SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Home » Lima Jurnalis Yang Hendak Liput Erupsi Anak Krakatau Hilang Kontak. Tim SAR Lakukan Pencarian

Lima Jurnalis Yang Hendak Liput Erupsi Anak Krakatau Hilang Kontak. Tim SAR Lakukan Pencarian


BANTEN | UBN Newsroom — Selasa, 26 Rabiul Awal 1448 H / 8 September 2026

Lima jurnalis dilaporkan sempat hilang kontak saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Rombongan tersebut berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian di kawasan perairan Selat Sunda dan sekitar Pulau Sebesi.

Berdasarkan keterangan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, rombongan tersebut berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Namun, komunikasi dengan mereka kemudian terputus dan keberadaan speedboat sempat tidak diketahui.

Komunikasi Terakhir dan Titik Lokasi

Al Amrad menjelaskan, salah seorang jurnalis sempat berkomunikasi dengan rekannya di Lampung sekitar pukul 14.42 WIB pada Senin (7/9/2026). Dalam komunikasi tersebut, jurnalis itu sempat mengirimkan titik lokasi terakhir.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

“Komunikasi terakhir korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 mengirim share location terakhir dan pada pukul 15.04 terjadi hilang kontak,” ujar Al Amrad dalam keterangannya.

Basarnas Banten menerima laporan mengenai speedboat yang hilang kontak pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB. Laporan tersebut disampaikan setelah kapal tidak kunjung kembali dan pemilik kapal kehilangan informasi mengenai keberadaan rombongan.

Lima Jurnalis dan Dua Awak Kapal

Berdasarkan pembaruan data dari Basarnas, speedboat tersebut membawa total tujuh orang. Lima orang merupakan jurnalis, sementara dua orang lainnya adalah awak kapal yang terdiri dari nakhoda dan anak buah kapal (ABK).

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut antara lain:

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

M. Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara
Ari Basuki, jurnalis Merdeka
Yudhis atau Yudistiro, jurnalis iNews
Daus, jurnalis Anadolu
Donal, pekerja lepas atau freelance

Identitas tersebut telah dilaporkan oleh sejumlah media berdasarkan informasi dari tim SAR dan rekan-rekan jurnalis.

Tim SAR Sisir Perairan Selat Sunda

Tim SAR gabungan segera melakukan operasi pencarian setelah menerima laporan hilang kontak. Basarnas Banten mengerahkan personel dan armada SAR untuk menyisir titik lokasi terakhir serta kawasan perairan di sekitar Pulau Sebesi dan Gunung Anak Krakatau

Pencarian juga melibatkan unsur SAR gabungan dan aparat terkait. Sejumlah titik di perairan Selat Sunda menjadi fokus penyisiran untuk memastikan keberadaan speedboat dan seluruh penumpangnya.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Kepala Siaga SAR Banten, Wahyu, sebelumnya menyampaikan bahwa hingga sore hari tim SAR masih melakukan pencarian terhadap rombongan tersebut.

“Sampai sekarang tim SAR masih mencari kelima jurnalis yang lost kontak,” ujarnya.

Informasi Terbaru: Rombongan Dilaporkan Dievakuasi

Dalam perkembangan terbaru pada Selasa sore, muncul informasi bahwa lima jurnalis yang sempat hilang kontak telah ditemukan dan dievakuasi oleh Basarnas. Mereka dilaporkan sebelumnya berada di kawasan Pulau Sabesi sebelum proses evakuasi dilakukan menuju daratan.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa kabar mengenai hilang kontak rombongan telah berkembang seiring proses pencarian di lapangan. Karena itu, kondisi seluruh anggota rombongan dan keterangan resmi terbaru dari Basarnas menjadi informasi penting yang perlu terus diperbarui.

Risiko Peliputan di Kawasan Bencana

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tugas jurnalistik di kawasan bencana dan wilayah berisiko memiliki tantangan tersendiri. Peliputan aktivitas gunung api, terutama di kawasan perairan seperti Selat Sunda, membutuhkan kesiapan informasi, komunikasi, keselamatan pelayaran, serta koordinasi dengan pihak berwenang.

Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang berada di kawasan Selat Sunda. Aktivitas erupsi dalam beberapa hari terakhir juga menjadi perhatian berbagai pihak karena dampak abu vulkanik terhadap sejumlah wilayah dan aktivitas penerbangan.

Bagi para jurnalis, menjalankan tugas menyampaikan informasi kepada masyarakat merupakan pekerjaan yang penting. Namun, keselamatan tetap harus menjadi prioritas dalam setiap proses peliputan, khususnya ketika bekerja di kawasan bencana dan wilayah dengan kondisi alam yang dinamis.

Perspektif UBN Newsroom | Menjaga Nyawa dalam Menjalankan Amanah Informasi

Tugas jurnalistik memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama ketika terjadi bencana dan peristiwa yang berdampak luas. Melalui kerja para jurnalis, masyarakat dapat mengetahui kondisi lapangan, perkembangan situasi, serta berbagai informasi yang dibutuhkan.

Namun, setiap tugas kemanusiaan dan profesi juga harus berjalan dengan memperhatikan keselamatan jiwa. Tidak ada informasi yang lebih berharga daripada nyawa manusia.

Dalam Islam, menjaga jiwa merupakan salah satu prinsip penting. Allah SWT berfirman:
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah [2]: 195)

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa keberanian dalam menjalankan tugas harus berjalan bersama dengan ikhtiar menjaga keselamatan. Persiapan yang matang, penggunaan peralatan keselamatan, komunikasi yang baik, serta koordinasi dengan pihak berwenang merupakan bagian dari ikhtiar manusia dalam menghadapi risiko.

Peristiwa hilang kontaknya rombongan jurnalis di Selat Sunda juga menunjukkan pentingnya solidaritas dan kerja cepat tim pencarian dan pertolongan. Setiap upaya penyelamatan merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama dan penghargaan terhadap kehidupan manusia.

Semoga seluruh pihak yang menjalankan tugas di kawasan berisiko selalu diberikan perlindungan, kemudahan, dan keselamatan dalam menjalankan amanahnya.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement