MANGGARAI, NTT | UBN Newsroom — Selasa, 12 Rabiul Awal 1448 H / 25 Agustus 2026 M.
Memasuki hari kesembilan pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT), AQL Humanity telah membantu mendirikan tiga masjid sementara di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga tetap dapat menjalankan shalat berjamaah dengan aman di tengah ancaman gempa susulan.
Tiga masjid sementara tersebut berada di Reo, yakni Masjid Besar Nurul Huda; Salama, Masjid Baiturrahman; serta Kedindi, Masjid Nurul Barakah.
Bangunan Utama Masjid Masih Berisiko
Koordinator AQL Humanity, Ustaz Firman Rabi, mengatakan kondisi bangunan utama ketiga masjid tersebut dinilai masih terlalu berisiko untuk digunakan sebagai tempat shalat. Terlebih, gempa susulan masih terjadi hingga Senin (24/8/2026).
“Ketiga masjid itu terlalu berisiko untuk digunakan shalat di ruang utama karena sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan gempa susulan masih terjadi,” ujar Ustaz Firman.
Karena itu, AQL Humanity bersama masyarakat mendirikan bangunan masjid sementara di halaman masing-masing masjid. Bangunan tersebut dibuat menggunakan material aluminium dan baja ringan.
Menjaga Aktivitas Ibadah Penyintas
Pendirian masjid sementara diharapkan dapat memberikan ruang ibadah yang lebih aman bagi masyarakat terdampak gempa. Dengan demikian, jamaah tetap dapat melaksanakan shalat lima waktu secara berjamaah di lingkungan masjid tanpa harus memasuki bangunan utama yang mengalami kerusakan.
AQL Humanity juga terus melakukan pendampingan dan aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di wilayah tersebut selama masa tanggap darurat.
Perspektif UBN Newsroom
Ketika Musibah Tak Menghentikan Ibadah
Gempa dapat merusak bangunan, mengubah aktivitas masyarakat, bahkan memaksa warga meninggalkan rumah dan tempat-tempat yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka. Namun, kondisi tersebut tidak semestinya memutus semangat seorang Muslim untuk tetap menjaga ibadah sesuai kemampuan dan keadaan yang ada.
Allah SWT berfirman:
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِّأَنفُسِكُمْ ۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya:
“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa dijaga dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS. At-Tagabun: 16)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ketakwaan dijalankan sesuai kemampuan. Dalam kondisi bencana, ketika bangunan masjid mengalami kerusakan dan tidak aman digunakan, menyediakan tempat ibadah sementara menjadi salah satu bentuk ikhtiar agar masyarakat tetap dapat menjalankan kewajibannya dengan memperhatikan keselamatan.
Di sisi lain, mendirikan tempat ibadah sementara juga mencerminkan semangat ta’awun, yakni saling membantu dalam kebaikan. Allah SWT berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Artinya:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)
Di tengah situasi darurat, menjaga keselamatan dan menjaga ibadah dapat berjalan beriringan. Masjid sementara bukan sekadar bangunan pengganti, tetapi menjadi ikhtiar agar syiar ibadah tetap hidup sementara masyarakat menunggu kondisi kembali aman dan bangunan utama dapat diperbaiki.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom
BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui:
BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment