SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agama Nasional
Home » Prabowo Tegaskan Dirinya Tidak Mungkin Jadi Presiden Tanpa Dukungan NU dan Muhammadiyah

Prabowo Tegaskan Dirinya Tidak Mungkin Jadi Presiden Tanpa Dukungan NU dan Muhammadiyah

JOMBANG | UBN Newsroom — Kamis, 14 Rabiul Awal 1448 H / 27 Agustus 2026 M.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya tidak mungkin menjadi mandataris rakyat atau Presiden Republik Indonesia tanpa dukungan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Kedua organisasi Islam tersebut dinilai sebagai aset bangsa yang memiliki jasa besar dalam menjaga stabilitas, kehidupan keumatan, serta perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis sore (27/8/2026). Muktamar ke-35 NU mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.”

«“Kalau saya sebagai presiden, mandataris rakyat, ya jelas tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah tidak mungkin saya jadi mandataris rakyat,” ujar Prabowo.»

Pemerintah Janji Perkuat NU dan Muhammadiyah

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Prabowo mengatakan pemerintah akan terus memperkuat, membesarkan, dan memberdayakan NU serta Muhammadiyah beserta lembaga pendidikannya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memperkenalkan istilah “Jas Hijau”, yang merupakan singkatan dari Jangan Sekali-kali Melupakan Jasa Ulama.

Prabowo menyampaikan penghormatan kepada para ulama, termasuk kiai kampung yang dinilai memiliki peran besar dalam menjaga akhlak anak-anak, merawat kerukunan, menjaga kedamaian di desa, serta mendoakan bangsa tanpa meminta imbalan kepada negara.

NU dan Sejarah Perjuangan Bangsa

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa NU memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Ia menyinggung lagu Syubbanul Wathan karya KH Abdul Wahab Chasbullah yang diciptakan pada 1916, jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Pesan cinta tanah air tersebut tercermin dalam lirik seperti “Pusaka hati, wahai tanah airku” dan “Bangkitlah, hai bangsaku”, yang menggambarkan semangat membangun Indonesia menjadi bangsa yang bangkit dan bermartabat.

Semangat serupa juga tercermin dalam pesan “Indonesia negeriku, engkau panji martabatku” yang menggambarkan kecintaan terhadap tanah air.

Pendidikan Pesantren Jadi Perhatian

Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pendidikan di sekolah dan pesantren NU melalui pemenuhan fasilitas, termasuk layar interaktif.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Pemerintah, kata Prabowo, ingin memastikan berbagai program negara dapat memberikan manfaat nyata bagi rakyat, termasuk bagi lembaga pendidikan yang dikelola organisasi keagamaan.

Pembukaan Muktamar Ditandai Penabuhan Bedug

Pembukaan Muktamar ke-35 NU ditandai dengan penabuhan bedug oleh Presiden Prabowo bersama jajaran PBNU sebagai simbol dimulainya forum lima tahunan tersebut.

Kedatangan Prabowo menggunakan MV3 Garuda Limousine disambut antusias oleh ribuan warga Nahdliyin dan para santri.

Kehadiran Presiden menjadi bentuk apresiasi terhadap peran ulama, kiai, dan santri dalam kehidupan keagamaan serta perjalanan kebangsaan Indonesia.

Tokoh Nasional Hadir di Jombang

Pembukaan Muktamar ke-35 NU turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, KH Nurul Huda Jazuli, KH Ma’ruf Amin, serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla.

Sejumlah pejabat negara juga hadir, di antaranya Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Muktamar Merumuskan Agenda Strategis NU

Perhelatan lima tahunan ini menjadi forum untuk merumuskan agenda strategis NU dalam menghadapi tantangan keumatan, kebangsaan, dan perubahan zaman.

Di sela sambutannya, Prabowo sempat berseloroh menagih kartu anggota NU kepada Ketua Umum PBNU Gus Yahya. Momen tersebut memperlihatkan suasana yang cair sekaligus kedekatan Presiden dengan keluarga besar NU.

Perspektif UBN Newsroom

NU dan Muhammadiyah sebagai Kekuatan Bangsa

NU dan Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dalam membangun pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, dan kehidupan kebangsaan Indonesia.

Pernyataan Prabowo menjadi pengingat bahwa hubungan pemerintah dengan organisasi keumatan perlu dibangun melalui sinergi yang sehat dan diarahkan pada kemaslahatan masyarakat.

Penghormatan terhadap ulama juga idealnya diwujudkan melalui kebijakan nyata yang memperkuat pendidikan, akhlak, persatuan, dan kesejahteraan masyarakat.

Muktamar ke-35 NU menjadi momentum untuk memperkuat khidmah sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi dalam menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan akar nilai dan tradisi keislamannya.

Berdiri di Atas Kebenaran dan Keadilan

Islam mengajarkan bahwa amanah kepemimpinan harus dijalankan dengan keadilan dan tanggung jawab.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

«إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَـٰنَـٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًۭا»

«“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”

QS. An-Nisa [4]: 58»

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kekuasaan dan amanah publik harus dijalankan dengan keadilan.

Sinergi antara pemerintah dan organisasi keumatan karena itu perlu tetap berada dalam koridor amanah, kemaslahatan, keadilan, dan kepentingan masyarakat luas.

Dukungan Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus menghadirkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, kemanusiaan, kebijakan publik, dan peradaban.

Dukungan terhadap operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kerja informasi yang menghadirkan kebenaran yang teruji dan narasi yang berakar pada wahyu.

Dukungan operasional dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091

a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, dan peradaban.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.

Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement