Perspektif UBN Newsroom:
Di bawah nakhoda baru, BGN langsung mengambil keputusan radikal dengan memangkas target awal 82 juta penerima manfaat dan mengalihkan fokus sepenuhnya ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Sekolah-sekolah di kawasan urban yang mandiri secara ekonomi resmi dicoret dari daftar penerima.
Bagi UBN Newsroom, manuver ini adalah bentuk pengakuan tidak langsung bahwa perencanaan awal program ini terlalu ambisius dan rapuh secara eksekusi. Keputusan mencoret wilayah perkotaan dan memprioritaskan kawasan 3T bukan sekadar strategi efisiensi, melainkan sebuah “penyelamatan darurat” dari Istana agar program ini tidak kolaps di tahun pertama akibat trauma korupsi.
Langkah membuang target kuantitas demi mengejar kualitas adalah keputusan yang realistis, namun sekaligus tamparan keras bagi kredibilitas perencanaan logistik nasional. Publik kini tidak butuh janji angka-angka bombastis di atas kertas; yang dibutuhkan adalah jaminan bahwa setiap rupiah APBN benar-benar bisa menjelma menjadi gizi di piring anak-anak yang membutuhkan, bukan menjadi dividen haram di rekening para makelar proyek.

Comment