PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT | UBN Newsroom — Sabtu, 9 Rabiul awal 1448 H / 22 Agustus 2026 M.
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi.
Setibanya di Lanud Supadio, Prabowo memimpin rapat penanganan karhutla yang dihadiri delapan pimpinan kementerian/lembaga serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan unsur terkait.
Presiden cek kondisi karhutla
Prabowo meminta laporan mengenai situasi terbaru sebelum meninjau sejumlah lokasi terdampak menggunakan helikopter. Ia menegaskan pentingnya melihat kondisi nyata di lapangan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen Purnawirawan Asrianus Bulo melaporkan terdapat 198 titik api dengan tingkat tinggi dalam 24 jam terakhir. Titik panas tersebut antara lain tersebar di Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, Sanggau, Sintang, dan Sambas.
Penanganan diperkuat
Presiden menugaskan Panglima TNI dan Kapolri untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Sementara penanganan di Kalimantan Tengah dikoordinasikan oleh KSAD dan Wakapolri.
Prabowo juga meminta pemerintah daerah menjalankan aturan secara tegas. Penanganan tidak hanya diarahkan pada pemadaman, tetapi juga penyelidikan, investigasi, pencegahan, dan penegakan hukum.
Pelaku karhutla diminta ditindak
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan aparat telah melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran dan mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat.
Proses hukum berjalan bersamaan dengan pemadaman. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan karhutla tidak hanya ditangani setelah terjadi, tetapi juga dicegah agar tidak terus berulang.
Dampak meluas hingga Malaysia
Karhutla di Kalimantan terjadi ketika wilayah tersebut memasuki puncak musim kemarau Agustus–September 2026. Asap kebakaran bahkan telah menyeberang ke Malaysia dan mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Dampaknya dapat menjalar ke kesehatan, pendidikan, transportasi, ekonomi, hingga hubungan lintas negara.
Perspektif UBN Newsroom
Menjaga alam adalah amanah
Karhutla menunjukkan bahwa menjaga hutan bukan sekadar urusan lingkungan, tetapi juga menjaga kehidupan manusia dan makhluk hidup di dalamnya. Karena itu, pemadaman harus diikuti pencegahan dan pemulihan agar kerusakan tidak terus berulang.
Allah SWT berfirman:
«وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”
QS. Al-A’raf [7]: 56»
Ketegasan adalah bagian dari amanah
Pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan aturan benar-benar berjalan. Jika penyelidikan membuktikan adanya pelanggaran, pelaku harus diproses secara tegas dan adil agar hukum tidak berhenti sebagai aturan di atas kertas.
Allah SWT berfirman:
«إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”
QS. An-Nisa [4]: 58»
Ketegasan terhadap pelaku bukan sekadar hukuman, tetapi bagian dari upaya melindungi masyarakat, menjaga alam, dan mencegah kerusakan yang sama terulang kembali.
Karhutla membutuhkan penanganan yang lengkap: padamkan apinya, tegakkan hukumnya, pulihkan hutannya, dan cegah agar tidak terulang.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban
UBN Newsroom terus menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti kanal YouTube UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment