SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Home » UBN Soroti Rumah Tahan Gempa: Jangan Sampai Rumah Menjadi Ancaman bagi Penghuninya

UBN Soroti Rumah Tahan Gempa: Jangan Sampai Rumah Menjadi Ancaman bagi Penghuninya

FLORES | UBN Newsroom — Rabu, 27 Rabiul Awal 1448 H / 9 September 2026 M.

Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyoroti pentingnya masyarakat di wilayah rawan gempa membangun tempat tinggal yang menyesuaikan karakter geografis daerahnya. Hal tersebut disampaikan setelah UBN melihat langsung kawasan terdampak gempa di Flores, di mana berdasarkan keterangan yang diterimanya di lapangan, sekitar 90 persen rumah di salah satu wilayah yang dikunjungi hancur, sementara sisanya mengalami keretakan.

Kunjungan UBN dimulai dari Reok, kemudian berlanjut menuju Lingkungan Batok, Desa Salama, termasuk mengunjungi Masjid Baiturrahman, serta akan dilanjutkan ke beberapa daerah lainnya. Selain melihat kondisi masyarakat terdampak, UBN turut memantau posko AQL yang berada di kawasan tersebut.

Dalam diskusi bersama masyarakat, UBN menyoroti satu persoalan penting di balik besarnya korban gempa. Banyak korban gempa bukan meninggal akibat getaran secara langsung, tetapi akibat tertimpa bangunan yang runtuh ketika gempa terjadi.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya mitigasi bencana dimulai bahkan sebelum bencana datang. Tempat tinggal seharusnya dibangun dengan mempertimbangkan karakteristik alam dan risiko bencana yang berbeda pada setiap wilayah.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Warga Sorot Perbedaan Rumah Kayu dan Bangunan Semen

Temuan menarik juga muncul dari keterangan masyarakat terdampak yang ditemui selama kunjungan. Warga menyampaikan bahwa sejumlah rumah berbahan kayu mengalami dampak yang berbeda dibandingkan bangunan berbahan semen ketika gempa terjadi.

Keterangan masyarakat tersebut perlu dikaji lebih lanjut secara teknis, termasuk mengenai konstruksi, sambungan, bobot bangunan, kualitas pengerjaan, hingga kemampuan struktur mengikuti pergerakan akibat gempa.

Karena itu, persoalannya bukan sekadar memilih “kayu atau semen”, melainkan bagaimana membangun struktur yang sesuai standar keselamatan di wilayah rawan gempa.

Kunjungan UBN kemudian tidak hanya diarahkan untuk melihat kerusakan maupun memantau penanganan masyarakat melalui posko AQL. Kondisi yang ditemukan di lapangan juga menjadi bahan untuk mendorong edukasi mitigasi dan hunian yang lebih adaptif terhadap gempa.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Harapannya, masyarakat tidak hanya dibantu untuk bangkit setelah bencana. Mereka juga perlu dipersiapkan agar memiliki risiko yang lebih kecil ketika gempa berikutnya terjadi.

Perspektif UBN Newsroom | Bencana Tidak Bisa Dicegah, tetapi Risiko Bisa Dipersiapkan

Gempa bumi adalah fenomena alam yang berada di luar kemampuan manusia untuk menghentikannya. Namun, besarnya risiko yang ditimbulkan dapat dipengaruhi oleh seberapa baik manusia mempersiapkan diri.

Karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa membutuhkan pengetahuan mengenai kondisi alam tempat mereka hidup. Rumah tidak cukup hanya nyaman dan kokoh dalam keadaan normal, tetapi juga harus dirancang dengan mempertimbangkan risiko bencana setempat.

Allah SWT berfirman:

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag


وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ


Artinya:
“Berinfaklah di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. Berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-Baqarah [2]: 195)

Ayat tersebut dapat menjadi pengingat mengenai pentingnya ikhtiar menjaga keselamatan. Tawakal kepada Allah tidak berarti mengabaikan ilmu, mitigasi, dan usaha manusia untuk mengurangi risiko.

Jangan Hanya Bangun Kembali, Bangun Lebih Siap

Bantuan setelah gempa tentu dibutuhkan, tetapi pekerjaan kemanusiaan tidak seharusnya berhenti pada mendirikan kembali apa yang telah runtuh. Rekonstruksi harus menjadi kesempatan untuk memperbaiki cara masyarakat menghadapi bencana berikutnya.

Jika suatu daerah memiliki risiko gempa tinggi, maka ilmu mengenai konstruksi tahan gempa harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya. Jangan sampai rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru berubah menjadi ancaman ketika bumi berguncang.

Membangun kembali setelah bencana juga harus menjadi momentum untuk membangun lebih baik dan lebih siap. Bantuan kemanusiaan perlu berjalan seiring dengan edukasi, ilmu pengetahuan, mitigasi, serta kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana di wilayahnya.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya dipersiapkan untuk bangkit setelah bencana, tetapi juga memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk mengurangi risiko ketika bencana serupa kembali terjadi.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement