MANGGARAI TIMUR | UBN Newsroom — Jumat, 8 Rabiul Awal 1448 H / 21 Agustus 2026 M.
Pesan terakhir Ahmad Zaki Ali dari lokasi bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi kabar yang menyentuh setelah founder Yayasan Gerak Bareng tersebut meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan bagi penyintas gempa di Manggarai Timur.
Dalam video yang disampaikan pada Jumat pagi (21/8/2026) pesan tersebut menjadi rekaman terakhir Zaki sebelum akhirnya wafat pada Jum’at sore (21/8/2026), Zaki mengatakan dirinya telah enam hari berada di NTT untuk menyalurkan amanah bantuan dari masyarakat kepada warga terdampak gempa.
Ia menyebut sebagian besar bantuan yang diterimanya telah tersampaikan kepada ratusan keluarga penyintas. Namun, di tengah proses tersebut, persediaan logistik mulai menipis.
“Logistik kita menipis, semoga Jumat ini bisa bertambah lagi.”

Enam Hari di Lokasi Bencana
Dalam pesannya, Zaki menyampaikan rasa syukur karena amanah dari para donatur dan orang-orang yang memberikan bantuan telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Namun, ia juga menggambarkan kondisi wilayah terdampak yang masih mengkhawatirkan akibat gempa susulan.
Zaki menyebut gempa terus terjadi sejak gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT. Berdasarkan penuturannya, ribuan gempa susulan telah tercatat, sementara pada Jumat pagi warga dan relawan masih merasakan sejumlah guncangan.
“Sejak hari pertama gempa sudah lebih dari 3.300 kali gempa. Bahkan tadi pagi, sejak dari pagi kita sudah merasakan lebih dari lima kali gempa dengan intensitas yang cukup sering dan getarannya cukup berat,” ujar Zaki dalam video tersebut..

Kerusakan Terus Bertambah
Zaki juga menyoroti kondisi bangunan dan infrastruktur yang semakin terdampak akibat guncangan berulang.
Menurutnya, sejumlah rumah yang sebelumnya masih terlihat cukup baik kini mengalami kerusakan lebih parah. Bangunan yang telah retak juga semakin rusak, bahkan sebagian telah mengalami kehancuran.
Kondisi jalan turut menjadi perhatian. Dalam video tersebut, Zaki menyampaikan bahwa jalan-jalan di wilayah terdampak semakin rusak, sementara bebatuan dari kawasan perbukitan masih berjatuhan akibat guncangan.
Situasi tersebut membuat aktivitas relawan dan masyarakat di lapangan tetap menghadapi risiko.
Meminta Dukungan untuk Para Penyintas
Di tengah kondisi tersebut, Zaki tidak menyampaikan permintaan untuk dirinya sendiri. Ia justru kembali mengajak masyarakat memberikan dukungan bagi para penyintas yang masih membutuhkan bantuan.
Ia berharap bantuan yang datang dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta menguatkan para penyintas untuk menghadapi kondisi pascabencana.
Zaki juga menyampaikan harapan agar Allah SWT menjaga para relawan dan masyarakat yang terdampak.
“Tidak berharap apa pun kecuali Allah menjaga kita semua, baik relawan dan para penyintas.”
Ia menutup pesannya dengan ajakan untuk melihat kesempatan membantu korban bencana sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Menurutnya, selama Allah masih memberikan perlindungan dan kesempatan untuk berbuat baik, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan.
Pesan tersebut menjadi rekaman terakhir Zaki sebelum akhirnya wafat pada Jumat (21/8/2026), ketika ia tengah menjalankan misi kemanusiaan untuk mengantarkan bantuan kepada penyintas gempa di Manggarai Timur.
Perspektif UBN Newsroom
Selama Masih Diberi Kesempatan, Jangan Tunda Kebaikan
Pesan terakhir Ahmad Zaki Ali menyisakan satu pengingat yang kuat selama Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada kita untuk berbuat baik, jangan sia-siakan kesempatan tersebut. Kebaikan tidak selalu harus menunggu kita memiliki banyak harta, waktu yang luas, atau keadaan yang sepenuhnya lapang.
Justru ketika kesempatan untuk membantu hadir di tengah keterbatasan, seorang Muslim dituntut untuk mengambil bagian sesuai dengan kemampuan. Sebab, manusia tidak pernah tahu kapan kesempatan itu berakhir.
Allah SWT berfirman:
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
Artinya:
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata, ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)-ku sedikit waktu, niscaya aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.’”
(QS. Al-Munafiqun: 10)
Ayat ini menunjukkan bahwa manusia akan menyesal ketika kesempatan beramal telah berakhir. Karena itu, kesempatan untuk berbagi, menolong, menguatkan orang yang sedang tertimpa musibah, atau melakukan kebaikan sekecil apa pun seharusnya tidak ditunda ketika kita mampu melakukannya.
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan besarnya keutamaan membantu orang yang berada dalam kesulitan:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Artinya:
“Barang siapa menghilangkan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari Kiamat.”
(HR. Muslim, no. 2699)
Maka, selama Allah masih memberikan kita waktu, kesehatan, harta, tenaga, dan kesempatan, semuanya adalah ruang untuk menanam kebaikan. Jangan menunggu menjadi kaya untuk bersedekah, jangan menunggu lapang untuk membantu, dan jangan menunggu keadaan sempurna untuk berbuat baik.
Sebab, kesempatan berbuat baik itu sendiri adalah nikmat. Dan tidak ada yang menjamin bahwa kesempatan yang kita miliki hari ini akan kembali kita temukan esok hari.
Pesan Ahmad Zaki Ali dari lokasi bencana menjadi pengingat bagi kita semua: selama Allah masih memberikan kesempatan untuk berbuat baik, manfaatkanlah. Karena boleh jadi, kebaikan yang kita lakukan hari ini adalah amal terakhir yang Allah izinkan kita persembahkan kepada-Nya.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal
YouTube UBN Newsroom.

Comment