JAKARTA | UBN Newsroom — Kamis, 14 Rabiul Awal 1448 H / 27 Agustus 2026 M.
Dauroh Qiraat Internasional 1448 H/2026 M akan menghadirkan ruang pembelajaran Al-Qur’an yang mempertemukan peserta dengan para masyayikh internasional di Universitas YARSI, Jakarta Pusat, pada 29–30 Agustus 2026.
Selain memperdalam ilmu qiraat dan tajwid, peserta juga berkesempatan mengikuti kajian lengkap Matan Tuḥfatul Aṭfāl serta memperoleh ijazah samā’ dan sanad melalui rangkaian pembelajaran yang telah ditentukan.
Memperdalam Ilmu Bersama Masyayikh Internasional.
Dauroh ini dirancang bukan sekadar agenda seminar umum, melainkan kesempatan bagi peserta untuk duduk menimba ilmu secara lebih terstruktur dan mendalam dari para masyayikh yang memiliki tradisi keilmuan yang kuat.
Sejumlah masyayikh yang tercantum dalam rangkaian kegiatan antara lain KH. Dr. (H.C.) Bachtiar Nasir, Lc., M.M., Syekh Abdullah Subhi Mar, Syekh Prof. Dr. Ahmad Isa Al-Ma’sharawy, dan Syeikh Dr. Hisyam Abdul Bari Rajh.
Peserta akan mendapatkan pembelajaran yang diarahkan pada pemahaman ilmu sekaligus penerapannya. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat dipraktikkan dan diamalkan.
Kajian Matan Tuḥfatul Aṭfāl
Pada hari pertama, Sabtu (29/8/2026), peserta akan mengikuti kajian Syarah Matan Kitab Tajwid Tuḥfatul Aṭfāl yang berlangsung pukul 09.00–17.00 WIB di Universitas YARSI.
Kajian tersebut dilaksanakan secara menyeluruh dari awal hingga akhir. Peserta yang mengikuti kajian Tuḥfatul Aṭfāl dari awal sampai akhir pada hari pertama berkesempatan mendapatkan ijazah samā’ untuk matan tersebut.
Selain pembelajaran, rangkaian hari pertama juga mencakup pengambilan ijazah Matan Tuḥfatul Aṭfāl.
Kesempatan Memperoleh Ijazah Sanad.
Pada hari kedua, Ahad (30/8/2026), kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Qiraat Internasional bertema “Rahasia Ilāhiyyah di Balik Keragaman Qiraat Al-Qur’an”.
Seminar berlangsung pukul 09.00–17.00 WIB di Universitas YARSI. Peserta yang mengikuti dauroh pada hari pertama dan menyetorkan hafalannya kepada masyayikh pada hari kedua berkesempatan memperoleh ijazah sanad.
Kesempatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran yang menghubungkan proses memahami ilmu, berguru secara langsung, dan menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Al-Qur’an.
Dua Hari Pembelajaran Al-Qur’an
Secara keseluruhan, rangkaian Dauroh Qiraat Internasional 1448 H/2026 M berlangsung selama dua hari.
Sabtu, 29 Agustus 2026: Syarah Matan Tuḥfatul Aṭfāl dan pengambilan ijazah Matan Tuḥfatul Aṭfāl.
Ahad, 30 Agustus 2026: Seminar Qiraat Internasional dengan tema “Rahasia Ilāhiyyah di Balik Keragaman Qiraat Al-Qur’an” serta rangkaian penyetoran hafalan bagi peserta yang mengikuti ketentuan ijazah sanad.
Kegiatan dilaksanakan di Universitas YARSI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dengan kuota peserta yang terbatas.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui aql.link/dqi1448. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui 0851-1726-9108.
Perspektif UBN Newsroom
Menjaga Tradisi Keilmuan Al-Qur’an
Mempelajari Al-Qur’an merupakan bagian dari perjalanan seorang Muslim dalam mencari ilmu. Proses tersebut tidak hanya membutuhkan semangat belajar, tetapi juga kesungguhan dalam memahami, berguru, menjaga adab, dan mengamalkan ilmu yang diperoleh.
Allah SWT juga berfirman:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya:
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Mujadilah [58]: 11)
Belajar Al-Qur’an bersama para ahli dan masyayikh menjadi bagian dari ikhtiar menjaga tradisi keilmuan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam proses tersebut, ijazah bukan semata-mata simbol, tetapi menjadi bagian dari tradisi transmisi ilmu yang menuntut kesungguhan, ketekunan, dan tanggung jawab dalam menjaga apa yang telah dipelajari.
Dauroh Qiraat Internasional diharapkan menjadi ruang bagi para penuntut ilmu untuk memperdalam tajwid dan qiraat, mengenal keragaman bacaan Al-Qur’an dengan pemahaman yang benar, serta menghubungkan ilmu dengan amal.
Pada akhirnya, kemuliaan ilmu bukan hanya terletak pada seberapa banyak yang diketahui, tetapi pada sejauh mana ilmu tersebut mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT dan memberikan manfaat bagi kehidupan.
Dukungan Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang mengangkat ilmu Al-Qur’an, pendidikan, dakwah, kemanusiaan, kebangsaan, serta berbagai ikhtiar yang menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, pendidikan, kemanusiaan, dan peradaban.

Comment