Internasional Palestina
Home » Di Sidang Umum PBB, Erdogan Kecam Keras Israel Atas Penindasan Palestina

Di Sidang Umum PBB, Erdogan Kecam Keras Israel Atas Penindasan Palestina

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Rabu, 11 Rabiul Akhir 1448 H / 23 September 2026 M.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan secara agresif mengecam Israel dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia menuduh Israel mengulurkan “tangan kotor” ke Yerusalem.

Seperti dilansir The Times of Israel, Rabu (23/9/2020), Erdogan juga mendorong pengunduran diri utusan Israel untuk PBB.

“Perintah pendudukan dan penindasan di Palestina, yang merupakan luka berdarah kemanusiaan, terus melukai hati nurani,” kata Erdogan dalam pidato rekamannya yang direkam sebelumnya.

“Tangan kotor yang mencapai privasi Yerusalem, di mana tempat suci tiga agama besar hidup berdampingan, terus meningkatkan keberaniannya,” ujarnya.

Witkoff dan Menlu Iran Araghchi Bertemu di New York

Saat dia menyampaikan pernyataannya, Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan bangkit dari kursinya dan perlahan meninggalkan aula Sidang Umum. Rekaman pemogokan itu kemudian didistribusikan oleh misi Israel, bersama dengan pernyataan dari Erdogan di mana utusan itu berkata, “Erdogan terus mengeluarkan pernyataan anti-Semitisme dan palsu terhadap Israel. Penting bagi dunia untuk mengakui standar moral ganda yang telah dia jalani selama bertahun-tahun.”

Turki, yang pernah menjadi sekutu kuat Muslim Israel, kini telah menjadi musuh geopolitik Israel di bawah Erdogan.

Tetapi meskipun hubungan Israel-Turki berada di titik nadir, Ankara terus mempertahankan hubungan terbuka dengan negara Yahudi tersebut, termasuk di bidang pariwisata dan perdagangan.

Erdogan dalam pidatonya memuji rakyat Palestina karena “menentang kebijakan penindasan, kekerasan, dan intimidasi Israel selama lebih dari setengah abad”.

Pemimpin Turki itu menolak rencana perdamaian Trump sebagai “dokumen penyerahan” dan bersumpah untuk tidak mendukung proposal perdamaian apa pun yang juga tidak didukung oleh Ramallah.

Raja Salman Kecam Dugaan Upaya Houthi Menargetkan Mekkah

PIDATO ERDOGAN DI SIDANG UMUM PBB 2026

Dalam perkembangan terbaru, Erdogan kembali mengangkat isu Palestina dalam pidatonya pada Sidang Umum PBB ke-81 di New York, Selasa (22/9/2026).

Erdogan menyatakan keprihatinannya karena Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali tidak dapat hadir secara langsung dalam forum tersebut. Ia mengatakan Turki akan tetap menyuarakan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina dari podium PBB.

Erdogan juga menyerukan kepada negara-negara yang belum mengakui Palestina sebagai negara untuk mempertimbangkan kembali sikap mereka. Ia menempatkan isu Palestina sebagai salah satu pokok utama dalam pidatonya di tengah berlangsungnya konflik dan krisis kemanusiaan di kawasan.

Dalam pidatonya, Erdogan juga menyerukan agar pembangunan kembali Gaza segera dimulai serta meminta masyarakat internasional memberikan tekanan lebih besar terkait situasi di Gaza dan Tepi Barat.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

GAZA DAN KRISIS KEMANUSIAAN

Erdogan mengatakan lebih dari 1.300 warga sipil telah tewas di Gaza setelah kesepakatan gencatan senjata yang disebutnya telah dicapai sebelumnya. Ia juga menyoroti kondisi Tepi Barat dan aktivitas permukiman yang disebutnya semakin memperburuk situasi.

Pernyataan tersebut merupakan bagian dari kritik Erdogan terhadap pelaksanaan komitmen perdamaian dan kondisi kemanusiaan di wilayah Palestina. Al Jazeera melaporkan delegasi Israel meninggalkan ruang sidang ketika Erdogan menyampaikan pidatonya, sementara perwakilan Palestina memberikan tepuk tangan.

SERUAN REFORMASI PBB

Selain Palestina, Erdogan juga mengkritik struktur dan efektivitas PBB dalam menangani konflik internasional. Ia menyerukan reformasi agar sistem internasional dinilai lebih mampu mewakili negara-negara anggota secara luas.

Sidang Umum PBB ke-81 berlangsung pada 8 September 2026 hingga 2027, dengan pekan tingkat tinggi dan debat umum berlangsung pada 22–28 September. Tema sesi tahun ini adalah “Restoring trust, managing transformation: A United Nations that delivers for all.”

SEKJEN PBB DESAK PENGHENTIAN PERTEMPURAN

Pada pembukaan debat umum Sidang Umum PBB ke-81, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan de-eskalasi dan dialog di tengah berbagai konflik yang terjadi di kawasan.

Guterres menyoroti situasi di wilayah Palestina yang didudukinya dan mengatakan kekerasan, pengungsian, serta perluasan permukiman di Tepi Barat semakin mengancam prospek solusi dua negara.

Ia juga menegaskan bahwa semua pihak harus mematuhi hukum internasional dan perintah Mahkamah Internasional (ICJ), sekaligus menyerukan agar bantuan kemanusiaan dapat mengalir.

NEGARA ARAB DAN MUSLIM BAHAS KONDISI GAZA

Pada 21 September 2026, menteri luar negeri Qatar, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Pakistan, Turki, dan Arab Saudi bertemu di New York di sela-sela Sidang Umum PBB.

Dalam pernyataan bersama, mereka menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap penderitaan kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza. Mereka menyerukan agar bantuan kemanusiaan dan pasokan pemulihan dapat masuk dengan segera, aman, dan tanpa hambatan.

Kedelapan negara tersebut juga menyatakan kesiapan untuk terus bekerja bersama Amerika Serikat, Board of Peace, Otoritas Palestina, dan pihak terkait lainnya dalam mendorong pelaksanaan rencana perdamaian serta pemenuhan hak rakyat Palestina atas penentuan nasib sendiri dan negara yang merdeka.

RESOLUSI PBB UNTUK PARTISIPASI PALESTINA

Perkembangan lain terjadi pada 17 September 2026 ketika Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi yang memungkinkan Negara Palestina berpartisipasi secara virtual dalam debat umum Sidang Umum PBB ke-81.

Resolusi tersebut disahkan melalui pemungutan suara dengan 152 negara mendukung, tiga menolak, dan empat abstain. Berdasarkan resolusi itu, Presiden Palestina dapat menyampaikan pernyataan yang telah direkam sebelumnya dan diputar di ruang Sidang Umum setelah diperkenalkan oleh perwakilan Palestina yang hadir secara langsung.

PERSPEKTIF UBN NEWSROOM

SUARA PALESTINA DAN TANGGUNG JAWAB DIPLOMASI

Perkembangan di Sidang Umum PBB menunjukkan bahwa isu Palestina tetap menjadi salah satu agenda utama dalam diplomasi internasional. Pernyataan para pemimpin negara, keputusan Majelis Umum, serta pertemuan negara-negara Arab dan Muslim menunjukkan adanya berbagai jalur diplomatik yang terus digunakan untuk membahas situasi Palestina.

Namun, forum internasional tidak berhenti pada penyampaian sikap. Diplomasi juga membutuhkan langkah konkret, konsistensi dalam perlindungan masyarakat sipil, bantuan kemanusiaan, serta penghormatan terhadap hukum internasional.

AMANAH DALAM MENEGAKKAN KEADILAN

Islam menempatkan keadilan sebagai prinsip yang harus dijaga, termasuk ketika menghadapi pihak yang berbeda atau berada dalam konflik. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

(QS Al-Ma’idah [5]: 8)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa upaya menegakkan keadilan harus tetap berada dalam koridor amanah dan ketakwaan. Dalam konteks Palestina, dukungan terhadap hak masyarakat sipil dan penyelesaian yang adil perlu berjalan bersama dengan tanggung jawab untuk menjaga hukum, kemanusiaan, dan perdamaian.

CATATAN REDAKSI

Berita ini memuat pernyataan Erdogan pada Sidang Umum PBB tahun 2020 sebagai konteks historis dan perkembangan terbaru dari pidatonya pada Sidang Umum PBB ke-81 pada 22 September 2026. Perkembangan terbaru mengenai Palestina dan Gaza disusun berdasarkan sumber PBB dan laporan media internasional yang relevan.

DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Keberlangsungan kerja dakwah dan jurnalisme membutuhkan dukungan bersama. Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom serta dukungan tanggap bencana dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *