SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Home » Bukan Orang Kaya, Pak Abidin Wakafkan Tanah Terbaiknya untuk Masjid

Bukan Orang Kaya, Pak Abidin Wakafkan Tanah Terbaiknya untuk Masjid

MANGGARAI BARAT | UBN Newsroom — Rabu, 27 Rabiul Awal 1448 H / 9 September 2026 M.

Di tengah kondisi masyarakat yang masih berusaha bangkit pascagempa, seorang warga Dusun Kedutur, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, bernama Abidin mewakafkan lahan seluas sekitar 20 × 20 meter untuk pembangunan masjid bagi masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Wakaf tersebut dilakukan meski Abidin hidup sederhana dan tinggal di rumah berbahan kayu.

Momen tersebut berlangsung ketika Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) bersama rombongan melakukan kunjungan ke wilayah Manggarai Barat, Rabu (9/9/2026). Abidin mengundang UBN dan rombongan untuk singgah ke kediamannya di Dusun Kedutur.

Tanah yang diwakafkan Abidin berada tidak jauh dari kediamannya di kawasan perbukitan. Menurut keterangannya, masjid terdekat dari lingkungan tempat tinggal masyarakat berjarak sekitar satu kilometer sehingga pembangunan masjid baru diharapkan dapat memudahkan warga dalam menjalankan ibadah.

Dalam keterbatasan yang dimilikinya, Abidin memilih memberikan sebagian hartanya untuk kepentingan umat dan pembangunan rumah Allah. Keinginannya tersebut menjadi perhatian tersendiri karena muncul dari seorang warga yang hidup dalam kesederhanaan.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Wakaf Berangkat dari Kebutuhan Masyarakat

Keinginan Abidin mewakafkan tanah berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap tempat ibadah yang lebih mudah dijangkau. Berdasarkan keterangannya, warga selama ini harus menempuh jarak sekitar satu kilometer untuk mencapai masjid terdekat.

Abidin kemudian menyediakan tanah yang menurutnya layak digunakan untuk pembangunan masjid. Lokasi tersebut berada di kawasan perbukitan dan, berdasarkan keyakinannya serta kondisi yang dilihat masyarakat setempat, dianggap relatif lebih aman dibandingkan sejumlah kawasan yang lebih rendah.

Bagi Abidin, keputusan tersebut juga berangkat dari satu prinsip sederhana. Jika tanah itu akan digunakan untuk membangun masjid, maka ia ingin memberikan tempat yang menurutnya terbaik.

UBN Ajak Masyarakat Wujudkan Pembangunan Masjid

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Kunjungan UBN ke Dusun Kedutur tidak hanya menjadi momentum untuk melihat kondisi masyarakat pascagempa, tetapi juga membuka perhatian terhadap kebutuhan warga akan fasilitas ibadah yang lebih dekat.

UBN kemudian mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam mewujudkan pembangunan masjid di atas tanah wakaf tersebut.

Harapannya, wakaf yang telah dimulai oleh Abidin dapat berkembang menjadi amal bersama. Masyarakat dapat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing agar masjid tersebut benar-benar dapat berdiri dan memberikan manfaat bagi warga Dusun Kedutur.

Di tengah kesederhanaan hidupnya, Abidin menunjukkan bahwa kontribusi untuk umat tidak selalu harus dimulai dari kelebihan harta. Terkadang, sebuah amal besar justru dimulai dari keberanian memberikan apa yang paling berharga dari apa yang dimiliki.

Perspektif UBN Newsroom | Memberi yang Terbaik Tidak Harus Menunggu Kaya

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Ada pelajaran besar dari kesederhanaan Pak Abidin. Ia bukan seorang yang hidup dalam kemewahan. Rumahnya mungkin hanya terbuat dari kayu, tetapi ketika berbicara tentang rumah Allah, yang terpikir justru bagaimana memberikan tanah yang menurutnya terbaik.

Allah SWT berfirman:


لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ


Artinya:
“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui tentangnya.”
(QS. Ali ‘Imran [3]: 92)

Islam mengajarkan bahwa kemuliaan sedekah tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya harta seseorang. Nilainya juga terletak pada keikhlasan dan kesediaan memberikan sesuatu yang berharga, bahkan ketika seseorang sendiri tidak hidup dalam kelapangan.

Dari Sebidang Tanah, Lahir Amal yang Tidak Terputus

Jika masjid ini kelak berdiri, setiap azan yang berkumandang, setiap sujud yang dilakukan, setiap ayat Al-Qur’an yang dibaca, dan setiap anak yang belajar mengenal Allah di dalamnya dapat menjadi bagian dari amal jariyah bagi mereka yang turut mengambil bagian dalam pembangunannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:


مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ


Artinya:
“Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya yang semisal dengannya di surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Pak Abidin telah memulai dengan tanah yang ia miliki. Sebidang tanah yang mungkin secara materi memiliki nilai tertentu, tetapi ketika diwakafkan untuk rumah Allah, nilainya dapat melampaui batas kehidupan dunia.

Kini, wakaf tersebut membutuhkan tangan-tangan lain untuk menyempurnakannya. Ada yang mungkin mampu membantu dengan tenaga, ada yang dengan ilmu, ada yang dengan bahan bangunan, dan ada pula yang dengan harta sesuai kemampuannya.

Tidak perlu menunggu menjadi kaya untuk meninggalkan amal besar. Terkadang, yang Allah tunggu bukan seberapa banyak yang kita miliki, melainkan seberapa tulus kita bersedia memberikan yang terbaik dari apa yang sudah Allah titipkan kepada kita.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement