SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Internasional
Home » Jet Siluman Turki KAAN Berpotensi Jadi Perekat Kerja Sama Pertahanan Saudi-Turki-Pakistan

Jet Siluman Turki KAAN Berpotensi Jadi Perekat Kerja Sama Pertahanan Saudi-Turki-Pakistan

RIYADH | UBN Newsroom — Rabu, 28 Rabiul Awal 1448 H / 9 September 2026 M.

Arab Saudi semakin serius menjajaki keterlibatan dalam program jet tempur generasi kelima KAAN milik Turki. Pembicaraan tersebut memperoleh arti strategis setelah Arab Saudi, Turki, dan Pakistan membentuk Perjanjian Makkah yang membuka peluang kerja sama pertahanan, teknologi, dan industri militer bersama.

Laporan terbaru menyebut Riyadh berada dalam tahap pembicaraan lanjutan untuk kemungkinan bergabung dalam program KAAN. Keterlibatan Saudi tidak hanya berpotensi berupa pembelian pesawat, tetapi juga investasi, produksi, pengembangan teknologi, pemeliharaan, hingga pembangunan rantai pasok industri pertahanan.

Namun hingga kini, belum ada kontrak atau kesepakatan final yang diumumkan secara resmi antara Arab Saudi dan Turki.

Pembicaraan KAAN menjadi semakin relevan setelah Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani Perjanjian Makkah pada Agustus 2026. Ketiga negara kemudian sepakat membangun struktur permanen serta memperkuat kerja sama industri pertahanan, pengembangan teknologi, produksi bersama, dan latihan militer.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

KAAN pun berpotensi menjadi salah satu proyek yang dapat mengubah kerja sama tersebut dari sekadar pakta pertahanan menjadi ekosistem industri strategis jangka panjang.

Saudi Bawa Modal, Turki Bawa Teknologi

Bagi Arab Saudi, keterlibatan dalam KAAN sejalan dengan Visi 2030 untuk membangun industri pertahanan domestik. Riyadh menargetkan peningkatan lokalisasi belanja pertahanan dan tidak hanya bergantung pada pembelian senjata dari luar negeri.

Sementara itu, Turki membutuhkan mitra internasional yang dapat membawa modal, pasar, dan skala produksi bagi program KAAN yang masih berada dalam tahap pengembangan.

KAAN melakukan penerbangan perdana pada Februari 2024 dan dirancang sebagai pesawat tempur generasi kelima dengan teknologi low observability, sensor fusion, peperangan elektronik, ruang senjata internal, dan kemampuan serangan presisi.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Namun KAAN masih berada dalam tahap pengembangan dan belum memiliki rekam jejak operasional seperti F-35.

Pakistan Berpotensi Lengkapi Ekosistem

Pakistan belum menjadi mitra resmi KAAN. Meski demikian, Islamabad memiliki pengalaman dalam produksi pesawat tempur melalui program JF-17 Thunder bersama China.

Saudi membawa modal dan pasar, Turki memiliki industri dirgantara yang berkembang, sementara Pakistan memiliki pengalaman produksi serta basis militer dan teknis yang besar.

Kombinasi tersebut berpotensi membentuk ekosistem pertahanan yang saling melengkapi jika kerja sama tiga negara berkembang lebih jauh.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Serangan Houthi Perkuat Urgensi Pertahanan

Urgensi kerja sama pertahanan kembali terlihat setelah Arab Saudi menghadapi serangkaian serangan Houthi pada 8 September 2026.

KAAN memang bukan jawaban langsung terhadap ancaman drone dan rudal, yang membutuhkan sistem pertahanan udara, radar, peperangan elektronik, dan teknologi counter-drone. Namun pesawat tempur generasi kelima memiliki peran strategis dalam superioritas udara, deterrence, dan kesiapan menghadapi ancaman tingkat tinggi.

F-35 Tetap Menjadi Pilihan Saudi

Pembicaraan KAAN tidak berarti Saudi meninggalkan minat terhadap F-35 Amerika Serikat. Riyadh berpotensi mengejar F-35 untuk kebutuhan kemampuan jangka pendek sambil mempertimbangkan KAAN sebagai investasi jangka panjang bagi pengembangan industri pertahanan.
Perbedaannya, KAAN menawarkan peluang keterlibatan industri yang lebih besar karena program tersebut masih berkembang.

Perekat Strategis yang Belum Terpasang

Untuk saat ini, terlalu dini menyebut KAAN sebagai pesawat tempur koalisi Saudi-Turki-Pakistan. Saudi belum menandatangani kontrak dan Pakistan belum menjadi mitra resmi program tersebut.

Namun jika Saudi masuk sebagai mitra industri dan Pakistan suatu saat memperoleh peran dalam ekosistem KAAN, pesawat tersebut dapat menjadi lebih dari sekadar alutsista.

KAAN berpotensi menjadi perekat yang menghubungkan tiga negara melalui teknologi, produksi, suku cadang, pelatihan, pemeliharaan, dan kepentingan strategis selama puluhan tahun.

Perspektif UBN Newsroom | Kemandirian Pertahanan dan Kekuatan Kolaborasi

Perkembangan kerja sama antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menunjukkan bahwa kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membeli persenjataan, tetapi juga oleh kemampuan membangun teknologi dan industri secara mandiri.

Kemandirian strategis membutuhkan ilmu pengetahuan, sumber daya manusia, teknologi, industri, serta kemampuan bekerja sama dalam membangun kekuatan jangka panjang.

Dalam Islam, kekuatan merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga keamanan dan mencegah ancaman.

Allah SWT berfirman:

وَأَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدوَعَدُوَّكُمْوَعَدُوَّكُمْ

Artinya:
“Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang, yang dengan persiapan itu kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu.” (QS. Al-Anfal [8]: 60)

Ayat ini mengajarkan pentingnya mempersiapkan kekuatan sesuai kemampuan. Dalam konteks modern, kekuatan tidak hanya berupa jumlah pasukan atau persenjataan, tetapi juga mencakup penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, industri, ekonomi, dan kemampuan membangun kerja sama strategis.

Program KAAN dan berkembangnya kerja sama Saudi-Turki-Pakistan menunjukkan satu hal penting: negara-negara Muslim memiliki peluang untuk membangun kekuatan melalui kolaborasi, bukan hanya ketergantungan.
Namun kekuatan tersebut harus dibangun secara bertanggung jawab, defensif, dan diarahkan untuk menjaga keamanan serta kemaslahatan masyarakat.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement