SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Internasional
Home » Raja Salman Kecam Dugaan Upaya Houthi Menargetkan Mekkah

Raja Salman Kecam Dugaan Upaya Houthi Menargetkan Mekkah

JEDDAH | UBN Newsroom — Rabu, 11 Rabiul Akhir 1448 H / 23 September 2026 M.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengecam apa yang disebut pemerintah Saudi sebagai upaya kelompok Houthi menargetkan Mekkah. Dalam rapat kabinet di Jeddah, Selasa (22/9/2026), Raja Salman menyebut Houthi sebagai “milisi teroris” dan menyatakan dugaan serangan tersebut melanggar kesucian tempat-tempat suci.

Pernyataan itu disampaikan setelah Arab Saudi pada 15 September melaporkan telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone di sebelah selatan Mekkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang kota suci tersebut. Otoritas Saudi menyatakan drone itu diluncurkan Houthi, sedangkan pihak Houthi membantah telah menargetkan Mekkah atau situs-situs keagamaan.

Raja Salman Soroti Keamanan Tempat Suci

Dalam pernyataan resmi SPA, Raja Salman memuji personel militer dan keamanan yang bertugas menjaga negara serta menghadapi ancaman terhadap tempat-tempat suci, jamaah, warga negara, dan penduduk Saudi. Ia menyebut dugaan upaya menargetkan Mekkah sebagai tindakan yang memprovokasi umat Islam di seluruh dunia.

Di Sidang Umum PBB, Erdogan Kecam Keras Israel Atas Penindasan Palestina

Insiden tersebut terjadi di tengah peningkatan serangan yang dikaitkan dengan Houthi terhadap sejumlah wilayah Saudi. Pada 19 September, koalisi pimpinan Saudi menyatakan pertahanan udara negaranya mencegat sebuah rudal balistik yang diluncurkan menuju Riyadh, sementara upaya serangan lainnya dilaporkan terjadi di Baish, Taif, Farasan, dan Yanbu.

Ketegangan Meluas ke Infrastruktur dan Jalur Laut

Reuters melaporkan serangan Houthi juga meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan infrastruktur energi dan jalur pelayaran di kawasan. Gangguan terhadap rute laut strategis berpotensi memengaruhi perdagangan dan distribusi energi internasional.

Kabinet Saudi dalam pertemuan yang sama menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, kedaulatan negara, penyelesaian sengketa secara damai, serta keamanan navigasi di perairan internasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks meningkatnya ketegangan regional dan gangguan terhadap jalur perdagangan.

Kerja Sama Pertahanan Saudi, Turki, dan Pakistan

Witkoff dan Menlu Iran Araghchi Bertemu di New York

Ketegangan tersebut juga berlangsung setelah Arab Saudi, Turki, dan Pakistan membentuk kerja sama pertahanan melalui Mecca Joint Defence Agreement. Perjanjian itu menggunakan prinsip pertahanan bersama, dengan serangan bersenjata terhadap salah satu anggota dipandang sebagai serangan terhadap ketiganya.

Pada perkembangan terbaru, Turki menyatakan kesiapannya memberikan dukungan teknis militer kepada Arab Saudi berdasarkan perjanjian tersebut. Namun, Turki juga menekankan pentingnya penyelesaian diplomatik terhadap konflik yang sedang berlangsung.

Mekkah dan Kesucian Tempat Ibadah

Mekkah merupakan kota suci bagi umat Islam dan menjadi lokasi Masjidil Haram serta Ka’bah. Karena itu, kabar mengenai dugaan ancaman terhadap wilayah tersebut memiliki dampak yang luas, terutama bagi keselamatan jamaah dan aktivitas ibadah.

Di tengah situasi tersebut, penting membedakan antara klaim resmi pihak Saudi mengenai asal dan tujuan drone dengan bantahan dari pihak Houthi. Hingga laporan ini disusun, laporan mengenai penargetan Mekkah merupakan klaim yang saling bertentangan, sementara Saudi menyatakan drone telah dicegat sebelum memasuki wilayah udara terlarang kota tersebut.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Perspektif UBN Newsroom | Menjaga Kesucian dan Keamanan Rumah Allah

Allah SWT memuliakan Masjidil Haram dan menjadikan keamanan sebagai bagian penting dari kehidupan manusia di sekitarnya. Allah berfirman:

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

Artinya:

“Dan (ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka’bah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud.”

(QS. Al-Baqarah [2]: 125)

Kesucian Mekkah bukan hanya persoalan geografis, tetapi berkaitan dengan kehormatan tempat yang menjadi tujuan ibadah umat Islam dari berbagai penjuru dunia. Karena itu, setiap ancaman terhadap keamanan jamaah dan tempat suci perlu dihadapi dengan ikhtiar perlindungan yang terukur, sekaligus menghindari tindakan yang semakin memperluas korban dan ketegangan.

Dalam situasi konflik yang melibatkan banyak pihak, informasi juga perlu disampaikan secara hati-hati. Klaim mengenai siapa yang bertanggung jawab dan apa tujuan suatu serangan perlu dibedakan dari fakta yang telah terverifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang belum terbukti.

Menjaga keamanan Mekkah berarti menjaga ruang ibadah jutaan manusia. Semoga Allah SWT melindungi Masjidil Haram, Ka’bah, para jamaah, serta seluruh masyarakat yang berada di Tanah Suci dari segala bentuk bahaya.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement