TEHERAN, UBN NEWSROOM — Selasa, 21 Jumadil Akhir 1448 H / 13 Oktober 2026 M.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Dalam pembicaraan tersebut, Iran menyatakan kesiapan membantu memfasilitasi dialog antara Arab Saudi dan Yaman guna mendorong penyelesaian konflik melalui jalur politik.
Menurut laporan media internasional yang mengutip keterangan pemerintah Iran dan Arab Saudi, kedua menteri membahas eskalasi keamanan kawasan serta upaya meredakan ketegangan. Araqchi menegaskan bahwa Iran siap memberikan bantuan yang diperlukan untuk membuka ruang dialog dan mendukung tercapainya solusi politik.
Dalam unggahan di Telegram pada Minggu (11/10/2026), Araqchi memperingatkan bahwa pendekatan militer yang mengabaikan penyelesaian politik justru berisiko memperumit situasi. Ia menilai krisis kawasan tidak dapat diselesaikan hanya dengan kekuatan militer dan menekankan pentingnya perundingan yang berlandaskan keadilan.
SERANGAN BANDARA RIYADH PERBURUK KETEGANGAN
Pembicaraan diplomatik tersebut berlangsung setelah serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi Yaman menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Laporan media internasional menyebut serangan pada akhir pekan itu menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya; laporan berikutnya juga mencatat serangan lanjutan pada hari Minggu.
Insiden tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil dan infrastruktur penerbangan. Gangguan operasional bandara turut menimbulkan dampak terhadap perjalanan udara, sementara ancaman serangan lanjutan memperbesar ketidakpastian keamanan di kawasan.
Di tengah situasi itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan Washington dalam respons terhadap Houthi. Perkembangan tersebut berpotensi menambah kompleksitas konflik, terutama apabila langkah militer baru dilakukan tanpa jalur diplomasi yang berjalan bersamaan.
Hubungan Iran dan Arab Saudi juga menghadapi tekanan di tengah konflik regional yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari 2026. Tawaran mediasi Teheran menjadi salah satu jalur diplomatik yang muncul ketika risiko perluasan konflik masih membayangi kawasan

Comment