NAGOYA, JEPANG | UBN Newsroom — Rabu, 27 Rabiul Awal 1448 H / 9 September 2026 M.
Banjir dan hujan ekstrem melanda Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang, pada Selasa (8/9/2026). Hujan deras mencapai 104,5 milimeter dalam satu jam hingga pukul 16.53 waktu setempat, sekaligus menjadi curah hujan satu jam tertinggi di Nagoya sejak pencatatan statistik dimulai pada 1890.
Hujan ekstrem menyebabkan sejumlah ruas jalan terendam, jalur kereta api terganggu, kendaraan terjebak, serta meningkatkan risiko banjir di sejumlah wilayah. Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga menerbitkan peringatan khusus banjir Level 5 untuk Sungai Shonai yang melintasi Prefektur Aichi dan Gifu.
Situasi tersebut turut berdampak pada tim basket putra Indonesia yang telah tiba di Nagoya untuk persiapan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Para pemain sempat menerima peringatan darurat dan diminta keluar dari tempat mereka beristirahat.
HUJAN REKOR SEJAK 1890
Hujan dengan intensitas luar biasa mengguyur Nagoya sejak Selasa sore. JMA mencatat 104,5 milimeter hujan dalam satu jam hingga pukul 16.53, melampaui rekor sebelumnya 97,0 milimeter yang tercatat pada 2000 dan menjadi rekor tertinggi dalam catatan observasi Nagoya sejak 1890.
Intensitas hujan tersebut berkaitan dengan terbentuknya linear rainband atau pita hujan linear, yakni kumpulan awan hujan yang memanjang dan bertahan di wilayah yang sama sehingga menghasilkan hujan sangat lebat dalam waktu relatif singkat.
Hujan ekstrem kemudian meningkatkan debit sejumlah sungai dan menyebabkan genangan di berbagai kawasan perkotaan.
PERINGATAN LEVEL 5 DI NAGOYA
Kondisi memburuk ketika risiko luapan sungai meningkat. JMA mengeluarkan Level 5 Flood Special Warning untuk Sungai Shonai, yang berlaku di sejumlah wilayah Aichi dan Gifu. JMA menyatakan kondisi tersebut menunjukkan risiko keselamatan jiwa yang sangat tinggi dan masyarakat diminta segera mengamankan diri ke lokasi yang lebih aman.
Di Nagoya, pemerintah kota juga sempat mengeluarkan Level 5 Emergency Safety Measures di sejumlah wilayah yang berada di sekitar Sungai Kanare, Yada, dan Ueda. Pemerintah meminta warga mengambil tindakan untuk menyelamatkan diri ketika kondisi di sekitar mereka membahayakan.
Pada malam hari, sejumlah peringatan kemudian diturunkan setelah kondisi sungai membaik. Pemerintah Kota Nagoya juga mencabut perintah evakuasi untuk Yada River pada Rabu dini hari setelah ketinggian air turun di bawah ambang yang ditetapkan.
JALAN TERENDAM, KERETA TERGANGGU
Banjir meluas ke sejumlah kawasan perkotaan. Jalan-jalan berubah menjadi genangan luas, sementara di beberapa lokasi air masuk ke kawasan bawah tanah dan underpass.
Di Minato Ward, sejumlah underpass dilaporkan terendam hingga kendaraan harus ditinggalkan. Seluruh orang yang berada di kendaraan tersebut berhasil keluar sendiri dan tidak ada yang dilaporkan terjebak.
Gangguan juga terjadi pada transportasi publik. JR Central, sebagian jalur Meitetsu, serta seluruh jaringan kereta bawah tanah Kota Nagoya sempat menghentikan operasi akibat hujan dan banjir. Kondisi tersebut menyebabkan banyak warga kesulitan pulang dan menimbulkan penumpukan penumpang di sejumlah kawasan.
Pemerintah Kota Nagoya kemudian membuka fasilitas penampungan sementara di sekitar Nagoya Station, Kanayama, Fushimi, dan Sakae bagi warga yang tidak dapat pulang akibat terganggunya transportasi umum.
ATLET INDONESIA TURUT TERDAMPAK
Banjir juga berdampak pada tim basket putra Indonesia yang telah berada di Nagoya menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Sekretaris Jenderal Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Nirmala Dewi, mengatakan para pemain yang baru tiba di Nagoya sempat menerima peringatan darurat dan diminta keluar dari tempat mereka beristirahat karena sirene berbunyi.
Atlet basket Indonesia Derrick Michael Xzavierro juga membagikan situasi tersebut melalui unggahan yang kemudian dilaporkan ANTARA. Tim disebut baru tiba setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta akibat perubahan rute penerbangan.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026, sementara pertandingan basket putra Indonesia dijadwalkan dimulai lebih awal pada 10 September.
ADAKAH KORBAN JIWA?
Hingga laporan yang tersedia pada Rabu (9/9/2026), belum ditemukan laporan mengenai korban meninggal dunia akibat banjir di Nagoya.
Namun, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka. TV Asahi melaporkan satu orang di Nagoya, dua orang di Kitanagoya, dan satu orang di Kanie mengalami luka ringan. Satu orang lainnya di Kuwana, Prefektur Mie, dilaporkan mengalami dugaan patah tulang.
Data tersebut masih merupakan laporan awal dan dapat berubah seiring proses pendataan serta penanganan pascabencana.
SEBERAPA BESAR DAMPAK INFRASTRUKTURNYA?
Dampak terhadap infrastruktur terlihat cukup luas, terutama pada sistem transportasi dan fasilitas perkotaan. Namun, belum tersedia angka resmi mengenai total nilai kerusakan infrastruktur dalam yen sehingga belum dapat disebutkan besaran kerugian ekonomi secara keseluruhan.
Laporan awal menyebut sedikitnya tujuh bangunan di Nagoya dan wilayah sekitarnya mengalami banjir hingga lantai utama, sementara 21 bangunan lainnya mengalami genangan pada bagian bawah bangunan.
Sejumlah fasilitas pertandingan Asian Games juga dilaporkan mengalami kebocoran akibat hujan deras. Pada saat yang sama, jalur kereta api, jalan raya, underpass, serta fasilitas transportasi bawah tanah mengalami gangguan.
Dengan demikian, dampak yang telah terkonfirmasi mencakup genangan pada bangunan, gangguan transportasi, terendamnya sejumlah ruas jalan dan underpass, serta gangguan pada sebagian fasilitas pertandingan. Sementara total nilai kerugian ekonomi masih menunggu pendataan resmi.
PEMERINTAH JEPANG AKTIFKAN RESPONS DARURAT
Pemerintah Jepang melalui JMA dan otoritas terkait meningkatkan respons ketika hujan semakin intensif. JMA menerbitkan peringatan khusus banjir Level 5 untuk Sungai Shonai dan meminta masyarakat di wilayah berisiko segera mengamankan diri.
Pemerintah Kota Nagoya juga mengaktifkan pusat penanganan bencana. Pusat penanganan bencana dibentuk setelah peringatan hujan Level 4 diterbitkan, sementara instruksi keselamatan dan evakuasi diberlakukan di wilayah yang menghadapi peningkatan risiko banjir.
Kondisi transportasi menjadi perhatian karena hujan ekstrem terjadi bertepatan dengan jam pulang kerja. Sejumlah stasiun mengalami kepadatan akibat penghentian sementara layanan kereta dan transportasi publik.
REKOR HUJAN MENJADI PERINGATAN
Peristiwa di Nagoya menunjukkan betapa cepat hujan ekstrem dapat berubah menjadi ancaman perkotaan. Dalam waktu singkat, curah hujan yang mencapai 104,5 milimeter per jam membuat jalan, jalur kereta, sistem drainase, dan kawasan bawah tanah menghadapi tekanan besar.
Ancaman belum sepenuhnya berakhir. Pada Rabu (9/9/2026), prakiraan masih menunjukkan potensi hujan lebat kembali di wilayah Tokai sehingga masyarakat diminta tetap mewaspadai banjir, luapan sungai, dan longsor.
Bagi Indonesia, kejadian tersebut juga menjadi perhatian tersendiri karena terjadi ketika tim basket putra Indonesia telah berada di Jepang untuk menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Evakuasi sementara menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi dapat berdampak langsung terhadap persiapan agenda olahraga internasional.
PERSPEKTIF UBN NEWSROOM
KEBESARAN ALLAH DI BALIK SETIAP PERISTIWA
Banyaknya bencana alam yang terjadi dan datang silih berganti dalam beberapa waktu terakhir semoga menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Setiap peristiwa yang terjadi hendaknya membawa kita untuk kembali mengingat bahwa kebesaran Allah itu nyata. Allah Mahakuasa melakukan apa pun sesuai dengan kehendak-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang terjadi di luar pengetahuan dan kekuasaan-Nya.
Namun, kita tidak boleh serta-merta menjadikan setiap bencana sebagai azab bagi mereka yang mengalaminya. Kita tidak mengetahui hakikat dan kedudukan suatu musibah di sisi Allah. Karena itu, bencana semestinya menjadi peringatan dan pengingat bagi kita semua untuk semakin menyadari betapa besar kuasa Allah, memperbaiki diri, memperbanyak amal kebaikan, dan meningkatkan ketakwaan.
TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH SEBAGAI PENGINGAT
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا
“Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.”
QS. Al-Isra [17]: 59
Ayat tersebut mengingatkan bahwa berbagai tanda kekuasaan Allah dapat menjadi sarana bagi manusia untuk mengambil pelajaran dan kembali mengingat-Nya.
Maka, di tengah berbagai bencana yang terjadi, semoga kita tidak hanya melihat besarnya kerusakan dan dampak yang ditimbulkan, tetapi juga mampu mengambil ibrah. Semoga setiap peristiwa tersebut semakin menumbuhkan rasa takut kepada Allah, memperkuat tawakal, meningkatkan kepedulian kepada sesama, dan mendorong kita menjadi hamba yang lebih bertakwa.
Sebab pada akhirnya, sebesar apa pun kemampuan manusia dalam membangun teknologi, infrastruktur, dan sistem perlindungan, semuanya tetap berada di bawah kebesaran dan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.
CATATAN REDAKSI
Berita ini disusun berdasarkan laporan dan informasi yang tersedia hingga Rabu, 9 September 2026.
Data curah hujan dan peringatan banjir mengacu pada Japan Meteorological Agency (JMA) dan Pemerintah Kota Nagoya. Informasi mengenai dampak transportasi, korban luka, dan kondisi bangunan mengacu pada laporan media Jepang, termasuk TV Asahi dan The Japan Times. Informasi mengenai kondisi tim basket putra Indonesia mengacu pada laporan ANTARA.
Hingga batas waktu pelaporan, belum ditemukan laporan resmi mengenai korban meninggal dunia di Nagoya akibat kejadian hujan ekstrem ini. Demikian pula, belum tersedia angka resmi mengenai total nilai kerusakan infrastruktur sehingga UBN Newsroom tidak mencantumkan angka kerugian yang belum terverifikasi.
DUKUNG OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban mengenai umat, bangsa, pendidikan, kebijakan publik, kemanusiaan, olahraga, dan dinamika global.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, pendidikan, kebijakan publik, hukum, kemanusiaan, olahraga, dan peradaban.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment