SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Internasional
Home » Kedutaan Besar Qatar di Indonesia Bergabung dalam Kampanye Global #UniteToProtect untuk Melindungi Pendidikan dari Serangan

Kedutaan Besar Qatar di Indonesia Bergabung dalam Kampanye Global #UniteToProtect untuk Melindungi Pendidikan dari Serangan

JAKARTA | UBN Newsroom — Rabu, 27 Rabiul Awal 1448 H / 9 September 2026 M.

Kedutaan Besar Negara Qatar di Republik Indonesia memperingati Hari Internasional untuk Melindungi Pendidikan dari Serangan pada 9 September 2026 dengan menegaskan kembali komitmen Qatar dalam mendukung berbagai upaya internasional untuk melindungi siswa, guru, sekolah, universitas, dan ruang-ruang pembelajaran di tengah perang, konflik, dan krisis.

Dalam peringatan tersebut, Kedutaan Besar Negara Qatar di Indonesia turut bergabung dalam kampanye global #UniteToProtect, dengan menyerukan pentingnya memastikan pendidikan tetap dapat diakses dan berlangsung secara aman, termasuk di lingkungan yang rentan dan terdampak konflik.

Duta Besar Qatar: Melindungi Pendidikan Berarti Melindungi Harapan

Duta Besar Negara Qatar untuk Republik Indonesia, H.E. Dr. Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, menegaskan bahwa pendidikan merupakan jalan penting untuk menjaga harapan generasi masa depan, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi yang sulit dan penuh ketidakpastian.

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Dalam pesannya memperingati Hari Internasional untuk Melindungi Pendidikan dari Serangan, ia mengutip firman Allah SWT:


يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang dianugerahi ilmu. Maha Teliti Allah atas apa yang kalian kerjakan.” Al-Mujadilah ayat 11.

Ia menekankan bahwa ketika harapan semakin pudar dan kondisi semakin tidak menentu, pendidikan menjadi salah satu jalan utama untuk membangun harapan bagi masa depan.

“Tatkala kita melindungi sekolah, guru, dan murid, di saat yang sama kita juga melindungi harapan tersebut,” demikian pesan Duta Besar Qatar.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

H.E. Dr. Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas dan bersama-sama menjaganya dari berbagai ancaman.

“Pendidikan akan tetap kokoh berdiri tatkala kita mampu menjunjung tinggi hak setiap anak untuk bisa belajar,” pesannya.

Pada 9 September, Kedutaan Besar Qatar di Indonesia juga menyerukan semangat persatuan untuk #Bersama_Lindungi_Pendidikan, sejalan dengan kampanye internasional #UniteToProtect.

Hari Internasional untuk Melindungi Pendidikan dari Serangan

Hari Internasional untuk Melindungi Pendidikan dari Serangan ditetapkan melalui resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diprakarsai oleh Negara Qatar bersama Yang Mulia Sheikha Moza bint Nasser, Ketua Education Above All Foundation, serta didukung oleh 62 negara.
Penetapan tersebut menjadikan tanggal 9 September sebagai peringatan internasional tahunan untuk menyoroti kebutuhan mendesak dalam melindungi pendidikan di wilayah konflik dan mengatasi berbagai hambatan terhadap keberlangsungan pembelajaran.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Peringatan tahun 2026 mengusung tema “Human Resilience: Can Education Survive Attack?” atau “Ketahanan Manusia: Dapatkah Pendidikan Bertahan dari Serangan?”

Tema tersebut menekankan pentingnya memperkuat kemampuan sistem pendidikan untuk bertahan, beradaptasi, pulih, dan memastikan pembelajaran tetap berlangsung selama maupun setelah konflik.

Pendidikan Harus Tetap Berlangsung di Tengah Krisis

Penguatan ketahanan pendidikan membutuhkan kesiapsiagaan yang proaktif, termasuk melalui sistem peringatan dini, infrastruktur pendidikan alternatif, solusi pembelajaran jarak jauh, serta rencana darurat untuk menjaga keberlangsungan proses belajar.

Peringatan ini juga menyoroti peran penting siswa, guru, keluarga, dan komunitas lokal dalam mengembangkan solusi untuk mempertahankan pendidikan di tengah konflik, pengungsian, dan serangan terhadap sekolah.
Teknologi, platform pembelajaran digital, dan pendidikan jarak jauh juga menjadi bagian penting dalam memastikan proses pendidikan tetap berlangsung ketika ruang-ruang pembelajaran hancur, diduduki, atau tidak dapat diakses.

Pada saat yang sama, perlindungan pendidikan harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional, penegakan keadilan, serta akuntabilitas bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pendidikan.

Qatar Perkuat Komitmen Global untuk Pendidikan

Negara Qatar terus mendukung berbagai upaya internasional dalam melindungi hak atas pendidikan dan memperkuat ketahanan sistem pendidikan melalui berbagai inisiatif serta kemitraan internasional.

Salah satunya melalui Education Above All Foundation yang didirikan pada 2012 atas prakarsa Yang Mulia Sheikha Moza bint Nasser. Yayasan tersebut bekerja untuk menyediakan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dan generasi muda yang kurang beruntung serta terdampak oleh krisis dan konflik di berbagai belahan dunia.


Amir Negara Qatar, Yang Mulia Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, sebelumnya menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar hak asasi manusia, tetapi juga merupakan pilar penting bagi kemajuan masyarakat dan upaya menghadapi berbagai kesulitan.

Qatar juga menegaskan komitmennya untuk mendukung dan melindungi hak anak-anak serta generasi muda dalam memperoleh pendidikan yang berkualitas dan aman, apa pun tantangan yang dihadapi.


Melalui peringatan ini, Kedutaan Besar Negara Qatar di Indonesia mengajak pemerintah, organisasi internasional dan kemanusiaan, mitra pembangunan, masyarakat sipil, generasi muda, pendidik, serta komunitas lokal untuk menyatukan upaya dalam melindungi pendidikan dari serangan.

Perspektif UBN Newsroom | Menjaga Ilmu Berarti Menjaga Masa Depan

Pendidikan bukan hanya proses transfer pengetahuan, tetapi juga jalan untuk membangun manusia, menjaga peradaban, dan menyiapkan generasi masa depan. Ketika sekolah dihancurkan, guru terancam, dan anak-anak kehilangan akses terhadap pembelajaran, yang terancam bukan hanya masa kini, tetapi juga masa depan sebuah masyarakat.

Islam memberikan kedudukan yang tinggi kepada ilmu dan orang-orang yang berilmu. Allah SWT berfirman:


يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ


Artinya:
“Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Mujadilah [58]: 11)

Melindungi pendidikan berarti menjaga hak setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan membangun masa depannya. Melindungi guru berarti menjaga keberlangsungan ilmu. Melindungi sekolah berarti menjaga ruang lahirnya generasi yang akan menentukan arah masa depan.

Karena itu, pendidikan tidak boleh menjadi korban yang dilupakan dalam konflik dan krisis. Ketika dunia melindungi sekolah, guru, dan murid, dunia sesungguhnya sedang melindungi harapan.
Pada 9 September ini, mari bersama-sama #UniteToProtect dan #Bersama_Lindungi_Pendidikan.

Dukungan Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui: BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, kemanusiaan, pendidikan, kebijakan publik, dan peradaban.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement