SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Health & Fitness Nasional
Home » Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berbahaya bagi Kesehatan, Ini Cara Membersihkannya

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berbahaya bagi Kesehatan, Ini Cara Membersihkannya

JAKARTA | UBN Newsroom — Ahad, 24 Rabiul Awal 1448 H / 6 September 2026 M.

Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mengalami erupsi menerus dengan intensitas letusan tertinggi sepanjang 2026 sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Ahad (6/9/2026). Aktivitas tersebut menghasilkan suara gemuruh dan dentuman yang terdengar hingga pesisir Banten dan Lampung.

Pada Ahad, abu vulkanik dilaporkan telah menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek. Paparan abu vulkanik perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan, terutama mata, kulit, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan.

BAHAYA ABU VULKANIK BAGI KESEHATAN

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menjelaskan bahwa abu vulkanik berbeda dari debu biasa karena dapat mengandung silika yang berbentuk seperti serpihan kaca tajam.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

“Abu vulkanik ini sangat berbeda jauh dengan abu ataupun debu biasa karena mengandung silika yang seperti serpihan kaca yang tajam dan bisa merusak,” kata Dicky di Jakarta, Ahad (6/9/2026).

Paparan pada mata dapat menyebabkan kemerahan, perih, berair, sensitif terhadap cahaya, hingga luka goresan dan peradangan konjungtivitis.

Sementara pada saluran pernapasan, abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi hidung dan tenggorokan, pilek, batuk kering, sesak, hingga nyeri dada. Kondisi tersebut dapat lebih berat pada penderita asma atau bronkitis kronis.

Dicky juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas berat ketika konsentrasi abu vulkanik di udara sedang tinggi. Napas yang lebih cepat dapat membuat partikel halus masuk lebih dalam ke paru-paru.

CARA MEMBERSIHKAN ABU VULKANIK

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Masyarakat dianjurkan membersihkan abu vulkanik sesegera mungkin menggunakan air. Abu sebaiknya tidak digosok pada permukaan karena dapat menyebabkan goresan, sementara pakaian yang terkena abu tidak dianjurkan dikibas agar partikel tidak semakin menyebar.

Jendela dan pintu juga sebaiknya ditutup rapat untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah. Saat harus keluar, gunakan pakaian tertutup untuk mengurangi paparan pada kulit.

Untuk melindungi saluran pernapasan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker seperti N95 yang menutup hidung dan mulut dengan rapat. Gunakan pula kacamata pelindung untuk mencegah abu masuk ke mata.

Jika mata teriritasi, segera bilas menggunakan air bersih. Masyarakat yang mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pada mata dianjurkan segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

WASPADA TANPA PANIK

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Dicky mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti informasi dari sumber resmi pemerintah dan tidak panik dalam menghadapi paparan abu vulkanik.

Kewaspadaan diperlukan karena kondisi erupsi dan penyebaran abu dapat berubah mengikuti aktivitas gunung serta arah angin.

PERSPEKTIF UBN NEWSROOM

MENJAGA KESELAMATAN DI TENGAH BENCANA

Erupsi Gunung Anak Krakatau mengingatkan bahwa bencana alam tidak hanya berkaitan dengan ancaman langsung dari letusan, tetapi juga dampak lanjutan seperti penyebaran abu vulkanik.

Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas agar dapat mengambil langkah perlindungan secara tepat. Menggunakan masker, melindungi mata, menutup akses masuk abu ke rumah, serta membersihkan abu dengan cara yang benar merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keselamatan.

AMANAH DALAM MENJAGA KESELAMATAN

Menjaga keselamatan diri dan masyarakat merupakan amanah. Dalam menghadapi bencana, kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang menjadi bagian dari ikhtiar untuk mencegah mudarat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”

QS. Al-Baqarah [2]: 195

Karena itu, menghadapi erupsi tidak cukup dengan rasa takut. Masyarakat perlu tetap tenang, waspada, melindungi diri, dan mengikuti informasi resmi agar risiko terhadap kesehatan dapat diminimalkan.

CATATAN REDAKSI

Informasi mengenai bahaya kesehatan dan cara membersihkan abu vulkanik dalam naskah ini mengacu pada keterangan epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, sebagaimana tercantum dalam materi yang diberikan kepada redaksi.

Informasi mengenai aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan penyebaran abu dapat berubah sesuai perkembangan aktivitas gunung dan kondisi atmosfer.

DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban mengenai umat, bangsa, kemanusiaan, lingkungan, kebijakan publik, dan dinamika global.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091

a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, lingkungan, kemanusiaan, kebijakan publik, dan peradaban.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.

Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement