PONOROGO | UBN Newsroom — Ahad, 8 Rabiul Akhir 1448 H / 20 September 2026 M.
Pondok Modern Darussalam Gontor memasuki puncak rangkaian peringatan satu abad melalui Reuni Akbar Alumni Gontor pada Ahad (20/9/2026). Ribuan alumni dari berbagai generasi dan daerah kembali ke almamater dalam momentum silaturahmi, refleksi, dan penyatuan langkah menuju abad kedua Gontor.
Rangkaian tersebut juga diwarnai dengan 100 Gontor Awards, penghargaan yang diberikan kepada sejumlah alumni atas kiprah dan kontribusi mereka di berbagai bidang. Salah satu penerimanya adalah KH Bachtiar Nasir, alumni Gontor yang memperoleh penghargaan dalam kategori Pendakwah Perkotaan.
KH Bachtiar Nasir Raih 100 Gontor Awards
Penghargaan kepada KH Bachtiar Nasir menjadi bagian dari apresiasi Gontor terhadap alumni yang terus berkiprah di tengah masyarakat. Kiprahnya dalam dakwah, khususnya di lingkungan perkotaan, menjadi salah satu bentuk pengabdian alumni setelah menempuh pendidikan di Gontor.
Penganugerahan tersebut berlangsung dalam rangkaian Reuni Akbar dan peringatan 100 tahun Gontor. Penghargaan ini sekaligus memperlihatkan beragam medan pengabdian alumni Gontor setelah kembali ke tengah masyarakat.
Bagi Gontor, kiprah alumni tidak hanya diukur dari jabatan atau profesi yang dijalankan. Pengabdian di bidang dakwah, pendidikan, sosial, ekonomi, pemerintahan, maupun bidang lainnya menjadi bagian dari perjalanan alumni dalam membawa nilai-nilai pendidikan pondok ke tengah masyarakat.

Kembali ke Pangkuan Almamater
Reuni Akbar menjadi penutup rangkaian utama peringatan 100 tahun Gontor yang berlangsung pada 18–20 September 2026. Sebelumnya, keluarga besar Gontor menggelar Khotmul Qur’an dan Sujud Syukur pada Jumat (18/9), kemudian Resepsi Kesyukuran yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (19/9).
Reuni mempertemukan alumni lintas generasi, daerah, profesi, hingga negara. Para alumni datang dengan semangat kembali ke almamater untuk mempererat ukhuwah sekaligus melakukan evaluasi terhadap kiprah mereka di tengah masyarakat.
Antusiasme tersebut terlihat dari berbagai cara alumni menuju Gontor. Perjalanan menuju Ponorogo menjadi bagian dari ekspresi kecintaan alumni terhadap pondok yang telah menjadi tempat mereka menuntut ilmu dan ditempa selama masa pendidikan.
100 Tahun Bukan Sekadar Nostalgia
Peringatan satu abad Gontor sebelumnya telah ditekankan bukan sebagai perayaan semata. Ketua Reuni Akbar 100 Tahun Gontor Ahmad Suharto menyebut momentum tersebut sebagai kesempatan bagi alumni untuk mengevaluasi apakah perjuangan dan pengabdian mereka masih sejalan dengan visi, misi, serta cita-cita para pendiri pondok.
Karena itu, 100 Gontor Awards tidak sekadar menjadi seremoni penghargaan. Kiprah para alumni, termasuk KH Bachtiar Nasir sebagai pendakwah perkotaan, menjadi bagian dari gambaran bagaimana nilai pendidikan Gontor dibawa ke berbagai ruang kehidupan.
Makna tersebut membuat penghargaan kepada alumni tidak berhenti pada pencapaian personal. Kontribusi mereka di tengah masyarakat menjadi bagian dari perjalanan panjang Gontor dalam meneruskan nilai pendidikan kepada generasi berikutnya.

Menatap Abad Kedua
Peringatan satu abad sekaligus menjadi jembatan menuju abad kedua Gontor. Nilai yang diwariskan para pendiri diharapkan tetap menjadi pijakan ketika alumni menghadapi tantangan baru di tengah perubahan masyarakat.
Bagi keluarga besar Gontor, reuni bukan hanya kesempatan untuk kembali bertemu teman seperjuangan. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk bertanya apakah ilmu yang pernah diperoleh di pondok telah benar-benar diterjemahkan menjadi pengabdian yang memberi manfaat.
Perspektif UBN Newsroom | Ilmu yang Berbuah Pengabdian
Reuni dan penghargaan pada akhirnya bukan hanya tentang berkumpul atau menerima apresiasi. Dalam perspektif Islam, ilmu memiliki nilai ketika melahirkan amal dan kemanfaatan bagi manusia.
Allah SWT berfirman:
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Artinya: “Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.’”
(QS. Taha [20]: 114)
Doa tersebut mengingatkan bahwa perjalanan mencari ilmu tidak memiliki titik akhir. Semakin panjang usia sebuah lembaga pendidikan, semakin besar pula tanggung jawab generasinya untuk memastikan ilmu yang diwariskan tidak berhenti menjadi pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam akhlak, dakwah, pengabdian, dan kemaslahatan.
Penghargaan kepada KH Bachtiar Nasir sebagai Pendakwah Perkotaan menjadi salah satu bagian dari kisah panjang tersebut. Alumni kembali kepada masyarakat dengan medan pengabdian masing-masing, membawa nilai yang mereka peroleh dari almamater untuk menjawab kebutuhan umat di setiap zaman.
Satu abad Gontor akhirnya bukan hanya tentang bagaimana sebuah pondok mampu bertahan melewati zaman. Ia juga tentang bagaimana ilmu, nilai, dan amanah terus diteruskan melalui kiprah para alumninya.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment