SANA’A, UBN NEWSROOM — Jumat, 12 Jumadilawal 1448 H / 23 Oktober 2026 M.
Hubungan kelompok Houthi di Yaman dengan Arab Saudi ternyata pernah diwarnai kedekatan ekonomi masyarakat perbatasan. Sebelum kedua pihak terlibat konflik berkepanjangan, masyarakat Sa’dah yang menjadi basis Houthi justru lebih sering menjual hasil pertanian dan perkebunan mereka ke Arab Saudi dibandingkan ke ibu kota Yaman, Sana’a.
Peliputan Langsung di Basis Houthi pada 2011
Jurnalis Kompas TV, Metalia Rasyid, mengungkapkan pengalaman tersebut berdasarkan peliputannya di wilayah yang dikuasai Houthi pada Juni 2011. Dalam program Kompas Siang, Kamis (22/10/2026), ia menceritakan pengalamannya memasuki Sa’dah ketika gelombang revolusi Arab atau Arab Spring turut melanda Yaman.
Awalnya, Metalia berfokus meliput pergolakan politik di ibu kota Yaman. Ia kemudian melakukan riset mengenai kelompok Houthi yang menentang pemerintahan Yaman dan memutuskan menelusuri langsung wilayah basis kelompok tersebut di bagian utara negara itu.
Melewati Pos Pemeriksaan Militer Pemerintah Yaman
Metalia melakukan perjalanan bersama seorang juru kamera dan seorang penghubung lokal untuk mencapai Sa’dah, wilayah di Yaman utara yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi. Dalam perjalanan tersebut, rombongannya menghadapi berbagai tantangan, termasuk melewati sejumlah pos pemeriksaan militer yang dijaga tentara pemerintah Yaman.
Setelah berhasil memasuki wilayah tersebut, Metalia dapat mengamati secara langsung kondisi Sa’dah yang berada di bawah penguasaan Houthi.
Simbol Houthi dan Sambutan Juru Media
Metalia melihat banyak simbol kelompok Houthi terpasang di pos-pos pemeriksaan mereka. Pemandangan itu kontras dengan situasi di ibu kota, yang menurut pengamatannya lebih banyak menampilkan bendera nasional Yaman.
Rombongan Metalia juga disambut oleh juru media Houthi. Pihak tersebut menyebut mereka sebagai jurnalis asing pertama yang berhasil memasuki wilayah yang dikuasai kelompok itu.
Masyarakat Sa’dah Lebih Banyak Berdagang dengan Saudi
Salah satu hal yang paling menarik perhatian Metalia adalah hubungan ekonomi masyarakat Sa’dah dengan Arab Saudi. Meskipun Sa’dah merupakan bagian dari Yaman, aktivitas perdagangan masyarakat setempat ternyata banyak terhubung dengan negara tetangga di sebelah utara.
“Mereka waktu itu malah lebih sering menjual hasil pertanian dan perkebunannya ke Arab Saudi dibandingkan menjual hasil perkebunan itu ke kota Sana’a,” kata Metalia.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kedekatan geografis dan kepentingan ekonomi dapat membentuk hubungan lintas batas yang kuat. Bagi masyarakat Sa’dah, pasar Arab Saudi menjadi tujuan perdagangan hasil pertanian dan perkebunan yang menurut kesaksian Metalia lebih sering dipilih dibandingkan Sana’a.
Kontras dengan Perkembangan Konflik Houthi dan Saudi
Metalia mengatakan kondisi yang ia temui saat peliputan tersebut terasa kontras jika dibandingkan dengan perkembangan hubungan kedua pihak setelahnya. Hubungan Houthi dan Arab Saudi kemudian diwarnai konflik berkepanjangan, berbeda dengan gambaran keterhubungan ekonomi masyarakat Sa’dah yang ia saksikan pada 2011.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa hubungan ekonomi masyarakat perbatasan tidak selalu berjalan searah dengan perubahan hubungan politik dan militer. Perdagangan dan kebutuhan penghidupan dapat menghubungkan masyarakat lintas negara, sementara dinamika keamanan regional berkembang mengikuti kepentingan dan pertentangan para aktor politik.
Perspektif UBN Newsroom | Memahami Konflik dari Akar Sosial dan Ekonomi
Hubungan Masyarakat Tidak Selalu Sama dengan Hubungan Politik
Kisah Sa’dah mengingatkan bahwa konflik geopolitik tidak cukup dipahami hanya melalui pergerakan militer dan persaingan kekuasaan. Sejarah perdagangan, kedekatan geografis, serta hubungan sosial-ekonomi masyarakat juga penting untuk menjelaskan bagaimana relasi antarwilayah terbentuk dan berubah.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13, petikan ayat).
Ayat ini mengajarkan pentingnya saling mengenal dan memahami perbedaan antarmasyarakat. Dalam perspektif Islam, interaksi ekonomi lintas batas dapat menjadi sarana kemaslahatan selama dijalankan secara halal, adil, dan tidak menjadi alat untuk menzalimi pihak lain.
Membaca Konflik secara Adil dan Menyeluruh
Kedekatan ekonomi masyarakat Sa’dah dengan Arab Saudi pada masa lalu tidak otomatis membuktikan bahwa hubungan politik Houthi dan pemerintah Saudi selalu harmonis. Hubungan dagang masyarakat, sikap politik kelompok, dan kebijakan militer negara merupakan hal berbeda yang perlu dianalisis secara cermat.
Karena itu, jurnalisme yang bertanggung jawab perlu menghadirkan konteks sejarah tanpa menyederhanakan konflik menjadi narasi hitam-putih. Di balik pertentangan geopolitik, masyarakat sipil tetap memiliki kebutuhan mendasar untuk bekerja, berdagang, mempertahankan penghidupan, dan hidup dalam keamanan.
Memahami akar sosial dan ekonomi suatu konflik dapat membantu publik melihat bahwa dampak pertentangan politik tidak hanya dirasakan oleh para aktor yang terlibat langsung, tetapi juga oleh masyarakat biasa yang kehidupannya terhubung dengan perdagangan, keluarga, dan ruang sosial lintas batas.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment