SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agama
Home » Ketum Al Washliyah: Teladani Kepemimpinan Amanah dan Keadilan Ekonomi Rasulullah

Ketum Al Washliyah: Teladani Kepemimpinan Amanah dan Keadilan Ekonomi Rasulullah

JAKARTA | UBN Newsroom — 12 Rabiul Awal 1448 H / 25 Agustus 2026 M.

Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., mengajak umat Islam menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sebagai momentum menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah dalam kepemimpinan, keadilan ekonomi, dan akhlak.

Menurut Masyhuril, Maulid tidak cukup dimaknai sebagai peringatan kelahiran Rasulullah SAW, tetapi harus diwujudkan melalui nilai dan ajaran beliau dalam kehidupan nyata.

“Kita harus memaknai Maulid Rasul tentu tidak sekadar merayakan kelahiran, tetapi melahirkan kembali semangat, akhlak, dan ajaran Nabi ke dalam kehidupan nyata,” ujar Masyhuril kepada pers di Jakarta.

Kepemimpinan Amanah dan Berkeadilan

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Masyhuril menilai Rasulullah SAW merupakan teladan dalam memimpin masyarakat. Nabi dikenal amanah, mengutamakan musyawarah, toleran, sekaligus tegas dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Keteladanan Nabi Muhammad SAW dari sisi kepemimpinan adalah Beliau amanah, selalu mengutamakan musyawarah, tetap toleransi, tetapi berani bersikap tegas dalam menerapkan hukum, meskipun itu terjadi kepada anaknya sendiri,” katanya.

Menurutnya, prinsip tersebut relevan bagi Indonesia. Pemimpin harus mengutamakan keadilan dan kemaslahatan masyarakat, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.

Rasulullah dan Ekonomi yang Berkeadilan

Masyhuril juga menyoroti keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun ekonomi umat. Menurutnya, Rasulullah membangun pasar dan mendorong masyarakat mengembangkan usaha sebagai bagian dari keadilan ekonomi.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

“Rasul membangun pasar, mendorong tumbuhnya usaha-usaha masyarakat atau UMKM. Itu merupakan bagian dari keadilan ekonomi, kepedulian sosial, dan semuanya dibalut dengan akhlak yang mulia,” ujarnya.

Karena itu, penguatan UMKM, ekonomi umat, dan ekonomi syariah dinilai menjadi bagian dari upaya menerapkan nilai ekonomi Rasulullah di era modern.

Empat Tantangan Bangsa

Masyhuril menyebut empat persoalan yang menjadi tantangan Indonesia saat ini, yakni korupsi, intoleransi, ketimpangan ekonomi, dan degradasi moral.

“Inilah yang saat ini sangat relevan untuk menjawab tantangan Indonesia yang sarat dengan korupsi, intoleransi, ketimpangan ekonomi, dan degradasi moral,” katanya.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Menurutnya, persoalan tersebut saling berkaitan dan dapat menghambat terwujudnya bangsa yang beradab, sejahtera, dan bersatu.

Maulid Harus Melahirkan Perubahan

Masyhuril berharap Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan melalui kejujuran, kepedulian sosial, musyawarah, dan pembangunan ekonomi yang berkeadilan.

“Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk menghadirkan kembali nilai-nilai Rasulullah dalam keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, pemerintahan, dan kehidupan ekonomi. Dengan begitu, kita tidak hanya mencintai Nabi melalui lisan, tetapi juga melalui tindakan nyata,” tuturnya.

Melalui peringatan Maulid 1448 H, Al Jam’iyatul Washliyah mengajak umat memperkuat persatuan, memberantas korupsi, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan menjadikan akhlak mulia sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Perspektif UBN Newsroom

Kepemimpinan yang Melahirkan Kemaslahatan

Keteladanan Rasulullah SAW menunjukkan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan keadilan dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Pembangunan ekonomi juga tidak cukup diukur dari pertumbuhan, tetapi harus mampu memperkuat masyarakat kecil dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.

Amanah dan Keadilan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

«إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”

QS. An-Nisa [4]: 58»

Ayat tersebut menegaskan bahwa amanah dan keadilan harus menjadi fondasi dalam kepemimpinan, pengelolaan ekonomi, dan kehidupan masyarakat.

Maulid Nabi pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan hari ini.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial dan kanal UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, ekonomi, kebijakan publik, dan peradaban.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.

Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement