Agama Inspirasi

Makna Hijrah di Bulan Muharram: Sejarah, Strategi, dan Pelajaran untuk Kehidupan Kita

Ketegangan di Makkah: Ketika Hijrah Bukan Pilihan, Melainkan Keharusan

Melalui kitab Al-Rahiq al-Makhtum karya Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, kita bisa membaca Hijrah bukan sebagai kisah perjalanan biasa, melainkan sebagai respons taktis atas krisis keamanan yang nyata.

Setelah Bai’at Aqabah Kedua, kaum Quraisy panik. Islam kini punya pangkalan baru di Madinah. Maka pada Kamis, 26 Muharram tahun ke-14 kenabian, tokoh-tokoh Quraisy menggelar sidang darurat di Darun Nadwah. Abu Jahal mengusulkan rencana paling keji: menunjuk pemuda kuat dari setiap kabilah untuk secara serentak mengepung dan membunuh Nabi, agar tanggung jawab pertumpahan darah tersebar ke seluruh suku dan tidak bisa dituntut.

Atas perintah Allah melalui Malaikat Jibril, Rasulullah SAW bergerak tetapi tidak sembarangan bergerak.

Strategi Brilian di Balik Langkah Pertama

Di sinilah sejarah mencatat kecerdasan yang menakjubkan. Rasulullah menunjuk Ali bin Abi Thalib untuk berbaring di ranjangnya, berselimut kain hijau milik beliau, sebagai pengecoh. Beliau kemudian keluar diam-diam tanpa disadari musuh.

Langkah berikutnya sama cerdasnya: alih-alih menuju jalur utama ke Madinah di utara yang pasti sudah diintai, beliau justru bergerak ke arah sebaliknya — ke selatan, menuju Gua Tsur.

Lukman Hakim Saifuddin: Muktamar NU Harus Jaga Izzah, Hindari Politik Uang dan Voting

Selama tiga hari bersembunyi, sebuah jaringan dukungan bekerja dengan rapi:

  • Abdullah bin Abi Bakar memantau pergerakan musuh di Makkah dan melaporkannya setiap malam
  • Asma’ binti Abi Bakar mengurus pasokan makanan
  • Amir bin Fuhairah menghapus jejak kaki dengan kawanan kambingnya
  • Abdullah bin Uraiqit penunjuk jalan profesional yang hafal jalur-jalur tersembunyi padang pasir

Rasulullah baru tiba di Madinah pada bulan Rabi’ul Awal. Namun Khalifah Umar bin Khattab menetapkan Muharram sebagai awal penanggalan Hijriah karena di bulan inilah azam dan komitmen kolektif para sahabat untuk berhijrah resmi dimulai, tepat setelah bai’at setia disepakati di penghujung Zulhijjah.

Pages: 1 2 3

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *