SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Home » KLH Turunkan Tim Pantau Dampak Lingkungan Erupsi Anak Krakatau

KLH Turunkan Tim Pantau Dampak Lingkungan Erupsi Anak Krakatau

JAKARTA | UBN Newsroom — Ahad, 24 Rabiul Awal 1448 H / 6 September 2026

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menurunkan Tim Reaksi Cepat untuk memantau dampak ekologis akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Langkah tersebut dilakukan melalui pengukuran kualitas udara ambien dan pemantauan kualitas air laut di wilayah pesisir Banten dan Lampung.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Prioritas utama saat ini adalah melakukan mitigasi dampak lingkungan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Kualitas Udara dan Air Laut Jadi Perhatian

Tim teknis KLH/BPLH melakukan pemantauan terhadap sejumlah parameter kualitas lingkungan, termasuk partikulat PM2.5 dan PM10 serta konsentrasi gas sulfur dioksida atau SO2.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Selain kualitas udara, pemantauan juga dilakukan terhadap kondisi air laut di kawasan pesisir Banten dan Lampung. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan dampak aktivitas vulkanik terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di wilayah pesisir.

Sejumlah Wilayah Alami Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat

Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah wilayah di Sumatera bagian selatan mengalami kualitas udara dengan kategori sangat tidak sehat. Namun, KLH masih melakukan kajian lebih lanjut untuk memastikan faktor yang memengaruhi tingginya konsentrasi partikulat di sejumlah wilayah tersebut.

Sementara itu, sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah menjangkau berbagai wilayah. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat dan memerlukan kewaspadaan, terutama terhadap potensi paparan abu vulkanik.

KLH Lakukan Pemantauan Intensif

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan pemantauan lingkungan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan kondisi udara, perairan, dan lingkungan di sekitar wilayah terdampak tetap terkendali.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Langkah mitigasi dilakukan dengan menggabungkan pemantauan kondisi lingkungan dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pemantauan terhadap kualitas udara dan air laut menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi dampak yang mungkin muncul setelah aktivitas erupsi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar Selat Sunda.

Perspektif UBN Newsroom | Ketika Alam Mengingatkan Manusia tentang Kebesaran Allah

Di balik aktivitas Gunung Anak Krakatau yang menyemburkan material pijar, manusia sedang menyaksikan betapa besar energi yang Allah SWT simpan di bawah bumi yang selama ini dipijak dengan tenang.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Allah SWT berfirman:
وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ
Artinya:
“Dan gunung-gunung, bagaimana ditegakkan?”
(QS. Al-Ghasyiyah [88]: 19)

Sains menjelaskan bahwa erupsi terjadi akibat pergerakan magma, gas, dan tekanan dari dalam bumi. Namun, bagi seorang mukmin, pengetahuan tentang proses alam tidak berhenti pada penjelasan ilmiah semata. Semakin manusia memahami bagaimana alam bekerja, semakin ia menyadari betapa kecil dan terbatasnya manusia di hadapan kebesaran Sang Pencipta.

Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak serta-merta dapat disebut sebagai azab. Namun, fenomena alam ini layak menjadi peringatan bahwa bumi yang tampak tenang menyimpan kekuatan luar biasa di dalamnya. Karena itu, ikhtiar ilmiah melalui pemantauan kualitas udara, air laut, dan lingkungan sebagaimana dilakukan KLH merupakan bagian penting dari tanggung jawab manusia dalam menjaga kehidupan.

Ketika alam memperlihatkan kedahsyatannya, bukan hanya kamera yang seharusnya diarahkan kepadanya. Hati manusia juga perlu diarahkan untuk semakin mengenal Allah SWT, semakin rendah hati, dan semakin sadar bahwa ilmu pengetahuan seharusnya membawa manusia kepada tanggung jawab, kepedulian, dan ketundukan kepada Sang Pencipta.

Dengan demikian, pemantauan lingkungan dan mitigasi bencana bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga bagian dari ikhtiar manusia untuk menjaga amanah kehidupan di tengah tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement