Advertisement
Timur Tengah
Home » Dalam Pidato di PBB, Presiden Iran Menyebut Negaranya Jadi Korban Terorisme AS dan Israel

Dalam Pidato di PBB, Presiden Iran Menyebut Negaranya Jadi Korban Terorisme AS dan Israel

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Rabu, 12 Rabiul Akhir 1448 H / 24 September 2026 M.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut Iran sebagai korban terorisme Amerika Serikat dan Israel dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Rabu (23/9/2026).

Pezeshkian menolak tuduhan bahwa Iran merupakan negara teroris. Ia mengatakan rakyat Iran justru menjadi sasaran serangan dan negaranya selama ini mempertahankan diri dari agresi Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut dilaporkan oleh Associated Press (AP) dan Al Jazeera dalam pemberitaan mengenai pidatonya.

IRAN MENYEBUT DIRI KORBAN TERORISME

Dalam pidatonya, Pezeshkian merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya yang menyebut Iran sebagai sumber terorisme.

Penggerebekan Ponpes Sukoharjo, Santriwati Diduga Diintimidasi

Pezeshkian mengatakan Iran bukan pihak yang melakukan terorisme, melainkan menjadi korban. Ia juga menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel telah menyasar masyarakat Iran.

“Kami bukan teroris. Kami adalah korban terorisme,” kata Pezeshkian dalam pidatonya, sebagaimana dikutip AP dan Al Jazeera.

Pe­zeshkian juga membawa foto mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta foto anak-anak yang disebut menjadi korban serangan dalam perang yang berlangsung sejak awal 2026.

SERANGAN TERHADAP ANAK-ANAK DI MINAB

Pezeshkian secara khusus menyinggung serangan terhadap sebuah sekolah di Minab, Iran, yang menurut pihak Iran menewaskan banyak anak sekolah.

Netanyahu Kehilangan Mayoritas, Qatar Terseret Tuduhan Intervensi Pemilu

Dalam pidatonya, ia menunjukkan foto sekolah tersebut dan menyebut korban sebagai warga sipil yang tidak terlibat dalam peperangan.

AP melaporkan bahwa Pezeshkian menyebut lebih dari 150 anak sekolah Iran tewas pada hari-hari awal perang. Klaim mengenai serangan dan jumlah korban tersebut merupakan bagian dari pernyataan yang disampaikan Pezeshkian dalam pidatonya.

AMERIKA DAN ISRAEL DISEBUT MENYERANG IRAN

Pezeshkian mengatakan Iran hanya mempertahankan diri setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap negaranya.

Ia menegaskan Iran tidak akan menyerah di bawah tekanan dan tidak akan tunduk terhadap ancaman militer.

Arab Saudi Siapkan Penyimpanan Minyak di Singapura, Kapasitas Gua Bawah Tanah Capai 9 Juta Barel

Namun, dalam bagian akhir pidatonya, Pezeshkian juga menyatakan Iran tetap membuka ruang untuk dialog, diplomasi, dan negosiasi selama proses tersebut tidak dilakukan dengan tekanan atau ancaman kekuatan.

DIPLOMASI TETAP DIBUKA

Di tengah pernyataan keras terhadap Washington dan Tel Aviv, Pezeshkian mengatakan Iran tetap mengulurkan tangan kepada dunia.

Ia menyatakan Iran siap berdialog dan bernegosiasi, tetapi menolak negosiasi yang menggunakan bahasa kekuatan.

Pernyataan tersebut muncul setelah pejabat Amerika Serikat dan Iran melakukan pertemuan tidak langsung di sela-sela Sidang Umum PBB sehari sebelumnya. AP melaporkan pertemuan itu berlangsung sekitar tiga jam dan dimediasi melalui jalur Qatar.

SELANG HORMUZ DAN HAK IRAN

Pezeshkian juga menyinggung Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan dan energi dunia.

Ia menolak penggunaan jalur tersebut untuk memberikan tekanan kepada Iran. Menurutnya, Iran tidak dapat diminta membuka akses sementara jalur yang sama digunakan untuk memberikan tekanan dan menciptakan ketidakamanan terhadap negaranya.

PERSPEKTIF UBN NEWSROOM

DIPLOMASI DI TENGAH TEKANAN MILITER

Pidato Pezeshkian memperlihatkan posisi Iran yang berusaha menggabungkan dua pesan: mempertahankan diri dari tekanan militer dan tetap membuka ruang diplomasi.

Pernyataan tersebut penting dibaca sebagai posisi resmi yang disampaikan Presiden Iran di forum internasional, sementara berbagai klaim mengenai serangan dan korban tetap perlu ditempatkan sesuai sumber dan konteksnya.

AMANAH DALAM MENJAGA KEADILAN

Islam menempatkan keadilan sebagai prinsip yang harus dijaga bahkan ketika berhadapan dengan pihak yang tidak disukai.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

(Q.S. Al-Ma’idah [5]: 8)

Dalam konflik internasional, keadilan menuntut setiap klaim, korban, dan tindakan militer ditempatkan berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi. Diplomasi juga membutuhkan keberanian untuk menolak kekerasan sekaligus membuka ruang bagi penyelesaian yang dapat menghentikan penderitaan masyarakat sipil.

CATATAN REDAKSI

Sumber utama berita ini:

  • United Nations (PBB) — agenda dan dokumentasi Sidang Umum PBB ke-81.
  • Associated Press (AP) — laporan pidato Presiden Iran Masoud Pezeshkian, 23 September 2026.
  • Al Jazeera — laporan pidato Pezeshkian di Sidang Umum PBB, 23 September 2026.

Klaim mengenai Iran sebagai “korban terorisme” merupakan pernyataan Presiden Pezeshkian dalam pidatonya dan tidak disajikan sebagai kesimpulan independen UBN Newsroom.

DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Keberlangsungan kerja dakwah dan jurnalisme membutuhkan dukungan bersama. Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom serta dukungan tanggap bencana dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement