Advertisement
Agama Nasional
Home » UBN Ingatkan Bahaya Penyakit Wahn di Tengah Gejolak Global

UBN Ingatkan Bahaya Penyakit Wahn di Tengah Gejolak Global

YOGYAKARTA, UBN NEWSROOM — Senin, 15 Jumadilawal 1448 H / 26 Oktober 2026 M.

Ulama dan pendakwah nasional Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengingatkan umat Islam agar mewaspadai penyakit al-wahn, yakni cinta dunia dan takut mati, di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, penyakit tersebut dapat melemahkan daya juang, keteguhan iman, dan kemampuan suatu bangsa dalam mempertahankan kedaulatannya.

Penyakit Wahn di Tengah Ketidakpastian Global

Pesan itu disampaikan UBN saat mengisi kajian subuh di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Ahad (25/10/2026). Dalam kajian tersebut, ia menyoroti berbagai tantangan global, mulai dari konflik militer, pergeseran ekonomi internasional, hingga penderitaan rakyat Palestina.

“Di era ketidakpastian seperti sekarang, bangsa yang akan bertahan dan berhasil adalah bangsa yang tidak terjangkiti penyakit wahn—mereka yang tidak diserang kelemahan jiwa dan fisik, serta tidak lari dari perjuangan mempertahankan negerinya,” tegas UBN.

Penggerebekan Ponpes Sukoharjo, Santriwati Diduga Diintimidasi

Umat Diibaratkan Buih di Atas Air

Mengutip hadis Rasulullah SAW, UBN menjelaskan bahwa umat Islam berisiko menjadi sasaran kekuatan luar bukan semata-mata karena jumlah mereka sedikit, melainkan karena kehilangan keteguhan iman dan daya juang.

Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan gambaran umat yang diibaratkan seperti buih di atas air banjir (ghutsa’). Menurutnya, salah satu penyebab keadaan itu adalah hubbud dunya wa karahiyatul maut, yakni cinta dunia dan takut mati.

Orientasi Duniawi dan Ancaman terhadap Kedaulatan

UBN menilai orientasi hidup yang hanya mengejar materi dan kenikmatan duniawi berpotensi membuat generasi kehilangan jati diri, idealisme, serta keberanian untuk berkorban. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi bahan introspeksi di tengah persoalan integritas, korupsi, eksploitasi sumber daya alam, dan kepentingan asing yang dinilai dapat merugikan kedaulatan negara.

Netanyahu Kehilangan Mayoritas, Qatar Terseret Tuduhan Intervensi Pemilu

Ia mengingatkan bahwa ketahanan suatu bangsa tidak cukup ditopang oleh kekuatan material. Keteguhan moral, keberanian membela kebenaran, dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat juga diperlukan agar bangsa tidak mudah dilemahkan oleh tekanan dari dalam maupun luar.

Keteguhan Rakyat Palestina sebagai Teladan

Sebagai pembanding, UBN mencontohkan keteguhan atau as-sumud rakyat Palestina di Gaza yang terus bertahan di tengah penderitaan akibat konflik. Semangat pantang menyerah tersebut, menurutnya, sejalan dengan karakter generasi ribbi yang digambarkan dalam Al-Qur’an.

Keteguhan itu menjadi pengingat bahwa iman dan harapan dapat menjadi sumber kekuatan ketika masyarakat menghadapi tekanan berat. UBN mengajak umat Islam mengambil pelajaran dari perjuangan rakyat Palestina dengan tetap menjaga kepedulian, keberanian, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebenaran.

Ali Imran Ayat 139: Jangan Lemah dan Bersedih

Arab Saudi Siapkan Penyimpanan Minyak di Singapura, Kapasitas Gua Bawah Tanah Capai 9 Juta Barel

Untuk menghadapi krisis mental dan keputusasaan, UBN mengajak umat Islam berpegang teguh pada firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 139.

لَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Artinya: “Janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang mukmin.” (QS. Ali ‘Imran: 139).

Ayat tersebut mengandung pesan agar orang-orang beriman tidak menyerah pada kelemahan dan kesedihan. UBN menekankan pentingnya menjaga optimisme, kemurnian iman, serta kesiapan berkorban dalam memperjuangkan kebenaran.

“Jangan lemah hati dan jangan bersedih. Kita harus senantiasa optimis menghadapi kesulitan dengan dua modal utama: kemurnian iman di dada dan kesiapan berkorban di jalan kebenaran,” pungkasnya.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement