Advertisement
Internasional Pendidikan
Home » Amman Kembangkan Jalur Bus Khusus Mahasiswa untuk Atasi Kemacetan

Amman Kembangkan Jalur Bus Khusus Mahasiswa untuk Atasi Kemacetan

AMMAN, UBN NEWSROOM — Rabu, 10 Jumadilawal 1448 H / 21 Oktober 2026 M.

Pemerintah Amman, Yordania, mengembangkan jalur bus khusus yang mengarah ke University of Jordan sebagai upaya mendorong masyarakat kembali menggunakan transportasi umum, terutama mahasiswa. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mengurangi kemacetan sekaligus menghadirkan layanan transportasi yang lebih terjangkau, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.

Jalur Khusus untuk Mendorong Penggunaan Transportasi Umum

Jalur tersebut diperuntukkan bagi bus khusus sehingga tidak digunakan oleh kendaraan pribadi. University of Jordan menjadi tujuan awal karena mahasiswa merupakan kelompok dengan kebutuhan mobilitas rutin menuju kampus, sehingga mereka menjadi sasaran strategis untuk mendorong perubahan kebiasaan transportasi.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa perubahan pola mobilitas masyarakat dapat dimulai dari kelompok yang memiliki kebutuhan perjalanan terpusat. Ketika transportasi umum menawarkan akses yang praktis, biaya terjangkau, dan waktu tempuh yang lebih terukur, masyarakat memiliki alasan lebih kuat untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Penggerebekan Ponpes Sukoharjo, Santriwati Diduga Diintimidasi

Kebutuhan tersebut semakin relevan bagi Amman, yang disebut memiliki sekitar enam juta penduduk dari total populasi Yordania sekitar 12 juta jiwa. Konsentrasi penduduk dan aktivitas ekonomi di ibu kota meningkatkan kebutuhan akan sistem transportasi yang mampu mengangkut banyak orang tanpa terus menambah kepadatan kendaraan di jalan raya.

Fasilitas yang Mendukung Mobilitas Mahasiswa

Layanan bus ini menawarkan fasilitas seperti pendingin udara atau AC dan akses Wi-Fi. Fasilitas tersebut membuat perjalanan lebih nyaman sekaligus memungkinkan mahasiswa memanfaatkan waktu di perjalanan untuk membaca, belajar, atau menyelesaikan pekerjaan.

Dari sisi ekonomi, transportasi umum juga berpotensi mengurangi pengeluaran mahasiswa dibandingkan dengan penggunaan kendaraan pribadi. Manfaat ini penting bagi mahasiswa yang perlu mengatur biaya transportasi di tengah kebutuhan pendidikan dan pengeluaran harian lainnya.

Area bus juga disebut memiliki ketentuan mengenai kerapian berpakaian, termasuk imbauan untuk tidak mengenakan pakaian yang terlalu terbuka. Ketentuan semacam ini perlu disertai aturan yang jelas, penerapan yang adil, dan penghormatan terhadap martabat setiap penumpang.

Netanyahu Kehilangan Mayoritas, Qatar Terseret Tuduhan Intervensi Pemilu

Kenyamanan dan Keamanan Perempuan

Kenyamanan dan keamanan merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan transportasi umum, terutama bagi perempuan dan mahasiswi yang melakukan perjalanan secara rutin. Di tengah perhatian terhadap kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Yordania, layanan transportasi yang tertata dapat menjadi salah satu pilihan mobilitas yang dirasakan lebih nyaman.

Namun, keamanan tidak cukup dibangun hanya melalui aturan berpakaian atau pengaturan jalur kendaraan. Perlindungan yang nyata juga membutuhkan pencegahan pelecehan, mekanisme pengaduan yang mudah diakses, petugas yang terlatih, serta tindak lanjut yang jelas ketika terjadi pelanggaran.

Karena itu, transportasi publik yang ramah perempuan seharusnya tidak hanya menyediakan fasilitas fisik, tetapi juga memastikan setiap penumpang dapat bepergian tanpa intimidasi. Tanggung jawab atas tindakan pelecehan tetap berada pada pelaku, bukan pada korban.

Rencana Perluasan ke Universitas Lain

Arab Saudi Siapkan Penyimpanan Minyak di Singapura, Kapasitas Gua Bawah Tanah Capai 9 Juta Barel

Melihat respons positif terhadap layanan tersebut, pemerintah Amman disebut sedang memproses rencana perluasan jalur bus khusus ke berbagai universitas di Yordania. Jika terealisasi, pengembangan ini berpotensi memperluas akses mahasiswa terhadap transportasi yang terjangkau sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Perluasan layanan perlu disertai evaluasi terhadap kapasitas armada, frekuensi keberangkatan, keterhubungan dengan kawasan tempat tinggal mahasiswa, keterjangkauan tarif, dan standar keselamatan. Informasi mengenai tahapan serta cakupan perluasan juga perlu merujuk pada pengumuman resmi pemerintah agar masyarakat memperoleh gambaran yang akurat.

Keberhasilan kebijakan ini tidak hanya diukur dari panjang jalur khusus yang dibangun, tetapi juga dari seberapa banyak masyarakat terbantu, seberapa baik kualitas layanan dijaga, dan seberapa nyata kemacetan dapat dikurangi.

Perspektif UBN Newsroom | Kemaslahatan Publik sebagai Tanggung Jawab Bersama

Transportasi bukan semata-mata urusan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Di kota dengan kepadatan penduduk tinggi, sistem transportasi berkaitan langsung dengan akses pendidikan, kesempatan bekerja, efisiensi waktu, pengeluaran rumah tangga, keselamatan, serta kualitas hidup masyarakat.

Dalam perspektif Islam, kebijakan publik yang baik semestinya diarahkan pada kemaslahatan dan tidak menimbulkan mudarat yang dapat dihindari. Jalur bus khusus mahasiswa di Amman dapat menjadi contoh upaya membangun kemanfaatan bersama apabila benar-benar memudahkan mobilitas, mengurangi beban ekonomi, menjaga keselamatan, dan memberikan akses yang lebih baik menuju pendidikan.

Prinsip tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Ma’idah ayat 2:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 2).

Perintah wa ta’awanu ‘alal birri wat-taqwa—tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan—memberikan prinsip bahwa kehidupan sosial perlu dibangun melalui kerja sama yang membawa manfaat. Dalam konteks transportasi publik, prinsip ini dapat diterapkan melalui kebijakan pemerintah yang bertanggung jawab, layanan operator yang amanah, kepatuhan pengguna terhadap aturan, dan penghormatan terhadap hak sesama penumpang.

Ayat tersebut bukan dalil khusus yang mewajibkan pembangunan jalur bus tertentu. Namun, nilai yang dikandungnya dapat menjadi landasan etis untuk menilai apakah suatu kebijakan diarahkan pada kebaikan, dijalankan secara adil, dan tidak menjadi sarana merugikan masyarakat.

Menimbang Kemaslahatan melalui Maqashid Syariah

Dalam kerangka maqashid syariah, kebijakan transportasi dapat dikaji melalui sejumlah tujuan perlindungan yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

Pertama, hifzh an-nafs atau perlindungan jiwa. Tujuan ini menuntut perhatian terhadap keselamatan perjalanan, kelayakan armada, pencegahan kecelakaan, dan perlindungan penumpang dari kekerasan maupun pelecehan. Layanan yang nyaman secara fisik belum tentu aman apabila penumpang tidak memiliki mekanisme perlindungan ketika menghadapi gangguan.

Kedua, hifzh al-mal atau perlindungan harta. Tarif yang terjangkau dapat membantu mahasiswa dan keluarga mengelola pengeluaran. Akan tetapi, efisiensi biaya juga harus disertai pengelolaan anggaran publik yang transparan, pemeliharaan fasilitas, serta penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab.

Ketiga, hifzh al-‘aql atau perlindungan akal. Akses transportasi yang baik dapat mendukung kegiatan pendidikan dengan membantu mahasiswa mencapai kampus secara lebih teratur dan mengurangi hambatan perjalanan. Dengan demikian, transportasi tidak hanya menjadi fasilitas mobilitas, tetapi juga bagian dari lingkungan yang mendukung proses menuntut ilmu.

Prinsip kemaslahatan tidak berarti setiap kebijakan yang terlihat bermanfaat otomatis sesuai dengan tujuan syariat. Niat baik harus disertai pelaksanaan yang benar, manfaat yang dapat dirasakan, dan evaluasi terhadap risiko maupun dampak yang muncul.

Menjaga Kehormatan dan Keamanan Perempuan

Keamanan perempuan dalam transportasi publik harus ditempatkan sebagai tanggung jawab bersama yang memiliki ukuran nyata. Tata tertib berpakaian dapat menjadi bagian dari aturan kesopanan apabila disusun secara jelas dan diterapkan secara proporsional. Namun, aturan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menyalahkan korban, membenarkan pelecehan, atau mengabaikan tanggung jawab pelaku.

Dalam etika Islam, menjaga kehormatan tidak hanya berkaitan dengan penampilan seseorang, tetapi juga dengan kewajiban untuk menghormati orang lain, menjaga pandangan, mengendalikan perilaku, dan tidak melakukan tindakan yang merendahkan martabat manusia. Karena itu, penyelenggara transportasi perlu menyediakan mekanisme pengaduan, petugas yang mampu menangani laporan, serta prosedur tindak lanjut yang melindungi privasi korban.

Kebijakan yang benar-benar ramah perempuan bukan sekadar kebijakan yang mengatur bagaimana perempuan seharusnya berpakaian, melainkan juga kebijakan yang memastikan mereka memperoleh perlindungan dari tindakan yang mengancam keselamatan dan kehormatannya. Tidak seorang pun boleh kehilangan hak atas keamanan hanya karena penampilannya dinilai tidak sesuai dengan standar tertentu.

Keadilan Akses dan Amanah Pemerintah

Memulai jalur khusus dari kawasan universitas dapat menjadi langkah strategis karena mahasiswa memiliki kebutuhan perjalanan yang relatif terpusat. Namun, apabila program diperluas, pemerintah tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat lain, termasuk pekerja, warga berpenghasilan rendah, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang tinggal jauh dari jalur utama.

Keadilan tidak selalu berarti setiap orang menerima fasilitas yang sama persis. Keadilan berarti kebutuhan yang relevan diperhitungkan dan akses terhadap layanan penting tidak ditutup tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Aturan penggunaan transportasi juga perlu disampaikan secara terbuka, diterapkan secara konsisten, dan tidak digunakan secara sewenang-wenang.

Amanah pemerintah tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Pemerintah dan operator perlu memastikan jadwal yang dapat diandalkan, kapasitas armada yang memadai, tarif yang sesuai kemampuan pengguna, dan informasi layanan yang mudah diperoleh. Masyarakat pun perlu diberikan ruang untuk menyampaikan keluhan dan masukan.

Keberhasilan program perlu dinilai melalui indikator yang terukur, seperti jumlah penumpang, ketepatan waktu, keterjangkauan tarif, perubahan penggunaan kendaraan pribadi, tingkat kepuasan pengguna, dan catatan keselamatan. Evaluasi tersebut penting agar perluasan layanan didasarkan pada hasil, bukan hanya asumsi atau kesan positif.

Dari Fasilitas Menuju Pelayanan yang Bernilai Ibadah

Islam mengajarkan bahwa kemanfaatan sosial membutuhkan niat yang baik sekaligus pelaksanaan yang bertanggung jawab. Dalam kebijakan publik, nilai tersebut dapat tercermin ketika pemerintah menggunakan kewenangannya untuk melayani masyarakat, operator menjalankan tugas secara profesional, dan pengguna menjaga ketertiban serta menghormati hak orang lain.

Jalur bus khusus mahasiswa di Amman memiliki potensi menjadi kebijakan yang bermanfaat, tetapi penilaian akhirnya harus bergantung pada pelaksanaan dan dampak nyata. Jika layanan membantu masyarakat mengakses pendidikan, mengurangi beban biaya, menjaga keselamatan, dan memperbaiki mobilitas perkotaan, maka manfaatnya dapat dirasakan lebih luas daripada sekadar perjalanan menuju kampus.

Sebaliknya, apabila layanan tidak terjangkau, tidak aman, atau hanya menguntungkan sebagian kelompok tanpa mempertimbangkan kebutuhan warga lain, pemerintah perlu melakukan perbaikan. Kemaslahatan tidak cukup diukur dari tujuan yang diumumkan, tetapi juga dari siapa yang memperoleh manfaat, siapa yang berpotensi dirugikan, dan bagaimana risiko tersebut ditangani.

Pada akhirnya, transportasi publik yang baik bukan hanya mengantarkan manusia sampai ke tujuan. Ia juga membantu menjaga harta, melindungi jiwa, membuka akses pendidikan, dan mempertahankan martabat setiap penumpang. Di situlah kebijakan perkotaan dapat menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kemaslahatan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.

Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement