JAKARTA, UBN NEWSROOM — Selasa, 21 Jumadil Akhir 1448 H / 13 Oktober 2026 M.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M. Cholil Nafis, mengecam serangan kelompok Houthi Yaman yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Ia menegaskan bahwa Islam menjunjung tinggi kehormatan jiwa manusia dan melarang tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat sipil.
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, tersebut menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam serangan itu. Menurutnya, fasilitas publik yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari tidak boleh menjadi sasaran tindakan yang membahayakan nyawa manusia.
“Islam mengajarkan penghormatan terhadap jiwa manusia dan melarang segala bentuk kekerasan yang menimbulkan korban sipil,” ujar Cholil dalam keterangan tertulis pada Selasa (13/10/2026).
Ia menegaskan bahwa tindakan yang mengancam keselamatan masyarakat harus dikecam, terlebih ketika eskalasi konflik berpotensi memperluas penderitaan warga sipil. Upaya menciptakan perdamaian dan menjaga stabilitas kawasan, menurutnya, harus menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat dalam pertikaian.
MUI DESAK PIHAK BERTIKAI KEMBALI KE JALUR DIPLOMASI
Cholil mendesak seluruh pihak yang terlibat konflik untuk menghentikan kekerasan, menahan diri, dan mengutamakan dialog serta diplomasi. Ia mengingatkan bahwa konflik bersenjata yang terus meningkat tidak hanya mengancam keamanan suatu negara, tetapi juga mengganggu kehidupan sosial, aktivitas ekonomi, dan pelaksanaan ibadah umat Islam.
Dampak konflik di kawasan Timur Tengah juga dapat meluas melampaui wilayah yang menjadi sasaran serangan. Gangguan penerbangan, ketidakpastian perjalanan, serta meningkatnya risiko keamanan dapat memengaruhi masyarakat internasional, termasuk warga negara Indonesia yang sedang berada di Arab Saudi.
Karena itu, MUI menyerukan agar penyelesaian konflik ditempuh melalui jalur perundingan yang mengutamakan keselamatan manusia. Menurut Cholil, melanjutkan aksi saling serang hanya berisiko memperbesar penderitaan masyarakat dan memperburuk ketidakstabilan regional.
PEMERINTAH DIMINTA PRIORITASKAN KESELAMATAN WNI
Cholil juga meminta Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan keamanan di Arab Saudi, terutama kondisi jalur penerbangan menuju dan dari negara tersebut. Langkah antisipatif dinilai penting untuk melindungi jemaah umrah, jemaah haji, pekerja migran Indonesia, serta warga Indonesia lainnya yang berada di kawasan terdampak.
Pemerintah diharapkan memperkuat koordinasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia dan otoritas setempat, serta menyampaikan informasi resmi mengenai perkembangan keamanan dan perubahan jadwal penerbangan. Informasi yang akurat dibutuhkan agar masyarakat dapat mengambil keputusan perjalanan secara aman dan tidak bergantung pada kabar yang belum terverifikasi.
Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, perlindungan warga negara perlu berjalan beriringan dengan dorongan diplomasi untuk meredakan konflik. Keselamatan masyarakat sipil harus tetap menjadi prioritas, tanpa membedakan kewarganegaraan maupun latar belakang mereka

Comment