UMAT ISLAM PATUT BERGEMBIRA
Terlepas umat Islam mendukung siapa dalam pertandingan final, umat Islam patut bergembira melihat seorang Muslim seperti Lamine Yamal mengingat Allah ketika berada di puncak kemenangan.
Ia bukan seorang ulama dan tidak harus ditempatkan sebagai tokoh agama. Namun, keberaniannya menunjukkan identitas Islam di panggung dunia dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda Muslim yang sering merasa harus menyembunyikan iman agar diterima dalam lingkungan global.
Umat Islam juga patut mengapresiasi siapa pun yang berani membela kemanusiaan dan menyuarakan Palestina, sebagaimana dilakukan Javier Bardem.
Membela Palestina hari ini bukan lagi hanya suara umat Islam. Solidaritas telah tumbuh menjadi kesadaran kemanusiaan universal yang melintasi agama, bangsa, profesi, dan latar belakang sosial.
JANGAN HANYA MENJADI PENONTON
Umat Islam tidak cukup hanya merasa bangga melihat tokoh-tokoh dunia menyuarakan Palestina. Kebanggaan tersebut harus berubah menjadi amal dan kontribusi nyata.
Perjuangan dapat dilakukan melalui doa, bantuan kemanusiaan, diplomasi, pendidikan, pemberitaan, konten digital, serta penyampaian informasi yang benar dan bertanggung jawab.
Tidak semua orang memiliki panggung sebesar Lamine Yamal atau Javier Bardem. Namun, setiap orang memiliki ruang pengaruhnya sendiri.
Ada yang memiliki keluarga, kelas, komunitas, akun media sosial, jaringan profesional, atau institusi media. Seluruh ruang tersebut dapat digunakan untuk menjaga agar Palestina tidak hilang dari ingatan umat dan masyarakat dunia.
Mungkin satu suara tidak langsung menghentikan perang. Namun, diam dapat memperpanjang ketidakpedulian dunia terhadap penderitaan Palestina.
Karena itu, teruslah menyuarakan kebenaran. Teruslah membela Palestina dengan ilmu, akhlak, dan cara yang bermartabat. Jangan hanya menyaksikan perjuangan dari kejauhan.
Jadilah bagian dari perjuangan.

Comment