebut dijalankan melalui Kulliyyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyyah dengan penyesuaian terhadap kebutuhan pendidikan santriwati.
Pendidikan berlangsung tidak hanya melalui kurikulum kelas. Kehidupan asrama, bahasa, organisasi, kepramukaan, ibadah, keterampilan dan berbagai aktivitas keseharian ditempatkan sebagai bagian dari proses pendidikan.
Karakter itulah yang diperlihatkan kepada para tamu diplomatik pada Jumat.
DARI MESIR HINGGA PALESTINA
Kehadiran sembilan duta besar juga memperlihatkan luasnya hubungan Gontor dengan dunia luar, khususnya negara-negara Muslim.
Mesir memiliki posisi historis tersendiri dalam perjalanan pendidikan Gontor. Hubungan keilmuan dengan Al Azhar telah menjadi salah satu jalur penting pendidikan alumni Gontor selama beberapa generasi. Pada puncak peringatan seabad di Ponorogo, Wakil Grand Syaikh Al Azhar Mesir Mohamed Abdelrahman Eldeweny juga dijadwalkan memberikan sambutan.
Turki menjadi negara lain yang dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak menjalin hubungan pendidikan dengan Indonesia. Pemerintah Indonesia dan Turki pada Mei 2026 membahas penguatan kerja sama pendidikan tinggi, riset, pembelajaran bahasa dan budaya, serta teknologi dan inovasi.
Duta Besar Turki Talip Küçükcan dalam kunjungan di Mantingan menaruh perhatian terhadap model pendidikan Gontor. Ia menggambarkan pesantren sebagai lingkungan tempat pendidikan, patriotisme, dan pembentukan calon pemimpin bertemu dalam satu sistem.
Kehadiran Palestina membawa makna tersendiri di tengah hubungan masyarakat Indonesia dengan Palestina. Duta Besar Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari selama 2026 aktif menghadiri berbagai kegiatan pendidikan, sosial dan kemanusiaan di Indonesia.
Hubungan historis juga terlihat melalui kehadiran Duta Besar Yaman Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh. Dalam sejumlah pertemuan sebelumnya di Jawa Timur, Balfakeeh telah membicarakan peluang memperkuat kerja sama Indonesia-Yaman di bidang pendidikan, budaya, dan pertukaran mahasiswa.
SEABAD GONTOR BERGERAK KE DUNIA
Kunjungan para diplomat berlangsung sehari menjelang puncak resepsi satu abad Gontor yang digelar Sabtu (19/9/2026) di Ponorogo. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri acara tersebut bersama sejumlah pejabat negara, tokoh masyarakat, pimpinan pesantren, alumni, dan tamu internasional.
Sejak Jumat, puluhan ribu alumni juga telah memadati Gontor untuk mengikuti khataman Alquran dan sujud syukur. Panitia memperkirakan sekitar 20 ribu alumni datang mengikuti rangkaian peringatan. Situs resmi Gontor menyebut kegiatan berlangsung selama tiga hari, 18 hingga 20 September 2026.
Panitia sebelumnya menyatakan peringatan satu abad Gontor tidak hanya dirancang sebagai perayaan usia. Rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk menunjukkan sistem pendidikan pesantren kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk dunia internasional.
GIHES yang digelar dua pekan sebelum acara puncak menjadi salah satu bagian dari agenda tersebut. Forum itu menghadirkan akademisi dan pakar pendidikan lintas negara untuk mendiskusikan model pendidikan holistik berbasis pesantren.
Kunjungan sembilan duta besar ke Mantingan kemudian membawa gagasan yang sebelumnya dibicarakan dalam ruang konferensi ke lingkungan pesantren itu sendiri.
Para diplomat dapat melihat kehidupan santriwati dari dekat, sementara Gontor memperoleh ruang memperkenalkan model pendidikannya langsung kepada perwakilan sejumlah negara.
Rombongan meninggalkan Mantingan sekitar pukul 17.00 WIB untuk melanjutkan perjalanan menuju kawasan Madiun dan kemudian Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Pusat di Ponorogo.
Dalam perjalanan menuju perayaan satu abad Gontor, Mantingan akhirnya bukan sekadar tempat persinggahan. Kampus putri yang lahir dari amanat wakaf dan cita-cita pendidikan lebih dari tiga dekade lalu itu menjadi salah satu pintu tempat Gontor memperlihatkan wajah pendidikan pesantren kepada dunia.
Sembilan duta besar datang sebagai tamu. Namun pertemuan di Mantingan membawa pesan yang lebih luas: memasuki abad keduanya, Gontor tidak hanya merayakan perjalanan seratus tahun, tetapi juga berusaha membawa pengalaman pendidikan pesantren Indonesia memasuki percakapan global.
PERSPEKTIF UBN NEWSROOM
PENDIDIKAN SEBAGAI JEMBATAN PERADABAN
Pertemuan antara pesantren dan para diplomat memperlihatkan bahwa pendidikan dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan nilai antarmasyarakat. Dalam konteks Gontor, pendidikan tidak hanya berlangsung melalui ruang kelas, tetapi juga melalui kehidupan keseharian, pembentukan karakter, bahasa, organisasi, dan pengabdian.
Ketika model pendidikan pesantren diperkenalkan kepada masyarakat internasional, amanah yang menyertainya bukan sekadar memperluas pengenalan terhadap sebuah lembaga. Yang lebih penting adalah menjaga mutu ilmu, karakter, dan tujuan pendidikan agar tetap menjadi dasar dalam setiap perkembangan lembaga.
Allah Ta’ala berfirman:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Mujadilah [58]: 11)
AMANAH MEMBAWA PENDIDIKAN KE RUANG GLOBAL
Memasuki abad kedua, hubungan internasional dalam bidang pendidikan dapat menjadi ruang bagi lembaga-lembaga pesantren Indonesia untuk memperkenalkan pengalaman dan model pendidikannya sekaligus belajar dari perkembangan pendidikan di berbagai negara.
Namun keterbukaan tersebut perlu berjalan bersama keteguhan terhadap tujuan pendidikan. Perjumpaan dengan dunia internasional bukan sekadar tentang semakin banyaknya tamu atau luasnya jaringan, melainkan tentang sejauh mana ilmu dan pendidikan dapat melahirkan manusia yang berkarakter, berpengetahuan, dan mampu memberikan manfaat.
DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN
UBN Newsroom hadir sebagai bagian dari ikhtiar dakwah dan jurnalisme peradaban untuk menyampaikan informasi yang teruji, mencerdaskan umat, serta menghadirkan perspektif Islam dalam membaca berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dan dunia.
Keberlangsungan kerja dakwah dan jurnalisme membutuhkan dukungan bersama. Setiap dukungan yang diberikan menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga keberlanjutan produksi konten, peliputan, riset, verifikasi informasi, dan penyebaran narasi yang membawa kemaslahatan bagi umat.
Dukungan operasional dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment