JAKARTA, UBN NEWSROOM — Senin, 10 Rabiul Akhir 1448 H / 21 September 2026 M.
Setelah 8 tahun penantian sejak masuk daftar pantau pada 2018, pasar modal Vietnam akhirnya resmi naik kelas. FTSE Russell, salah satu penyedia indeks global terbesar dunia, secara resmi memasukkan Vietnam ke dalam jajaran Secondary Emerging Market mulai hari ini, Senin (21/9/2026).
Langkah ini menempatkan Vietnam dalam kelompok pasar berkembang sekunder bersama sejumlah negara besar di Asia dan membuka akses lebih luas bagi investor global yang menggunakan indeks FTSE sebagai acuan. FTSE Russell sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa Vietnam memenuhi seluruh kriteria untuk memperoleh status tersebut setelah menjalankan berbagai reformasi pasar.
Bukan Sekadar Status, Tapi Uang Nyata
FTSE Russell memperkirakan re-klasifikasi ini berpotensi mengalihkan dana hingga US$6 miliar atau sekitar Rp98 triliun ke pasar saham Vietnam.
Namun, dana tersebut tidak akan masuk sekaligus. Proses inklusi dilakukan secara bertahap dalam empat fase hingga 2027:
September 2026: 10%
Maret 2027: 20%
Juni 2027: 35%
September 2027: 35%
Dengan demikian, bobot inklusi kumulatifnya akan menjadi 10%, 30%, 65%, kemudian 100% pada September 2027. FTSE Russell menjelaskan bahwa tahapan tersebut dirancang agar proses transisi berlangsung tertib sekaligus memberikan waktu bagi pasar untuk menyesuaikan diri dengan arus modal dan kebutuhan likuiditas.
Vanguard, salah satu manajer aset terbesar di dunia, juga mengumumkan rencana meningkatkan eksposurnya di Vietnam menjadi sekitar US$2,5 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
Pasar juga mulai menunjukkan meningkatnya minat investor asing menjelang perubahan status. Reuters melaporkan investor asing membukukan pembelian bersih sekitar US$104 juta atau 2,7 triliun dong Vietnam pada pekan sebelumnya, meskipun secara kumulatif sepanjang tahun investor asing masih berada dalam posisi net sell.
Kunci di Balik Lolosnya Vietnam
Keberhasilan ini bukan kebetulan. Vietnam melakukan berbagai reformasi untuk memenuhi standar internasional FTSE Russell.
Pada evaluasi interim Maret 2026, FTSE Russell mencatat kemajuan Vietnam dalam menyediakan akses melalui global broker, menghapus persyaratan pre-funding bagi investor institusional asing melalui penerapan model non-prefunding, serta membentuk mekanisme formal untuk menangani failed trades.
FTSE Russell kemudian mengonfirmasi bahwa Vietnam memenuhi seluruh kriteria untuk status Secondary Emerging Market, dengan perubahan klasifikasi berlaku mulai pembukaan perdagangan pada 21 September 2026.
Pemerintah Vietnam juga menempatkan reformasi pasar modal sebagai bagian dari agenda memperkuat kualitas, transparansi, dan kemampuan pasar dalam menarik modal internasional.
Dalam konferensi resmi menjelang pemberlakuan status baru, Menteri Keuangan Vietnam Ngô Văn Tuấn menyebut kenaikan status tersebut sebagai tonggak penting bagi pasar keuangan Vietnam. Pemerintah Vietnam menekankan bahwa peluang memperoleh arus modal internasional harus diikuti peningkatan kualitas pasar, modernisasi infrastruktur, penguatan tata kelola, dan kemampuan menarik modal yang berkualitas serta berjangka panjang.
Lalu Bagaimana dengan Indonesia?
Di saat Vietnam merayakan kenaikan kelas, Indonesia justru sedang menjadi perhatian dalam evaluasi MSCI.
Dalam hasil MSCI 2026 Market Classification Review yang diterbitkan Juni 2026, MSCI menyatakan masih menilai persoalan transparansi kepemilikan saham dan coordinated trading di pasar Indonesia.
MSCI juga mencatat sejumlah langkah reformasi yang diumumkan OJK, Bursa Efek Indonesia, dan KSEI, termasuk peningkatan keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, High Shareholding Concentration framework, serta roadmap peningkatan minimum free float menjadi 15%.
MSCI menyatakan apabila kemajuan yang dinilai memadai belum terlihat pada November 2026, lembaga tersebut dapat mempertimbangkan sejumlah opsi, termasuk konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
Pernyataan tersebut merupakan bagian dari mekanisme evaluasi MSCI dan bukan keputusan bahwa Indonesia telah diturunkan statusnya.
Jalan Berikutnya: MSCI
Masuknya Vietnam ke FTSE Secondary Emerging Market menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan integrasi pasar modal Vietnam ke sistem keuangan global. Namun, status FTSE dan MSCI ditentukan melalui metodologi serta proses klasifikasi yang berbeda.
Target berikutnya yang lebih besar adalah MSCI Emerging Market. Untuk itu, Vietnam masih memiliki sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan dalam aspek aksesibilitas pasar.
Salah satunya adalah penerapan mekanisme Central Counterparty Clearing (CCP) yang ditargetkan berjalan pada 2027. Dalam Global Market Accessibility Review 2026, MSCI menyebut implementasi CCP sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur penyelesaian transaksi dan kerangka non-prefunding jangka panjang Vietnam.
Jika reformasi tersebut terus berjalan, Vietnam memiliki ruang untuk memperkuat posisi di hadapan lembaga indeks global lainnya. Namun, angka US$25 miliar yang disebut dalam sejumlah analisis sebagai potensi dana apabila Vietnam masuk MSCI Emerging Markets bukan merupakan proyeksi resmi MSCI.
PERSPEKTIF UBN NEWSROOM
NAIK KELAS BERARTI NAIK STANDAR
Kenaikan klasifikasi pasar modal bukan hanya persoalan perubahan label. Di baliknya terdapat proses panjang untuk membangun akses, transparansi, infrastruktur, tata kelola, dan kepercayaan investor.
Vietnam menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pasar membutuhkan reformasi yang konsisten. Ketika akses terhadap modal global semakin terbuka, tuntutan terhadap kualitas pengelolaan pasar juga semakin besar.
AMANAH DALAM PENGELOLAAN KEKAYAAN
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”
(Q.S. An-Nisa [4]: 58)
Dalam konteks pasar keuangan, amanah dapat tercermin melalui keterbukaan informasi, perlindungan terhadap hak investor, tata kelola yang baik, serta mekanisme perdagangan yang adil dan dapat dipertanggungjawabkan.
CATATAN REDAKSI
Vietnam resmi masuk Secondary Emerging Market FTSE Russell mulai 21 September 2026. Potensi arus dana hingga US$6 miliar merupakan estimasi dampak re-klasifikasi, bukan jaminan dana yang masuk sekaligus.
Adapun evaluasi terhadap Indonesia berasal dari MSCI dan masih berada dalam proses penilaian, bukan keputusan penurunan status.
DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Keberlangsungan kerja dakwah dan jurnalisme membutuhkan dukungan bersama. Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom serta dukungan tanggap bencana dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment