NTT | UBN Newsroom — Rabu, 13 Rabiul Awal 1448 H / 26 Agustus 2026 M.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan perkembangan penanganan pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam laporan tersebut, jaringan listrik dan telekomunikasi di wilayah terdampak disebut telah pulih, sementara ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) juga kembali normal.
Laporan tersebut disampaikan dalam rapat yang dipimpin Presiden Prabowo pada Rabu (26/8/2026). Pemulihan layanan dasar menjadi salah satu indikator berjalannya proses pemulihan setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026.
Listrik dan Telekomunikasi Mulai Pulih
Suharyanto menyampaikan bahwa jaringan listrik dan telekomunikasi di NTT telah pulih. Pemerintah bersama operator telekomunikasi terus melakukan pengecekan untuk memastikan layanan tetap berjalan.
Ketersediaan BBM juga disebut telah kembali normal sehingga masyarakat tidak lagi mengalami antrean panjang di SPBU.
Korban Meninggal Mencapai 100 Orang
Dalam perkembangan terbaru, BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa Flores mencapai 100 orang hingga Senin (24/8/2026). Sebanyak 1.603 orang mengalami luka-luka dan 180.327 warga masih mengungsi.
BNPB juga mencatat 73.818 rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 23.276 rumah rusak berat, 17.563 rusak sedang, dan 32.979 rusak ringan. Sebanyak 1.915 fasilitas umum turut terdampak.
Angka tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan dan verifikasi terus dilakukan di lapangan. Tingginya jumlah pengungsi juga dipengaruhi kekhawatiran masyarakat terhadap gempa susulan.
Layanan Kesehatan Masih Menghadapi Kendala
Meski sejumlah infrastruktur telah pulih, BNPB mencatat masih ada 19 puskesmas yang belum beroperasi. Sebagian masyarakat masih khawatir berada di dalam bangunan karena potensi gempa susulan.
Untuk menjaga pelayanan kesehatan, pemerintah menyiapkan 120 tenda darurat di sekitar puskesmas terdampak.
Selain itu, dua kapal rumah sakit milik TNI AL dioperasikan di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur. Dua rumah sakit di Nagekeo dan Ruteng juga masih mengalami kerusakan sehingga pelayanan kesehatan diperkuat melalui fasilitas lapangan.
Data BNPB mencatat 18 fasilitas kesehatan terdampak, sementara 87 fasilitas pendidikan juga mengalami kerusakan.
Infrastruktur dan Layanan Dasar Berangsur Normal
Sebagaimana dilaporkan iNews dalam perkembangan penanganan gempa Flores, dari 169 puskesmas di Flores, sebanyak 101 puskesmas telah beroperasi normal dan 49 lainnya beroperasi secara terbatas. Pemerintah juga mendatangkan tenaga kesehatan dari luar Flores serta memasang tenda perawatan di sejumlah puskesmas terdampak.
Dua kapal rumah sakit, yakni KRI dr. Soeharso dan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA), turut memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Kementerian Kesehatan juga mengoperasikan rumah sakit lapangan di Ruteng dan Nagekeo.
Pada sektor infrastruktur, ruas jalan yang sebelumnya terganggu akibat longsor maupun kerusakan jembatan disebut telah dapat dilalui secara fungsional.
Untuk kelistrikan, pasokan di Pulau Flores telah pulih 100 persen, sementara pemulihan di Pulau Palue mencapai 84,59 persen. Seluruh SPBU di Flores juga telah beroperasi, dengan satu SPBU di Manggarai menggunakan skema darurat. Jaringan telekomunikasi BTS disebut telah kembali normal.
Bantuan Mencapai 2.032 Ton
Dalam penanganan logistik, Suharyanto melaporkan sebanyak 2.032 ton bantuan telah dikirim melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.539 ton telah didistribusikan.
Distribusi dilakukan melalui Labuan Bajo dan Maumere, serta menggunakan jalur udara dan laut. Pengiriman melalui jalur udara mencakup penerbangan TNI AU dan penerbangan komersial, sementara sebagian bantuan lainnya dikirim melalui jalur laut.
Stok bantuan di Posko Labuan Bajo juga tercatat sekitar 1.624 ton untuk disalurkan ke Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ngada. Distribusi masih menghadapi tantangan akibat kerusakan sejumlah jalan dan jembatan.
Gempa Susulan Masih Berlanjut
BMKG mencatat hingga Rabu (26/8/2026) pukul 14.00 WIB terdapat 3.002 gempa susulan dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2. Sebanyak 86 gempa dirasakan masyarakat, termasuk 25 kejadian dengan magnitudo 5 atau lebih.
BNPB memperkirakan aktivitas gempa susulan masih dapat berlangsung selama tiga hingga empat pekan sebelum berangsur lebih stabil.
Pemulihan Masih Berlangsung
Pemerintah Provinsi NTT sebelumnya menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung 15–28 Agustus 2026. Tahap ini mencakup evakuasi, pencarian dan penyelamatan, perawatan korban, penyediaan logistik, serta pemulihan infrastruktur dasar.
Dengan jumlah korban, pengungsi, dan kerusakan yang masih besar, proses pemulihan membutuhkan koordinasi dan dukungan berkelanjutan.
Perspektif UBN Newsroom
Pemulihan Harus Menjangkau Masyarakat
Pemulihan pascagempa tidak hanya diukur dari pulihnya listrik dan telekomunikasi. Ketersediaan layanan kesehatan, BBM, distribusi logistik, serta rasa aman masyarakat juga menjadi bagian penting dari proses pemulihan.
Bagi jurnalisme peradaban, perkembangan ini perlu terus dicatat secara seimbang: mencatat kemajuan pemulihan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan tidak terabaikan.
Besarnya jumlah pengungsi dan kerusakan fasilitas menunjukkan bahwa pemulihan harus terus menjangkau kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, tempat tinggal, serta kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Menjaga Amanah dan Keselamatan
Islam mengajarkan pentingnya menjaga kehidupan dan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kondisi sulit.
Allah SWT berfirman:
«وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
“Dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia.”
QS. Al-Ma’idah [5]: 32»
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap upaya penyelamatan, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, dan pemulihan fasilitas publik merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan dan kemaslahatan masyarakat.
Dalam situasi bencana, amanah juga berarti memastikan data akurat dan bantuan tersalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Catatan Redaksi
Data pemulihan listrik, telekomunikasi, layanan kesehatan, dan distribusi bantuan berdasarkan laporan BNPB dalam rapat bersama Presiden pada 26 Agustus 2026. Data korban, kerusakan, dan pengungsian merupakan data BNPB per 24 Agustus 2026 dan masih bersifat sementara.
UBN Newsroom akan terus memperbarui informasi sesuai perkembangan penanganan gempa NTT.
Dukungan Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus menghadirkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, kemanusiaan, dan peradaban.
Dukungan operasional dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment