MANGGARAI TIMUR | UBN Newsroom — Sabtu, 9 Rabiul Awal 1448 H / 22 Agustus 2026 M.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, mengenang founder Komunitas Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, sebagai relawan kemanusiaan yang memiliki dedikasi tinggi. Ahmad Zaki wafat saat menjalankan tugas menyalurkan bantuan bagi penyintas gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026).
Ahmad Juwaini mengatakan, kiprah Ahmad Zaki dalam kegiatan kemanusiaan telah berlangsung lama. Setiap kali terjadi bencana, Ahmad Zaki disebut selalu tergerak menggalang bantuan dari masyarakat dan mengantarkannya langsung ke lokasi terdampak.
Dedikasi Tanpa Memperhitungkan Imbalan
“Setiap kali ada bencana, beliau langsung terjun menggalang sumbangan dari berbagai masyarakat dan selalu mengantarkan bantuan itu langsung ke lokasi-lokasi bencana,” ujar Ahmad Juwaini saat melepas jenazah Ahmad Zaki dari lapangan darurat helikopter di Ronting, Manggarai Timur, menuju Labuan Bajo kemudian ke Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Ahmad Juwaini mengaku mengenal Ahmad Zaki secara pribadi, termasuk ketika almarhum masih menjadi relawan Dompet Dhuafa. Menurutnya, Ahmad Zaki merupakan sosok yang rajin, tidak mengenal waktu, serta tidak memperhitungkan imbalan material dalam menjalankan aktivitas kemanusiaan.
“Beliau yang penting bisa berbakti, bisa ikut berkontribusi, bisa berperan, mendukung perjuangan untuk kebaikan kemanusiaan,” katanya.
Wafat Saat Menjalankan Tugas Kemanusiaan
Ahmad Juwaini menilai, pengabdian Ahmad Zaki hingga akhir hayat menunjukkan kesungguhan almarhum dalam membantu sesama. Ia menyebut Ahmad Zaki wafat ketika sedang menjalankan tugas kemanusiaan untuk membantu para penyintas gempa di NTT.
“Beliau sungguh sangat mulia, meninggal pada saat melaksanakan tugas kemanusiaan dengan perjuangan seperti ini,” ujarnya.
Ahmad Zaki sebelumnya diketahui aktif mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah Manggarai Timur. Hingga saat-saat terakhirnya, ia masih berada di lapangan untuk menjalankan misi kemanusiaan.
Jenazah Ahmad Zaki kemudian diberangkatkan dari lapangan darurat helikopter di Ronting menuju Labuan Bajo sebelum dipulangkan ke Jakarta.
Doa untuk Husnul Khatimah
Ahmad Juwaini mendoakan agar pengabdian Ahmad Zaki dalam berbagai aksi kemanusiaan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Ia berharap almarhum memperoleh pahala syahid dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.
“Kita doakan bersama beliau husnul khotimah dan nanti mendapat tempat terbaik di Jannah, di surga-Nya Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Ahmad Juwaini.
Perspektif UBN Newsroom
Kebaikan yang Menjadi Jejak
Kisah Ahmad Zaki mengingatkan bahwa kehidupan seorang manusia tidak hanya diukur dari berapa lama ia hidup, tetapi juga dari kebaikan yang ditinggalkan selama hidupnya. Pengabdian kepada sesama merupakan salah satu bentuk amal yang memiliki nilai besar dalam Islam.
Allah SWT berfirman:
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Artinya:
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
(QS. Az-Zalzalah: 7–8)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan tidak akan sia-sia di sisi Allah SWT. Bantuan yang diberikan, tenaga yang dicurahkan, waktu yang dikorbankan, serta kepedulian kepada orang yang sedang mengalami kesulitan semuanya tercatat sebagai amal.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Artinya:
“Barang siapa menghilangkan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari Kiamat.”
(HR. Muslim, no. 2699)
Dedikasi Ahmad Zaki dalam membantu penyintas bencana hingga akhir hayat menjadi pengingat bahwa kesempatan berbuat baik tidak selalu datang dua kali. Selama Allah masih memberikan waktu, tenaga, dan kemampuan, kesempatan tersebut patut dimanfaatkan untuk memberikan manfaat bagi sesama.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal kebaikan Ahmad Zaki Ali, mengampuni kekhilafannya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom
BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui:
BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.
Penulis: Tim UBN Newsroom

Comment