SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Home » Rumah Amal Salman-AQL Siapkan Infrastruktur Darurat untuk Penyintas Gempa NTT

Rumah Amal Salman-AQL Siapkan Infrastruktur Darurat untuk Penyintas Gempa NTT

JAKARTA | UBN Newsroom — Jumat, 22 Rabiul Awal 1448 H / 4 September 2026 M.

Rumah Amal Salman dan Perkumpulan AQL menjajaki kerja sama pembangunan infrastruktur darurat bagi penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan tenda darurat, akses air bersih, hingga fasilitas pelayanan kesehatan sementara.

Ketua Rumah Amal Salman Ir. H. Mipi Ananta Kusuma menyampaikan rencana tersebut saat bersilaturahim dengan pimpinan Perkumpulan AQL KH Bachtiar Nasir di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Mipi menjelaskan, salah satu infrastruktur yang dapat segera diterapkan adalah tenda darurat berbasis material lokal. Tenda tersebut dirancang dengan struktur bambu atau kayu yang kokoh dan dapat dibongkar-pasang.

Menurut dia, tenda berukuran sekitar 4×4 meter dapat dibangun dalam waktu relatif singkat. Proses perakitan dilakukan di lokasi dengan memanfaatkan material yang tersedia di daerah terdampak.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Selain tenda keluarga, terdapat pula desain tenda komunal berukuran hingga 6×6 meter. Tenda tersebut dilengkapi alas dan dirancang agar lebih aman serta nyaman dibandingkan tenda darurat masyarakat pada umumnya.

“Ini kokoh. Ini didesain oleh arsitek. Aman,” kata dia dalam pertemuan tersebut.

Mipi mengatakan konsep tersebut telah diterapkan dalam penanganan bencana di sejumlah daerah, antara lain Cianjur. Struktur tenda menggunakan sistem knockdown sehingga dapat dipindahkan apabila lokasi pengungsian berubah.

Selain hunian sementara, Rumah Amal Salman juga menawarkan dukungan penyediaan air bersih bagi warga yang mengungsi di wilayah perbukitan. Sistem tersebut menggunakan pompa untuk mengalirkan air dari sumber di bawah menuju tangki penampungan, kemudian disalurkan ke titik-titik keran di sekitar lokasi pengungsian.

“Kita buat lebih sedikit lebih ringan lah. Istilah kami mengurangi beban penderitaan masyarakat. Kita enggak bisa bantu bagus, tapi bisa lebih nyaman sedikit,” ujarnya.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Ia menjelaskan, jaringan distribusi air menggunakan pipa HDPE dan dapat dimanfaatkan kembali setelah masa tanggap darurat berakhir. Dengan sistem tersebut, warga yang mengungsi hingga puluhan meter di atas sumber air tidak perlu terus-menerus mengambil air dengan cara naik turun perbukitan.

Sementara itu, untuk kebutuhan jangka lebih panjang, Rumah Amal Salman juga memiliki konsep hunian tetap (huntap) maupun hunian sementara (huntara) yang dapat dikembangkan menjadi hunian tetap. Material bangunan disesuaikan dengan potensi lokal, seperti bambu dan kayu.

“Kita mendorong pakai material lokal. Apakah bambu atau kayu. Nilai tambahnya cuma mur baut,” katanya.

Mipi menambahkan, pihaknya saat ini juga mengembangkan fasilitas publik darurat, termasuk puskesmas. Di Manggarai Timur, misalnya, tengah dibangun puskesmas darurat berukuran sekitar 6×9 meter dengan ruang pemeriksaan, ruang persalinan, dan ruang obat-obatan.

Pembangunan fasilitas tersebut dinilai penting karena sejumlah puskesmas dan sekolah mengalami kerusakan akibat bencana. Sementara pembangunan kembali oleh pemerintah membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

“Jadi pemerintah akan membangun, tapi kan butuh waktu setahun setengah. Nah, setahun setengah ini kan harus ada pelayanan, enggak boleh berhenti. Nah, kami bantu dengan puskesmas darurat,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat mendorong kolaborasi agar dukungan bagi penyintas gempa NTT dapat segera diwujudkan di lapangan.

Mipi menyebut Rumah Amal Salman sebelumnya telah mengirimkan bantuan tenda untuk wilayah terdampak. Ke depan, pihaknya membuka peluang untuk melatih masyarakat setempat agar mampu membangun fasilitas darurat secara mandiri dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di daerah.

KH Bachtiar Nasir menyambut baik rencana tersebut dan menilai kolaborasi antarlembaga diperlukan dalam penanganan bencana.
“Intinya ini silaturahmi, kolaborasi. Enggak bisa sendirian zaman sekarang ini. Kita jalan bareng,” kata Kiai Bachtiar.

Perspektif UBN Newsroom | Kolaborasi dalam Menjaga Amanah Kemanusiaan

Dalam perspektif Islam, membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah merupakan bagian dari ta’awun, yaitu sikap saling menolong, membantu, dan bekerja sama dalam kebaikan untuk memberikan manfaat kepada sesama. Ta’awun tidak hanya dilakukan secara individu, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kerja sama antarlembaga dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.

Allah SWT berfirman:


وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ


Artinya:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 2)

Semangat ta’awun tersebut menjadi semakin bermakna ketika lembaga-lembaga kemanusiaan menggabungkan sumber daya, keahlian, dan pengalaman untuk menjawab kebutuhan penyintas secara lebih tepat. Tenda yang aman, akses air bersih, serta pelayanan kesehatan darurat bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi bagian dari upaya menjaga kehidupan dan mengurangi beban masyarakat yang terdampak bencana.

Kolaborasi juga menunjukkan bahwa penanganan bencana merupakan amanah bersama. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam pemulihan, sementara masyarakat dan lembaga kemanusiaan dapat mengambil peran untuk menjembatani kebutuhan mendesak selama proses pemulihan berlangsung.

Karena itu, bantuan yang baik bukan hanya cepat hadir, tetapi juga tepat guna, aman, berkelanjutan, dan memberdayakan. Ketika masyarakat lokal dilibatkan untuk membangun fasilitas dengan memanfaatkan potensi daerahnya sendiri, bantuan tidak berhenti pada pemberian, tetapi turut menumbuhkan kemandirian dan daya pulih masyarakat.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement