SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Home » Ratusan Jurnalis Gelar Doa Bersama Secara Serentak Di Berbagai Kota

Ratusan Jurnalis Gelar Doa Bersama Secara Serentak Di Berbagai Kota

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Jumat, 30 Rabiul Awal 1448 H / 12 September 2026 M.

Acara doa bersama untuk delapan korban yang hilang di perairan Selat Sunda dilakukan secara serentak oleh ratusan jurnalis dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan aliansi wartawan di berbagai daerah di Tanah Air pada Jumat malam (11/9/2026).

Di Jakarta, para wartawan dan pewarta foto berkumpul untuk berdoa bersama di Bundaran HI. Aksi solidaritas dan doa bersama juga berlangsung serentak di berbagai daerah dan kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Depok, Sukabumi, Surabaya, Medan, hingga Makassar.

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Dwi Pambudo, mengungkapkan harapannya ada kabar terbaru mengenai lima jurnalis yang hilang saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Dwi mengungkapkan, jurnalis menjadi ujung tombak bagi masyarakat untuk mendapatkan berita dan informasi faktual.

Ia mengungkapkan, organisasinya di berbagai kota juga telah menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas untuk rekan-rekan mereka yang saat ini masih hilang. Dwi menjelaskan, PFI Pusat juga telah melakukan pendampingan untuk pihak keluarga jurnalis yang hilang.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

“Kami mengharapkan bantuan dari semua insan pers. Mohon nilai-nilai kemanusiaan kita kedepankan dan hindari membahas hal-hal yang tidak penting. Kami membutuhkan doa, dukungan moral, dan optimisme,” ujarnya, usai menggelar doa bersama di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (11/9) malam.

Dalam aksi tersebut, para awak media membentangkan foto para rekan yang hilang, memanjatkan doa sesuai kepercayaan masing-masing, dan meletakkan kamera di samping lilin yang menyala sebagai simbol duka sekaligus harapan.

Ketua PFI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk empati mendalam sekaligus dukungan moral bagi keluarga korban. Komunitas pers mendesak Tim SAR Gabungan, Basarnas, dan TNI AL untuk terus mengoptimalkan proses pencarian dan penyelamatan di sekitar area terdampak abu vulkanik.

Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat masih terus menyisir koordinat terakhir hilangnya kontak kapal di tengah cuaca buruk dan gelombang tinggi Selat Sunda.

PERKEMBANGAN TERBARU PENCARIAN

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Memasuki hari keempat operasi SAR pada Jumat (11/9/2026), Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih hilang kontak. Pencarian dilakukan dengan mengerahkan berbagai armada laut, dua unit drone thermal, serta personel dari Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, pemerintah daerah, Potensi SAR, relawan, dan masyarakat. Area pencarian diperluas menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan luas sekitar 3.243,7 nautical mile persegi.

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan juga menemukan sebuah life jacket dan pelampung botol di perairan Selat Sunda. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, Polda Banten memastikan kedua benda tersebut bukan merupakan perlengkapan keselamatan milik Kapal Arupadhatu 1 yang membawa rombongan jurnalis. Kapal Arupadhatu 1 sendiri hingga kini masih dalam pencarian.

Lima jurnalis dan tiga awak kapal yang berada di dalam speedboat Arupadhatu 1 dan masih dalam pencarian terdiri dari:

M. Bagus Khoirunnas (ANTARA)
Ari Basuki (Merdeka.com)
Yudistiro Pranoto / Yudhis (iNews)
Firman Daus / Daus (Anadolu Agency)
Donal Husni / Donal (Jurnalis Lepas/Freelance)

Sedangkan tiga awak kapal dan pendukung terdiri dari:

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Warta (55) – Kapten/Nakhoda Kapal
Surakman (60) – Anak Buah Kapal (ABK)
Heriyanto (49) – Pemandu Wisata/Guide

KELUARGA MASIH MENUNGGU DENGAN HARAPAN

Keluarga para jurnalis hingga kini masih menanti kabar dengan harapan seluruh rombongan dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Keluarga Yudistiro Pranoto, misalnya, terus mendapatkan pendampingan dari PMI Banten. Istri Yudistiro, Diah Nasution, menyampaikan harapan agar suaminya bersama tujuh korban lainnya segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Dari keluarga Ari Basuki, sang kakak, Lintang, mengungkapkan bahwa Ari sempat berkomunikasi dengan anaknya pada Senin (7/9) sekitar pukul 13.43 WIB sebelum hilang kontak. Ari juga sempat berpamitan kepada istrinya untuk berangkat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Keluarga berharap seluruh korban segera ditemukan dalam keadaan sehat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Keluarga M. Bagus Khoirunnas juga telah berada di Banten dan menjalani proses pendataan untuk mendukung pencarian serta identifikasi. Ayah Bagus, Mansur Suryana, bersama ibu dan keluarga mendatangi RS Bhayangkara Banten untuk mengikuti proses yang diperlukan oleh tim terkait. Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus berupaya mencari keberadaan rombongan.

Sementara itu, keluarga dan lingkungan sekitar Donal Husni juga terus berharap agar seluruh korban segera ditemukan dalam keadaan selamat. Donal diketahui merupakan jurnalis lepas yang berdomisili di Tangerang Selatan.

PENDAMPINGAN DAN DOA TERUS MENGALIR

Di tengah ketidakpastian pencarian, dukungan kepada keluarga terus diberikan oleh berbagai pihak. PMI Banten menyatakan telah melakukan pendampingan kepada keluarga Yudistiro sejak informasi hilang kontak diterima dan terus membantu komunikasi dengan pihak-pihak terkait agar keluarga memperoleh perkembangan informasi yang jelas dari pihak berwenang.

Doa juga terus dipanjatkan oleh keluarga, rekan sesama jurnalis, serta masyarakat di berbagai daerah. Solidaritas tersebut menjadi pengingat bahwa di balik sebuah peristiwa pencarian, terdapat keluarga yang sedang menunggu kepastian dan berharap orang yang mereka cintai dapat kembali dengan selamat.

PERSPEKTIF UBN NEWSROOM

DOA DAN KEMANUSIAAN DI TENGAH PENANTIAN

Hilangnya delapan orang di tengah tugas jurnalistik menjadi duka yang dirasakan bukan hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh komunitas pers dan masyarakat luas. Para jurnalis tersebut berangkat untuk menjalankan tugas menghadirkan informasi kepada publik, sementara tiga awak dan pendukung kapal menjalankan perannya dalam perjalanan tersebut.

Dalam keadaan seperti ini, doa dan dukungan kemanusiaan menjadi bagian penting yang tidak boleh terputus. Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, keluarga membutuhkan kabar yang jelas, pendampingan, serta keyakinan bahwa seluruh upaya terbaik terus dilakukan untuk menemukan mereka.

MENJAGA HARAPAN DAN MENGHORMATI KELUARGA

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa informasi mengenai musibah harus disampaikan dengan kehati-hatian dan berdasarkan fakta yang telah terverifikasi. Harapan keluarga, proses pencarian, dan kondisi para korban harus ditempatkan sebagai hal utama, bukan dikalahkan oleh spekulasi maupun informasi yang belum memiliki kepastian.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ۝ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ۝ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.’ Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

QS. Al-Baqarah [2]:155–157

Dalam penantian yang berat, semoga keluarga diberikan kesabaran, kekuatan, dan keteguhan hati. Semoga seluruh tim pencarian diberikan keselamatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas, serta semoga delapan orang yang masih dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat.

CATATAN REDAKSI

UBN Newsroom mengimbau seluruh masyarakat dan insan pers untuk mengedepankan empati, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi keluarga dan tim SAR untuk menjalankan proses pencarian dengan sebaik-baiknya. Setiap perkembangan mengenai keberadaan para korban hendaknya merujuk kepada keterangan resmi dari pihak berwenang.

DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN

UBN Newsroom hadir sebagai bagian dari ikhtiar dakwah dan jurnalisme peradaban untuk menyampaikan informasi yang teruji, mencerdaskan umat, serta menghadirkan perspektif Islam dalam membaca berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dan dunia.

Keberlangsungan kerja dakwah dan jurnalisme membutuhkan dukungan bersama. Setiap dukungan yang diberikan menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga keberlanjutan produksi konten, peliputan, riset, verifikasi informasi, dan penyebaran narasi yang membawa kemaslahatan bagi umat.

Dukungan operasional dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091

a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.

Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement