SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agama

Jangan Biarkan Momen Pergantian Tahun Baru Umat Islam Berlangsung Senyap dan Terisolasi

Mengapa Kita Terjajah Secara Administratif?

UBNNEWSROOM memantau, salah satu akar masalah mengapa umat Islam begitu akrab dengan penanggalan Masehi adalah tuntutan sistemik global dan nasional.

  • Tuntutan Sistemik: Pesantren dan sekolah Islam saat ini tidak hidup di ruang isolasi. Demi sinkronisasi kurikulum, ujian nasional, ijazah, hingga urusan perbankan dan pencairan dana bantuan negara, lembaga pendidikan Islam pun terpaksa menggunakan kalender Masehi sebagai basis logistik duniawi mereka.
  • Sifat Geografis & Astronomis: Secara geografis dan astronomis, sifat kalender Syamsiyah (Masehi) yang berbasis matahari memang konstan terhadap musim, berbeda dengan Qamariyah (Hijriah) yang bergeser 11 hari setiap tahunnya.

Akibatnya, terjadi pembagian peran yang bias di tengah umat: Masehi digunakan untuk urusan publik dan kerja, sementara Hijriah hanya diingat saat menjelang Ramadhan, Idul Fitri, atau santunan anak yatim.

Dampaknya terasa pada malam pergantian tahun 1 Januari dianggap sebagai hari libur sipil universal yang didukung penuh oleh industri hiburan kapitalis untuk hura-hura di ruang terbuka. Sebaliknya, 1 Muharram yang sarat nilai spiritual justru diperingati secara tenang di dalam masjid, sehingga secara kasat mata di jalan raya, tahun baru Islam terlihat “kalah ramai” dibandingkan tahun baru Masehi.

Pages: 1 2 3 4

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement