Agama
Home » Forum Tokoh Nasional dan Internasional Sepakati Dua Rekomendasi Strategis Ketahanan Keluarga Muslim

Forum Tokoh Nasional dan Internasional Sepakati Dua Rekomendasi Strategis Ketahanan Keluarga Muslim

Konsolidasi Umat Menjelang Tahun Baru Hijriyah 1448 H

JAKARTA — Forum Silaturrahim Tamu Internasional dan Tokoh Nasional Indonesia secara resmi menyampaikan dua rekomendasi strategis guna memperkuat arah umat, dakwah, dan ketahanan keluarga Muslim di Indonesia.

Langkah ini diserukan sebagai bentuk konsolidasi dalam menghadapi tantangan zaman menjelang pergantian Tahun Baru Hijriyah 1448 H.

Detail Pelaksanaan Pertemuan

  • Tema: “Menyikapi Perkembangan Kondisi Umat, Dakwah, Politik Nasional dan Timur Tengah Saat Ini”
  • Waktu: Senin (15/6/2026) malam
  • Lokasi: Sentral Al Jazeerah Restaurant & Cafe, Jakarta Pusat

Daftar Tokoh dan Tamu yang Hadir:

  • Prof. Dr. Euis Sunarti M.Si — Guru Besar IPB Bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga & Ketua Koalisi Nasional Perlindungan Keluarga Indonesia (KNPK Indonesia).
  • Prof. Dr. Ahmad Isa Al Masarawy — Syaikh Umumul Maqari’ di Mesir, Tokoh Al Qur’an Internasional.
  • Assoc. Prof. Dr. Raudlotul Firdaus Bt. Fatah Yasin — Associate Professor di International Islamic University Malaysia.
  • Prof. Dr. Sami Muhammad Rabi’ Al Syarif — Sekretaris Jenderal Asosiasi Universitas Islam.
  • Prof. Dr. Muhammad Khair Al Ghabani — Ketua Asosiasi Univeristas Internasional Rektor Universitas Astrolabe Internasional.

Rekomendasi dari para tokoh tersebut dirumuskan oleh Ustad Bachtiar Nasir yang juga bertindak selaku tuan rumah.

Dalam pernyataan resminya, forum menegaskan bahwa Al-Qur’an telah membuktikan dirinya sebagai manhaj atau pedoman yang kokoh dalam menyelamatkan manusia dan membangun peradaban sejak pertama kali diturunkan hingga hari ini.

“Keluarga adalah benteng pertama umat. Bila arah keluarga kembali kepada Al-Qur’an, maka arah umat akan menemukan kembali cahaya, ketahanan, dan masa depannya,” bunyi pernyataan pokok forum tersebut.

1. Al-Qur’an Sebagai Operating System Keluarga

Rekomendasi pertama yang disepakati adalah mendorong seluruh elemen umat Islam—mulai dari lembaga Islam, pesantren, masjid, majelis taklim, komunitas keluarga, hingga media dakwah—untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai operating system (sistem operasi) dalam kehidupan keluarga Muslim.

Lukman Hakim Saifuddin: Muktamar NU Harus Jaga Izzah, Hindari Politik Uang dan Voting

Forum menilai, di tengah derasnya distraksi teknologi, kecanduan gawai, banjir informasi, serta algoritma media sosial, Al-Qur’an tidak boleh lagi sekadar diposisikan sebagai simbol kesalehan personal atau bacaan ritual seremonial semata. Al-Qur’an harus hadir sebagai kompas dan dasar dalam berpikir, mengambil keputusan, mendidik anak, serta mengelola komunikasi rumah tangga.

Arah Implementasi Praktis:

  • Mengembangkan Gerakan Al-Qur’an untuk Keluarga secara berkelanjutan melalui tilawah dan tadabbur di rumah.
  • Menyusun panduan praktis Family Qur’anic Operating System untuk manajemen keluarga dan adab digital.
  • Menyelenggarakan kelas-kelas ketahanan keluarga berbasis Al-Qur’an di masjid dan lembaga pendidikan untuk memitigasi dampak negatif internet.
  • Menguatkan peran orang tua (ayah dan ibu) sebagai murabbi (pendidik) utama di rumah.

2. Momentum 1 Muharram 1448 H untuk Hijrah Keluarga

Sementara itu, rekomendasi kedua menekankan pentingnya menjadikan momentum 1 Muharram 1448 H sebagai gerakan hijrah arah keluarga secara nasional. Forum berharap peringatan Tahun Baru Hijriyah kali ini tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kalender, melainkan menjadi titik balik perubahan orientasi hidup dari rumah yang dikendalikan distraksi digital menjadi rumah yang dipimpin oleh wahyu.

Para ulama, akademisi, dan tokoh Islam diminta berada di barisan terdepan untuk menggerakkan umat. Beberapa agenda yang diusulkan meliputi:

  • Pelaksanaan khutbah dan tabligh akbar bertema Hijrah Keluarga.
  • Penyusunan agenda “Gerakan 30 Hari Keluarga Berhijrah dengan Al-Qur’an” yang mencakup evaluasi penggunaan gawai dan perbaikan komunikasi rumah tangga.

Konsolidasi Menghadapi Tantangan Global

Di akhir pertemuan, Forum Silaturrahim Tamu Internasional dan Tokoh Nasional Indonesia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi umat hari ini—baik dari sektor pendidikan, teknologi, hingga situasi global—tidak bisa lagi dijawab dengan respons sesaat. Diperlukan konsolidasi nilai, tokoh, dan gerakan yang terarah serta berkelanjutan.

Bupati Aceh Besar Harap Masjid Ibnu Abu Bakar Jadi Pusat Pembinaan Umat

Masa depan umat dinilai sangat ditentukan oleh arah keluarga hari ini. Dengan kembalinya keluarga kepada Al-Qur’an, umat Muslim Indonesia diharapkan memiliki fondasi yang jauh lebih kuat untuk menjaga iman generasi penerus, memperkuat persatuan, serta berkontribusi nyata bagi bangsa dan dunia Islam.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *