Advertisement
Timur Tengah
Home » Pernyataan Mufti Houthi soal Dua Masjid Suci Picu Kecaman

Pernyataan Mufti Houthi soal Dua Masjid Suci Picu Kecaman

SANAA, UBN NEWSROOM — Kamis, 23 Rabiul Akhir 1448 H / 15 Oktober 2026 M.

Pernyataan Alawi bin Sahl bin Aqil, sosok yang diperkenalkan media Houthi sebagai mufti kelompok tersebut di Provinsi Taiz, Yaman, menuai kecaman setelah sebuah video memperlihatkan dirinya menyebut Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah sebagai sasaran. Ucapannya memicu kontroversi karena penggunaan istilah “menargetkan” dua tempat paling suci bagi umat Islam.

Dalam video yang diberitakan Al Jazeera pada 19 September 2026, Aqil menyampaikan bahwa pihaknya akan “menargetkan” dua masjid suci tersebut agar menjadi mercusuar bagi umat Islam yang merdeka. Ia juga menggunakan istilah yang menggambarkan penghormatan dan pengagungan terhadap keduanya. Pernyataan itu memicu perdebatan karena istilah yang digunakan dinilai ambigu dan dapat ditafsirkan sebagai ancaman terhadap tempat suci.

UCAPAN YANG MEMICU KONTROVERSI

Rekaman tersebut dilaporkan disiarkan melalui Al-Masirah, saluran media yang berafiliasi dengan Houthi, dalam sebuah kegiatan yang dihadiri massa. Sejumlah pihak menafsirkan pernyataan itu sebagai pembenaran terhadap upaya menargetkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sementara konteks kalimat yang disampaikan Aqil juga memuat klaim bahwa kedua tempat tersebut hendak dijadikan pusat bagi umat Islam yang merdeka.

Kapal Tanker Meledak Setelah Terkena Ranjau di Selat Hormuz. Pasokan Minyak Dunia Makin Sulit

Karena itu, pernyataan tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya rencana operasional untuk merebut Makkah dan Madinah. Klaim bahwa sang mufti secara eksplisit menyerukan perebutan kedua kota suci itu belum dapat dipastikan berdasarkan laporan yang tersedia. Meski demikian, pemilihan kata yang merujuk pada “penargetan” dua masjid suci telah memicu kecaman dan kekhawatiran publik.

KETEGANGAN MILITER DI SEKITAR MAKKAH DAN MADINAH

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi. Pada September 2026, otoritas Saudi menyatakan pertahanan udaranya mencegat sebuah drone di wilayah selatan Makkah sebelum memasuki zona udara terbatas. Riyadh mengaitkan insiden tersebut dengan Houthi, tetapi kelompok itu membantah telah menargetkan kota suci tersebut.

Pada 1 Oktober, koalisi pimpinan Saudi juga menyatakan sebuah serangan drone yang dikaitkan dengan Houthi menghantam fasilitas distribusi listrik Taibah di Madinah, yang disebut memasok listrik bagi Masjid Nabawi. Satu transformator dilaporkan tidak beroperasi, tetapi jaringan listrik secara keseluruhan tidak terganggu. Houthi membantah tuduhan terkait serangan tersebut.

Perbedaan keterangan antara pihak Saudi dan Houthi menunjukkan pentingnya memisahkan pernyataan yang terekam dalam video, klaim militer, dan fakta yang telah diverifikasi secara independen. Namun, kontroversi ini kembali menempatkan keamanan dua kota suci dan perlindungan jamaah sebagai perhatian utama dunia Islam.

Arab Saudi Tolak Tawaran Israel untuk Melawan Houthi.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement