Table of Contents−
JAKARTA, UBN Newsroom — Kebijakan tegas Pemerintah Indonesia terkait pengetatan jalur ekspor satu pintu serta kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di dalam negeri memicu respons signifikan di pasar modal regional.
Kebijakan yang bertujuan menegakkan “tertib administrasi” ini langsung berdampak pada pergerakan saham sejumlah perusahaan kelapa sawit raksasa yang berbasis dan melantai di Bursa Efek Singapura (SGX). Begitu aturan baru resmi diumumkan, saham empat perusahaan perkebunan besar dengan basis operasional utama di Indonesia langsung mengalami koreksi tajam.
Emiten Sawit yang Mengalami Koreksi Tajam
| Nama Emiten | Kepemilikan | Penurunan Saham |
| First Resources | Keluarga Fangiono | -28,0% |
| MP Evans Group | Publik & Keluarga Hadsley-Chaplin | -24,2% |
| Indofood Agri Resources (I Plantation) | Grup Salim (Anthoni Salim) | -21,0% |
| Golden Agri-Resources | Grup Sinar Mas (Kua Widjaja) | -18,0% |

Comment