Jakarta | UBN Newsroom — Kamis, 14 Rabiul Awal 1448 H / 27 Agustus 2026 M.
Ketua Umum Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID), KH Bachtiar Nasir, menyampaikan ucapan selamat dan tahniah atas terselenggaranya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Atas nama SAJID, Bachtiar Nasir mendoakan agar Muktamar ke-35 NU berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan NU, umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Muktamar Menjadi Momentum Menentukan Arah Khidmah NU
Bachtiar Nasir mengatakan Muktamar merupakan forum tertinggi NU yang menjadi ruang untuk merumuskan kembali arah khidmah Nahdlatul Ulama bagi umat, bangsa, dan peradaban.
“Muktamar adalah forum tertinggi NU. Di sinilah arah khidmah Nahdlatul Ulama untuk umat, bangsa, dan peradaban akan dirumuskan kembali,” ujar Bachtiar Nasir.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap peran NU sebagai salah satu kekuatan besar Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah yang selama ini berkontribusi dalam kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

SAJID Dorong Jurnalisme yang Profesional dan Beretika
Di tengah derasnya arus informasi dan kegaduhan di ruang publik, Bachtiar Nasir menilai peran organisasi keagamaan semakin penting untuk meluruskan narasi, mendinginkan suasana, dan menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Menurutnya, tantangan informasi tidak hanya datang dari media konvensional, tetapi juga media sosial yang memungkinkan sebuah informasi menyebar dengan sangat cepat.
Karena itu, SAJID berkomitmen untuk terus bersinergi dengan NU dalam menjaga narasi kebangsaan, menangkal hoaks, serta menyebarkan nilai-nilai Islam yang wasathiyah melalui karya jurnalistik yang profesional, beretika, dan berperadaban.
“Kami di Serikat Jurnalis Muslim Indonesia berkomitmen untuk terus bersinergi dengan NU. Menjaga narasi kebangsaan, menangkal hoaks, dan menyebarkan nilai-nilai Islam yang wasathiyah melalui karya jurnalistik yang profesional, beretika, dan berperadaban,” katanya.
Tiga Harapan SAJID untuk Muktamar ke-35 NU
Dalam sambutannya, Bachtiar Nasir menyampaikan tiga harapan SAJID terhadap Muktamar ke-35 NU.
Pertama, lahir kepemimpinan yang kuat dan amanah untuk melanjutkan estafet perjuangan NU.
Kedua, lahir keputusan strategis yang mampu menjawab tantangan umat saat ini, khususnya dalam bidang pendidikan, ekonomi umat, digitalisasi, dan persatuan bangsa.
Ketiga, tumbuh semangat baru agar NU terus hadir sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Harapan tersebut diarahkan agar khidmah NU semakin luas dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Memperkokoh Ukhuwah Antarorganisasi
Bachtiar Nasir juga berharap Muktamar ke-35 NU menjadi momentum untuk memperkokoh ukhuwah dengan seluruh organisasi Islam, organisasi keagamaan, dan berbagai komponen bangsa.
Menurutnya, kerja sama lintas organisasi menjadi bagian penting dalam menghadirkan kemaslahatan dan kebajikan di tengah masyarakat.
“Semoga Muktamar menjadi wahana untuk terus memperkokoh ukhuwah Nahdlatul Ulama dengan seluruh organisasi Islam, organisasi keagamaan dan komponen bangsa untuk menebar kemaslahatan dan kebajikan dalam semangat Islam rahmatan lil alamin,” tuturnya.
Muktamar untuk Umat dan Bangsa
Muktamar ke-35 NU menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama untuk merumuskan arah organisasi sekaligus memperkuat kontribusinya bagi umat dan bangsa.
SAJID berharap forum tersebut menghasilkan kepemimpinan dan keputusan strategis yang mampu menjawab tantangan zaman serta memperkuat persatuan bangsa.
Bachtiar Nasir juga mendoakan agar seluruh rangkaian Muktamar mendapat ridha Allah SWT dan menghasilkan keputusan yang membawa keberkahan.
“Semoga Allah SWT meridhai setiap musyawarah dalam Muktamar ini. Semoga NU semakin kokoh, bermanfaat, dan menjadi rahmat bagi seluruh alam,” pungkasnya.
Allahu muwaffiq ila aqwamith thariq.
Perspektif UBN Newsroom
Jurnalisme sebagai Khidmah Peradaban
Pesan Bachtiar Nasir menunjukkan bahwa jurnalisme memiliki peran penting dalam membangun ruang publik yang sehat.
Di tengah derasnya informasi, jurnalis tidak hanya dituntut menyampaikan fakta, tetapi juga menjaga etika, menghindari penyebaran hoaks, serta tidak menjadikan informasi sebagai sarana memperbesar perpecahan.
Sinergi antara organisasi keagamaan dan jurnalis Muslim dapat menjadi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem informasi yang profesional, beretika, dan membawa kemaslahatan.
Jurnalisme peradaban pada akhirnya tidak hanya merekam peristiwa, tetapi juga menjaga nilai, menghadirkan gagasan, dan memperkuat persatuan masyarakat.
Menjaga Ukhuwah dan Kebaikan
Islam mengajarkan pentingnya menjaga persaudaraan dan bekerja sama dalam kebaikan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
«إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
QS. Al-Hujurat [49]: 10»
Ayat tersebut mengingatkan bahwa ukhuwah dan upaya menjaga hubungan baik merupakan bagian dari tanggung jawab umat.
Dalam konteks kehidupan kebangsaan, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, membangun dialog, dan bekerja sama dalam perkara yang membawa kemaslahatan.
Bagi jurnalis Muslim, menjaga ukhuwah juga berarti menyampaikan informasi secara jujur, adil, dan bertanggung jawab tanpa mengorbankan kebenaran maupun memperbesar permusuhan.
Catatan Redaksi
Ucapan selamat dan harapan tersebut disampaikan Bachtiar Nasir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID).
Dukungan Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, jurnalisme, dakwah, dan peradaban.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment