JAKARTA, UBN NEWSROOM — Senin, 20 Syawal 1448 H / 12 Oktober 2026 M.
Sejumlah maskapai internasional menyesuaikan operasional penerbangan menuju Timur Tengah di tengah meningkatnya risiko keamanan kawasan. Salah satu kebijakan terbaru datang dari Cathay Pacific, yang memperpanjang penangguhan penerbangan penumpang menuju Dubai, Uni Emirat Arab, dan Riyadh, Arab Saudi, hingga 31 Januari 2027.
Kebijakan tersebut berlaku untuk rute yang disebutkan dan tidak berarti seluruh maskapai menghentikan penerbangan ke Timur Tengah hingga 2027. Setiap maskapai menetapkan kebijakan berdasarkan penilaian keamanan, kondisi wilayah udara, dan pertimbangan operasional masing-masing.
Karena itu, calon penumpang perlu memastikan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sesuai rute dan tanggal keberangkatan.
CATHAY PACIFIC PERPANJANG PENANGGUHAN HINGGA JANUARI 2027
Cathay Pacific memperpanjang penangguhan penerbangan penumpang ke Dubai dan Riyadh hingga 31 Januari 2027. Keputusan yang diumumkan pada akhir September 2026 tersebut diambil dengan mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah.
Berdasarkan laporan detikTravel yang mengutip pernyataan resmi maskapai, penumpang yang terdampak dapat mengajukan pengaturan ulang jadwal, perubahan rute, atau pengembalian dana sesuai ketentuan yang berlaku.
Penangguhan tersebut melanjutkan penghentian layanan ke kedua kota yang telah berlangsung sejak Maret 2026. Rencana pengaktifan kembali penerbangan sebelumnya tidak dilanjutkan setelah maskapai mengevaluasi perkembangan situasi di kawasan.
Keputusan ini menunjukkan bahwa pemulihan layanan penerbangan internasional tetap bergantung pada penilaian risiko dan kondisi operasional, meskipun jadwal penerbangan sebelumnya telah direncanakan untuk kembali beroperasi.
MASKAPAI LAIN MENERAPKAN KEBIJAKAN BERBEDA
Penyesuaian operasional juga dilakukan maskapai lain. Reuters melaporkan pada 8 Oktober 2026 bahwa Lufthansa Group dan sejumlah maskapai India, termasuk IndiGo, Air India, dan Akasa Air, turut menangguhkan penerbangan menuju dan dari Riyadh setelah muncul ancaman keamanan baru di kawasan.
Namun, durasi penangguhan masing-masing maskapai berbeda. Lufthansa Group, misalnya, mengumumkan penghentian penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober, sementara beberapa maskapai India menetapkan pembatalan hingga 9 atau 10 Oktober.
KLM juga mengumumkan melalui kanal resminya pada 10 Oktober 2026 bahwa penerbangan ke Dubai, Riyadh, dan Dammam tidak akan dioperasikan hingga 31 Oktober 2026. Maskapai tersebut menyatakan bahwa jadwal dapat berubah mengikuti perkembangan situasi dan kebutuhan operasional.
Perbedaan periode penangguhan ini menegaskan bahwa tidak ada satu kebijakan yang otomatis berlaku bagi seluruh maskapai. Informasi mengenai penghentian penerbangan hingga awal 2027 dalam berita ini secara khusus merujuk pada keputusan Cathay Pacific untuk rute Dubai dan Riyadh.
DAMPAK BAGI CALON JAMAAH UMRAH DAN PENUMPANG INDONESIA
Perubahan jadwal penerbangan internasional perlu menjadi perhatian masyarakat Indonesia, khususnya calon jamaah umrah dan penumpang yang menggunakan penerbangan transit di Timur Tengah.
Meskipun keputusan Cathay Pacific secara khusus mencakup rute Dubai dan Riyadh, gangguan operasional di kawasan dapat memengaruhi rencana perjalanan penumpang yang menggunakan penerbangan lanjutan atau rute penghubung. Dampaknya bergantung pada maskapai, rute, jadwal, dan ketentuan tiket masing-masing.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui portal Safe Travel menyediakan informasi perjalanan bagi WNI di luar negeri, termasuk informasi yang perlu diperhatikan ketika terjadi gangguan perjalanan. Penumpang sebaiknya menghubungi maskapai dan penyelenggara perjalanan untuk memastikan status penerbangan serta alternatif yang tersedia.
Bagi calon jamaah umrah, beberapa langkah berikut dapat dilakukan untuk mengantisipasi perubahan jadwal:
- Memeriksa status penerbangan melalui situs atau layanan resmi maskapai.
- Berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), terutama jika tiket termasuk dalam paket perjalanan.
- Memastikan kembali jadwal transit, rute penghubung, serta ketentuan perubahan atau pembatalan tiket.
- Menyimpan bukti pemesanan dan dokumen perjalanan yang diperlukan untuk pengajuan perubahan jadwal atau pengembalian dana.
- Tidak mengambil keputusan berdasarkan unggahan media sosial yang belum terverifikasi.
Jadwal yang tersedia ketika pemesanan tidak menjamin penerbangan akan berlangsung tanpa perubahan. Oleh karena itu, informasi resmi maskapai dan otoritas terkait perlu menjadi acuan utama dalam menentukan langkah perjalanan

Comment