JAKARTA, UBN NEWSROOM — Senin, 10 Rabiul Akhir 1448 H / 21 September 2026 M.
RIYADH — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat di tengah ancaman berlanjut antara Iran dan Amerika Serikat serta eskalasi pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman. Arab Saudi pada Senin, 21 September 2026, melakukan komunikasi dengan Mesir, Turki, dan Kuwait untuk membahas perkembangan kawasan dan upaya meredakan ketegangan.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan para menteri luar negeri Mesir, Turki, dan Kuwait. Menurut Kementerian Luar Negeri Arab Saudi sebagaimana diberitakan Al Jazeera, pembicaraan tersebut membahas “upaya bersama” untuk meredam ketegangan dan menjaga keamanan serta stabilitas kawasan.
Pada saat yang sama, perkembangan militer di Iran dan Yaman menunjukkan bahwa ketegangan kawasan belum mereda.
IRAN SIAP MENGHADAPI SERANGAN BARU
Komandan Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Amir Hatami mengatakan pasukannya berada dalam kondisi siap menghadapi kemungkinan serangan baru dari Amerika Serikat atau Israel.
Menurut Al Jazeera, Hatami menyatakan bahwa pasukan Iran “fully prepared, vigilant, and ready” untuk menghadapi serangan baru. Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan ancaman dan mengatakan bahwa dirinya masih mempertimbangkan sejumlah pilihan terhadap Iran.
Komando militer pusat Iran sebelumnya juga menyatakan telah menerima informasi bahwa Amerika Serikat sedang mempersiapkan kemungkinan serangan baru. Tehran memperingatkan bahwa serangan baru akan dibalas dan negara-negara kawasan yang memberikan fasilitas atau wilayahnya untuk mendukung serangan tersebut dapat dianggap terlibat dalam konflik.
Di sisi lain, jalur diplomasi masih berlangsung. Iran disebut telah menyampaikan sejumlah persyaratan kepada mediator Qatar dan Pakistan untuk membuka kembali pembicaraan, termasuk penghentian perang dan serangan Amerika Serikat, pembebasan dana Iran yang dibekukan, serta pencabutan blokade laut Amerika Serikat.
DIPLOMASI REGIONAL DIGERAKKAN
Pembicaraan Saudi Arabia dengan Mesir, Turki, dan Kuwait berlangsung ketika negara-negara kawasan menghadapi risiko meluasnya konflik dari Iran ke negara-negara sekitarnya.
Arab Saudi, Turki, dan Pakistan sebelumnya telah menandatangani Mecca Joint Defence Agreement yang dimaksudkan untuk memperkuat pencegahan kolektif terhadap agresi. Al Jazeera sebelumnya melaporkan bahwa Pakistan memperingatkan serangan Houthi terhadap Saudi dapat mengaktifkan kesepakatan tersebut.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan juga mengatakan Turki siap membantu memenuhi kebutuhan militer Saudi dalam kerangka perjanjian tersebut, khususnya kebutuhan teknis. Reuters melaporkan Fidan menyebut serangan terhadap salah satu negara anggota dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota berdasarkan kesepakatan tersebut.
Sementara itu, Pakistan tetap memainkan jalur diplomasi. Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi melakukan kunjungan ke Tehran ketika Islamabad berupaya menjaga komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat. Al Jazeera melaporkan kunjungan tersebut berlangsung di tengah upaya mediator untuk menghidupkan kembali perundingan.
PERTEMPURAN YAMAN KEMBALI MEMANAS
Di Yaman, pasukan pemerintah yang didukung Saudi dilaporkan merebut kembali sejumlah posisi garis depan di sekitar Taiz dari kelompok Houthi.
Seorang komandan militer Yaman mengatakan kepada kantor berita pemerintah Saba bahwa pasukan pemerintah dan kelompok suku sekutu berhasil merebut sejumlah wilayah di sekitar kota Taiz setelah bentrokan dengan pasukan Houthi. Klaim mengenai korban dan kerugian di pihak Houthi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Al Jazeera.
Perkembangan tersebut terjadi setelah Houthi memperluas pengaruhnya di sejumlah wilayah Yaman dan meningkatkan tekanan terhadap Saudi Arabia. Al Jazeera melaporkan bahwa konflik kembali meningkat setelah periode relatif tenang yang mengikuti gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2022.
Pada September ini, eskalasi juga telah menyebabkan perpindahan penduduk dalam jumlah besar. Al Jazeera mengutip PBB bahwa permusuhan di Yaman telah menyebabkan sedikitnya 125.000 orang mengungsi sejak awal September.
LAUT MERAH DAN SELAT BAB AL-MANDEB IKUT TERDAMPAK
Eskalasi di Yaman memiliki dampak lebih luas karena wilayah konflik berada di sekitar jalur pelayaran strategis Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb.
Al Jazeera melaporkan bahwa Houthi telah memperkuat penguasaan atas sejumlah wilayah di pesisir Laut Merah Yaman. Perkembangan tersebut menambah tekanan terhadap salah satu jalur pelayaran penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Reuters juga melaporkan bahwa lalu lintas kapal di Bab al-Mandeb menurun, sementara ketegangan di Selat Hormuz membuat arus perdagangan energi global semakin rentan terhadap gangguan. Pada akhir pekan, hanya 17 kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz, turun dari 37 kapal pada akhir pekan sebelumnya.
DAMPAK MULAI TERASA PADA ENERGI GLOBAL
Konflik Iran dan eskalasi di Yaman kini saling beririsan dengan jalur energi dunia.
Reuters melaporkan bahwa serangan Houthi terhadap infrastruktur energi Saudi mendorong Saudi Arabia meningkatkan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Pada pekan 13 September, sebanyak 22 kapal tanker yang membawa sekitar 42 juta barel minyak mentah keluar melalui selat tersebut.
Harga minyak Brent juga masih berada di sekitar atau di atas US$100 per barel dalam beberapa hari terakhir, meskipun pasar merespons kemungkinan terbukanya kembali jalur diplomasi antara Washington dan Tehran.
Iran sendiri menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Al Jazeera melaporkan data pemerintah Iran menunjukkan ekonomi negara tersebut menyusut 10,1 persen secara tahunan pada kuartal pertama tahun kalender Persia 2026, sementara sektor minyak dan gas mengalami kontraksi 26,4 persen.
PERSPEKTIF UBN NEWSROOM
MENAHAN ESKALASI, MENJAGA KEAMANAN
Perkembangan di Iran, Yaman, Saudi Arabia, Laut Merah, dan Selat Hormuz menunjukkan bahwa konflik regional tidak hanya berdampak pada kepentingan militer negara-negara yang terlibat, tetapi juga menyentuh keamanan masyarakat sipil, jalur perdagangan, energi, dan stabilitas kawasan.
Di tengah situasi tersebut, komunikasi antarnegara dan jalur diplomasi menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mencegah konflik berkembang menjadi lebih luas.
Allah berfirman:
فَإِن جَنَحُوا۟ لِلسَّلْمِ فَٱجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
“Jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(Q.S. Al-Anfal: 61)
AMANAH DALAM MENJAGA KESELAMATAN
Dalam membaca konflik, perhatian tidak semestinya berhenti pada pergerakan militer dan kepentingan strategis. Dampaknya terhadap masyarakat sipil, pengungsi, kebutuhan pangan, layanan kesehatan, serta keamanan jalur perdagangan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Ketegangan yang meluas di Timur Tengah memperlihatkan betapa cepat konflik di satu wilayah dapat berdampak pada kawasan lain. Karena itu, upaya menjaga keamanan, membuka ruang diplomasi, dan mencegah meluasnya permusuhan menjadi bagian dari tanggung jawab negara-negara yang memiliki pengaruh di kawasan.
CATATAN REDAKSI
Laporan utama dalam berita ini merujuk pada pembaruan langsung Al Jazeera pada 21 September 2026 mengenai perkembangan perang Iran dan eskalasi di Yaman. Informasi mengenai pernyataan Iran, perkembangan Taiz, komunikasi Saudi Arabia dengan negara-negara kawasan, serta jalur diplomasi Pakistan disajikan berdasarkan laporan Al Jazeera dan dikonfirmasi silang dengan laporan Reuters pada bagian yang tersedia.
Klaim dari pihak militer Iran, pemerintah Yaman, maupun kelompok Houthi diperlakukan sebagai pernyataan pihak terkait apabila belum memperoleh verifikasi independen.
DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN
UBN Newsroom hadir sebagai bagian dari ikhtiar dakwah dan jurnalisme peradaban untuk menyampaikan informasi yang teruji, mencerdaskan umat, serta menghadirkan perspektif Islam dalam membaca berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dan dunia.
Dukungan operasional dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment