Perspektif UBN Newsroom | Melawan Wahn dengan Iman dan Keteguhan
Mengelola Dunia Tanpa Diperbudak olehnya
Penyakit wahn bukan berarti seorang Muslim dilarang mencintai kehidupan, membangun kesejahteraan, atau mengembangkan kekuatan ekonomi. Persoalannya terletak pada ketika kepentingan duniawi mengalahkan prinsip, amanah, dan keberanian mempertahankan kebenaran.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud:
يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا
Para sahabat bertanya apakah jumlah umat Islam ketika itu sedikit. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mereka justru banyak, tetapi seperti buih banjir, dan Allah mencabut rasa gentar musuh terhadap mereka serta menanamkan al-wahn di hati mereka. Ketika ditanya maknanya, beliau menjawab:
حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
Artinya: “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud, no. 4297).
Hadis ini mengingatkan bahwa jumlah penduduk dan besarnya sumber daya tidak otomatis menjamin kekuatan suatu umat. Kekuatan juga membutuhkan integritas, persatuan, tanggung jawab, dan keberanian menghadapi kesulitan tanpa meninggalkan prinsip agama.
Keteguhan Harus Disertai Ikhtiar Nyata
Dalam perspektif syariah, keteguhan iman perlu diwujudkan melalui tindakan yang bermanfaat. Melawan wahn berarti membangun integritas, menolak korupsi, menjaga sumber daya alam dari eksploitasi yang merugikan masyarakat, memperkuat pendidikan, serta membela pihak yang tertindas melalui cara-cara yang benar dan bertanggung jawab.
Keteguhan rakyat Palestina dapat menjadi pelajaran tentang daya tahan di tengah penderitaan. Namun, keteguhan tersebut juga perlu diiringi kepedulian nyata, bantuan kemanusiaan, dan ikhtiar untuk menghadirkan keadilan serta melindungi kehidupan warga sipil.
Optimisme sebagai Fondasi Ketahanan Umat
Pesan Surah Ali ‘Imran ayat 139 tidak mengajarkan optimisme tanpa usaha, melainkan keyakinan yang mendorong orang beriman untuk terus berikhtiar. Kemurnian iman harus berjalan bersama ilmu, kedisiplinan, persatuan, dan kesiapan menanggung konsekuensi dalam memperjuangkan kebenaran.
Pada akhirnya, umat yang kuat bukan hanya umat yang besar jumlahnya atau berlimpah sumber dayanya, tetapi umat yang mampu menjaga hati dari ketergantungan berlebihan pada dunia, mempertahankan integritas, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Ketika iman menjadi landasan tindakan, kesulitan tidak harus berakhir pada keputusasaan, melainkan dapat menjadi dorongan untuk memperbaiki diri dan memperkuat ketahanan bersama.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment